Beberapa pelik dalam hidup kadang hanya butuh peluk.
Tidak apa-apa tidak semuanya harus terlihat baik-baik saja.
Adakalanya kita berada di titik terendah dan adakalanya sesuatu yg kita anggap akan berakhir indah nyatanya berakhir sudah.
Tidak apa-apa bahumu sangat kuat..
Wanita yang anda sebut pendiam dia adalah wanita yg dulunya sangat periang, pandai bergaul dan tidak membosankan.
Kita tidak pernah tahu apa telah ia lalui sehingga mengubahnya seperti itu.
Hari-hari ku tak sebaik itu,
sendu malamku penuh haru. Ringkih retak itu nyata, jiwaku bahkan tak menembus cakrawala.
Aku menyimpan jauh di dalam diri berharap menemukan tempat kembali.
Siapa yang paling mengerti?
Oh jiwa malangku kau hanya memiliki dirimu sebagai tempat pulang.
Hari-hari berlalu dengan sendu, begitu cepat berarak dengan jiwa yang rerak.
Entah berantah tiada yang tahu
Ada yg tersimpan jauh di dalam relung, kepada siapa harus mengadu? dia atau mereka?
Tidak! Tidak ada yg benar-benar peduli padamu. Kau hanya bisa menyatu dengan dirimu.
Merasa sendiri bahkan saat di keramaian, berasa asing bahkan jika berada diantara keluarga.
Kalimat tentang "bahkan orang terdekat juga tidak mengerti bagaimana rasa sakitmu, bagaimana rusaknya mentalmu"
Itu benar nyata!
Menyendiri dalam kegelapan malam dengan menangis sesenggukan tanpa suara, lalu esoknya bersikap baik baik saja.
Kadang harus menguatkan diri sendiri tetapi kadang mengutuk dengan kerasnya di dalam hati.
Belum nikah itu bukan aib (jadi gaperlu malu).
Tapi hamil duluan baru nikah itu sudah jelas aib (harusnya malu bukannya malah pesta).
Tapi mau pesta juga gpp si asal sadar diri dengan ngga nyodorin kata-kata "si ini udh nikah tu kamu kapan nyusul?"
Lawak banget!!
Kerja dimana?
Udah punya pencapaian apa aja selama kerja?
Kok kerja terus sih?
Calonnya mana?
Kok ngga pernah liat pacarnya?
Ngga punya pacar ya?
Kapan nikah? Teman-teman mu udh pada nikah tuh?
Saya sudah sampai difase dimana lebih takut ketemu manusia ketimbang hantu π₯²π₯²