beredar surat tentang kegilaan cara kerja kopdes :
- Barang datang , dikordinasikan Babinsa, bukan pengurus Kopdes
- Barang dijual, oleh pegawai Agrinas yang ditempatkan di gerai
- Uang hasil jual, diambil PIC Agrinas setiap 2 hari, bukan ke pengurus
- UMKM lokal jualan, tapi bayarannya nunggu Agrinas, kapan tidak jelas dan tidak di kasih sampe hari ini
- Pengurus Kopdes, tidak dilibatkan sama sekali dalam rantai manapun
- Yang punya kontrol, Agrinas + Babinsa/Kodim
- Kopdes bukan milik desa nama desa dipinjam,
- tapi kendali penuh ada di Agrinas & militer.
- Pengurus hanya jadi pajangan
MBG versi Yaman menurut saya secara konsep LEBIH BAIK. Melibatkan Ibu-ibu Orang Tua Murid karena yang paling Concern dng Gizi anak-anak adalah Orang Tua mereka bukan BGN.
List yang tidak bayar pajak di Indonesia (DITANGGUNG APBN) :
✅ Presiden dan Wakil Presiden
✅ Menteri dan Wakil Menteri
✅ Anggota DPR RI
✅ Anggota DPD RI
✅ Hakim
✅ Pejabat negara lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan
✅ ASN (PNS dan PPPK)
✅ Anggota TNI
✅ Anggota Polri
✅ Pensiunan PNS/TNI/Polri yang pensiunnya dibayar APBN/APBD
- KITA ADA PILIHAN POTONG GAJI PEJABAT.
- KITA ADA PILIHAN TARIK BIAYA TUNJANGAN.
- KITA ADA PILIHAN SURUH MEREKA BAYAR PAJAK.
- KITA ADA PILIHAN STOP MBG, STOP KOPDES
TAPI YANG MEREKA PILIH
- KITA DISURUH HEMAT
- PAJAK DINAIKKAN
- CONTENT CREATOR REMAHAN DIPAJAKIN
- UMKM KENA PAJAK SEPERTI PT
- LISTRIK MENYALA BERGILIR
- BBM DINAIKKAN
- SUKA BUNGA DINAIKKAN
- KALO NGK SUKA DSURUH PINDAH WARGA NEGARA
NASIB +62
kayaknya emang sengaja "dicekik" biar dinego ulang harga DMO, sebab kalau dipikir harga ekspor batubara waktu 2022-2023 bisa tembus sampe $400 jauh diatas harga sekarang yg $140, tapi kenapa gak jadi krisis listrik pln?
era prabowo ini memang konglo komoditas jadi buas dan rakus
🚨 LIST KEBIJAKAN KONTROVERSIAL BAHLIL Kenapa Masih Dipertahankan Padahal Banyak Menimbulkan Korban? (Thread)
🔴 Aturan melarang pengecer menjual Elpiji 3 Kg
Kebijakan ini sempat memicu kekacauan di lapangan. Tragisnya malahan sempat memakan korban 1 orang meninggal dunia akibat kisruh antrean dan kelangkaan, sebelum akhirnya aturan ini buru-buru dicabut oleh pak Prabowo.
🔴 Pembatasan Impor BBM Swasta
Demi ego sektoral, impor BBM bagi SPBU swasta dicekek dan dibatasi hanya 10% dari volume tahun sebelumnya. Dampaknya fatal iklim investasi hancur, raksasa global sekelas Shell terpaksa menutup banyak gerainya secara massal dan sekarang bersiap angkat kaki sepenuhnya dari Indonesia. masyarakat kehilangan pilihan BBM berkualitas
🔴 Skandal Gelar Doktor Kilat 20 Bulan di UI
Di saat mahasiswa berdarah-darah menyelesaikan disertasi selama 3 hingga 5 tahun, Bahlil dengan "sakti" bisa lulus dan meraih gelar Doktor dari Universitas Indonesia hanya dalam waktu 20 bulan. Degradasi marwah akademik ini memicu kemarahan luas dari kalangan dosen, akademisi, dan mahasiswa di seluruh negeri.
🔴 Izin Tambang Raja Ampat
meskipun bahlil bilang bukan dia yang nerbitin izinnya. tapi harusnya sebagai menteri sadar dong, bahwa Raja Ampat adalah warisan dunia dan surga wisata yang harus dilindungi. Dulu kasus ini sempat ramai diprotes keras, begitu tensi demo mereda dan publik lengah, izin tambang di kawasan tersebut diam-diam diterbitkan kembali
🔴 Menahan RKAB Batubara yang Berujung Jawa-Sumatra Blackout
Obsesi menaikkan harga dengan menahan produksi RKAB batu bara demi ngejar setoran pajak ekspor berujung senjata makan tuan. Efek domino kebijakan komando ini bikin PLTU PLN sekarat bahan bakar hingga memicu krisis energi akut berupa pemadaman massal (blackout) di Jawa dan Sumatra.
Memang, pendukungnya selalu membela bahwa Bahlil adalah sosok pekerja keras yang merangkak dari latar belakang sederhana, mengusung semangat hilirisasi industri, energi terbarukan, dan pemerataan ekonomi.
Tapi realitanya, rekam jejak makro yang ugal-ugalan ini menunjukkan satu hal: Langkah cepat tanpa mitigasi risiko yang matang adalah pemborosan APBN dan perusakan tatanan negara. Sampai kapan rakyat harus terus mendanai ego popularitas instan para elit yang mengorbankan kesabaran dan nyawa masyarakat bawah? Komen di bawah, mana kebijakan yang paling bikin lu emosi!
