@hanifproduktif Wah baru tau kak. Padahal hampir tiap hari beli tuku, ga tau kalo CEO nya komen seperti ini. Fix boikot tuku, mau sy share ke temen2 lain juga. Trims infonya.
@Apokrifa23@joncan2066 Tadi soalnya bapak duluan yg bawa-bawa Rabi. Yg sebetulnya di luar konteks diskusi. Seperti statement saya sebelumnya, aspek taurat yang seremonial tidak berlaku lagi. Karena tidak menunjukkan keimanan seseorang dan sudah ada landasan hukum kasih yang menggantikan. (last tweet)
@Apokrifa23@joncan2066 Menurut hukum Musa. Manusia seperti ini layak dirajam. Apakah bapak tahu, apakah Yesus mengikuti hukum Musa dalam kasus ini? Oh iya, kisah ini dicatat rasul Yohanes bukan Paulus.
@Apokrifa23@joncan2066 Tambahan, ini maksud sy tadi. Ahli Taurat dan orang Farisi memanggil Yesus "Rabi" saat membawa perempuan yang tertangkap basah berzinah, untuk menjebak-Nya dengan hukum Musa (Yohanes 8:4)
@Apokrifa23@joncan2066 Kata "rabi" berasal dari bahasa Semitik/Ibrani yg berarti "Guruku" atau "Guru Besarku". Ini gelar kehormatan yang digunakan orang Yahudi abad pertama untuk menyapa pengajar Taurat terkemuka. Yesus jg disapa dengan gelar ini, yang dalam konteks Alkitab berarti pengajar atau guru.
@Apokrifa23@joncan2066 Ini pandangan Yesus mengenai Rabi-nya Orang Farisi. Orang Farisi sangat menghargai gelar "Rabi" dan menggunakannya untuk menonjolkan diri, sementara Yesus menekankan bahwa pengikutnya adalah saudara dan tidak boleh meninggikan diri dengan gelar kehormatan.
@Apokrifa23@joncan2066 Musuh-musuh Yesus (orang Farisi dan Herodian) berpura-pura mengakui-Nya sebagai "guru" (Matius 22:16) untuk menjebak-Nya dengan pertanyaan dilematis mengenai pajak kepada Kaisar. Ini adalah bentuk kemunafikan untuk mencari kesalahan Yesus. Ini maksud saya sebelumnya.
@Apokrifa23@joncan2066 Wah baru liat yang ini. Ini salah besar. Yang kasih julukan Yesus Rabi itu adalah pembenci-pembencinya sebagai sindiran. Karena Yesus sering mengajar. Menurut musuh-musuhnya Yesus cuma anak kasta rendah yang ga punya kredibilitas untuk mengajar.
@Apokrifa23@joncan2066 Orang Kristen makan babi dan tidak sunat dll karena mereka hidup di bawah Perjanjian Baru yang didasarkan pada iman dan kasih, bukan Taurat Musa. Aturan diet dan sunat fisik adalah hukum seremonial yang digenapi oleh Yesus, tidak lagi mengikat secara religius bagi orang Kristen.
@Apokrifa23@joncan2066 Lebih ke esensinya. Makanya sewaktu Yesus datang banyak ritual atau kebiasaan kaku taurat yang tidak Yesus terapkan. Kalau dunia modern bisa memroses makanan dengan higienis, boleh makan babi, kelinci, kodok, dan banyak binatang lain yang diharamkan taurat Musa.
@Apokrifa23@joncan2066 Ritual-ritual yang memberatkan nggak pak. Saya lanjut lagi ya. Yesus menyentuh orang kusta, yang menurut taurat harus diasingkan. Membiarkan dirinya disentuh orang sakit pendarahan yang menurut hukum Musa juga najis. Panen di hari Sabat. Dsb.
@Apokrifa23@joncan2066 Yesus menunjukkan bahwa belas kasihan lebih penting daripada ketaatan ritual yang buta. Kedatangan Yesus menggenapi tujuan Hukum tersebut dengan hukum kasih. Itulah orang Kristen atau pengikut Kristus gak kaku menerapkan Taurat.
@Apokrifa23@joncan2066 Oh, untuk Yesaya 66:17, konteksnya juga masih umat Musa. Orang-orang yang mengaku-ngaku diri suci tapi melanggar banyak hukum Musa. Dengan menyembah berhala, makan babi/tikus (yang diharamkan karena tidak higienis).
@Apokrifa23@joncan2066 Ayat-ayat yang bapak kutip itu juga untuk umat nabi Musa. Keluaran dan Imamat mencatat Taurat Musa bagi umatnya yang jadi cikal bakal bangsa Yahudi. Akan terus berlanjut kalau bangsa ini tidak berkali-kali memberontak dan akhirnya ditolak hilang statusnya sbg bangsa pilihan.
@Apokrifa23@joncan2066 Apakah Yesus mempraktikan Yudaisme / taurat Musa? Yesus beraktifitas (mengajar) di hari Sabat, mukjizat pertamanya adalah mengubah air menjadi anggur di pesta perkawinan, mengecam pemuka agama Yahudi, tantrum di bait Allah, dsb.