Gw baru sadar kalau dugaan rantai masalah di balik blackout Sumatra dan pemadaman bergilir di Jawa ternyata jauh lebih kompleks dari sekadar “gangguan teknis”.
Kalau ditarik benang merahnya, kira-kira alurnya begini:
1. Harga batu bara global turun karena oversupply.
Buat negara eksportir seperti Indonesia, harga yang turun berarti penerimaan negara dari sektor komoditas juga ikut tertekan.
2. Muncul kebijakan untuk menekan produksi.
Logikanya sederhana: kalau pasokan dikurangi, harga bisa lebih terjaga.
Di atas kertas masuk akal.
3. Masalah mulai muncul ketika kebutuhan dalam negeri tetap jalan.
PLN tetap butuh batu bara buat menghidupkan PLTU.
Listrik tetap harus nyala.
Pabrik tetap harus beroperasi.
Kebutuhan energi tidak ikut turun hanya karena produksi tambang dikurangi.
Di saat yang sama ada aturan DMO.
4. PLN mendapatkan batu bara dengan harga yang ditetapkan pemerintah dan jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Nah di sinilah insentif mulai bertabrakan.
Dari sudut pandang pengusaha tambang, pilihan bisnisnya jadi cukup jelas.
Jual ke PLN dengan harga yang dibatasi.
Atau jual ke pasar dengan harga yang lebih tinggi.
Kalau selisihnya besar, dorongan untuk mengejar pasar jelas lebih kuat.
Akibatnya pasokan yang dibutuhkan PLN berpotensi makin ketat.
Kontrak makin sulit.
Cadangan makin tipis.
Risiko operasional mulai meningkat.
Dan ketika rantai ini terus berjalan, yang muncul di hilir bukan lagi isu batu bara.
Yang muncul adalah listrik padam.
Masyarakat cuma melihat lampu mati.
Padahal akar masalahnya bisa jadi berasal dari keputusan yang dibuat jauh di hulu.
Yang bikin gw agak kepikiran, keputusan soal kuota produksi, DMO, harga acuan, kontrak pasokan, semuanya terdengar sangat teknokratis.
Tapi efek akhirnya bisa sampai ke rumah rakyat.
Bisa sampai ke pabrik.
Bisa sampai ke UMKM.
Bisa sampai ke orang yang bahkan gak pernah baca berita energi sekalipun.
Kalau dugaan rantai masalah ini memang mendekati kenyataan, berarti yang sedang kita lihat bukan sekadar masalah PLN atau cuaca.
Ini contoh bagaimana satu kebijakan komoditas bisa menciptakan efek domino ke sektor energi.
Negara ingin harga komoditas terjaga.
PLN ingin pasokan aman.
Swasta ingin margin terbaik.
Masyarakat ingin listrik tetap nyala.
Masalahnya, empat tujuan itu tidak selalu berjalan searah.
Dan ketika salah satu bagian mulai bergeser, efeknya bisa merambat ke mana-mana.
Seperti biasa, yang paling jauh dari ruang rapat sering kali jadi yang paling dekat dengan dampaknya.
Pak, Indonesia itu butuh 9.000 ton paracetamol setiap tahun.
Sembilan ribu ton, pak.
Itu angka dari Kementerian Kesehatan.
Paracetamol yang harganya 2.000 rupiah di warung sebelah, adalah obat paling banyak dikonsumsi di negara kita.
Pusing? Paracetamol.
Demam? Paracetamol.
Pegal habis kerja? Paracetamol.
Gak enak badan tapi gak tahu kenapa? Paracetamol juga.
Dan kita gak pernah nganggep itu aneh. Sampai aku baca satu hal yang bikin aku "beneran ini?"
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
@CahKeren212@Hidupsebagai62 coba sebutin mafia2 itu sapa aja? hukuman yg udah dikasih apa aja? kerugian negara brp? kalo cuma omon2 mah sama aja kayak presiden yg seneng bilang antek2 aseng padahal dia sendiri jadi kacung aseng
Buat yang belum tau..
Saat ini ada krisis pasokan listrik PLN akibat stok batubara tidak cukup.
Menteri ESDM memangkas kuota batubara karena dipicu seretnya pasokan batubara DMO (Domestic Market Obligation) ke PLTU JaMaLi (Jawa Madura Bali).
Alhasil terjadi defisit daya 1.500 MW dan pemadaman bergilir di kota-kota besar.
Jadi buat menjaga agar harga batu bara dan nikel tinggi sehingga dapat pajak royaltinya besar, maka kuota produksi batu bara dipotong jauh
Contohnya Sinar Mas punya kuota produksi 55 juta ton tahun 2025. Tapi 2026 ini hanya disetujui 11 juta ton aja.
Dan dari 11 juta ton itu, 30% itu untuk lokal (ke PLTU, pabrik dan smelter di dalam negeri). Sisanya baru boleh ekspor.
Diperkirakan ini akan terjadi hingga September.
Jadi, siap2 aja kalo beberapa bulan kedepan bakal sering ada pemadaman listrik.
Jokes lawas Idul Adha:
*ngomong ke orang berbadan gemuk
“Ngumpet begoo, ntr dipotong lo..”
Semua orang tau ini becandaan doang. Tapi ternyata ada satu orang yg nganggep ini serius, dia takut dan akhirnya pergi ke Perancis. 😔