@AroaOnSol “Money is not my end goal. Achieving success is. Freedom is. Helping people is”
I correlate with this heavily
Much respect brother and hope we can all achieve our goals
Everyone has a different perspective on success and I hope we can all achieve it
Gue sebenernya gak suka ngomong begini karena berisiko munculin stigma, tapi some of you emang perlu banget dipaksa untuk ke psikolog klinis atau psikiater.
Karena what the fuck kelakuan kayak gini?? Ngetes suami dengan cara ngunciin di luar sampe tengah malem??
sebuah ide bisnis dari netizen yaitu jualan galon
jadi gini guys,ada netizen bikin video soal ide usaha jualan galon air
dia bilang harga beli 16.450 per galon
sekali ambil bisa sampe 440 galon
dijual lagi di harga 23 ribu
katanya kalau laku 50 galon sehari aja, bisa megang 10 juta tiap bulan
cek hitungannya
untung per galon: 23.000 dikurangi 16.450 = 6.550
50 galon sehari dikali 6.550 = sekitar 327.500 per hari
sebulan (30 hari) sekitar 9,8 juta, jadi angka “10 juta” lumayan nyambung
modal sekali ambil: 440 galon dikali 16.450 = sekitar 7,2 juta
440 galon habis dalam sekitar 9 hari kalau laku 50 per hari
Presiden Soeharto membagikan tanah kepada rakyat melalui program transmigrasi, lalu tanah tersebut dirampas oleh rezim Jokowi untuk diberikan kepada korporasi.
The way indo muslims are using this hadith sebagai justifikasi "nrimo ing pandoomed" dan "ga boleh melawan" padahal kalau disearch dalam bahasa inggris artinya se beda itu. Translate indonya gitu semua. Kata gw emg ""tokoh agama"" mengondisikan org indo supaya ga melawan :/
Salah satu ahli penggerak perpolitikan dunia, George Soros, punya teori politik yang sederhana:
Kelemahan terbesar aktivisme-aktivisme di negara-negara dunia adalah bodoh.
Aktivis-aktivis ini bodoh dalam organisasi, bodoh dalam strategi politik, bodoh dalam keuangan, bodoh dalam visi politik, bodoh dalam pengalaman, bodoh dalam penciptaan narasi via media massa. Isinya hanya berantem sendiri, purity spiral, saling cancel dan saling coli ego tidak jelas.
Kalau para aktivis ini ditanya "mereka mau apa sih", jawabannya tidak jelas atau malah tidak ada.
"Bagaimana cara menggulingkan rezim?" Menurut para aktivis itu:
1. Turun demo ke jalan / "awareness"
2. ????
3. Negara hukum demokratis dengan pertumbuhan ekonomi 8% tercipta
Pada akhirnya satu-satunya yang bisa dilakukan aktivis-aktivis ini hanyalah mencoba menunggangi kemarahan spontan rakyat yang terkadang terjadi secara random di negara-negara otoriter. Mereka seperti buih saja yang hanya bisa diam gabut menunggu angin.
Agustus 2025 di Indonesia ya ini.
Situasi ini sangat umum terjadi dan sangat menyebalkan bagi George Soros, bankir Yahudi dari Hungaria yang saat itu punya target raksasa spesifik yang ingin ia hancurkan sampai tidak ada sisanya: rezim-rezim komunis Soviet di Eropa Timur, termasuk rezim komunis yang menjajah dan menindas negara kelahirannya, Hungaria.
Kalau begitu, yang dibutuhkan para aktivis itu sederhana: kaderisasi, pendidikan, dan pendanaan supaya mereka tidak bodoh dan actually punya strategi politik yang logis, serius, halus, dan cerdas.
Ini adalah kesempatan emas raksasa yang berhasil diendus oleh Soros.
Ada demand raksasa di kaum muda di negara-negara dunia yang sangat tidak puas dan tidak lagi percaya dengan kegagalan jelas negara-negara mereka sendiri.
Kaum generasi muda ini ingin menggulingkan rezim lama, menjadi elite penguasa baru yang lalu menyelamatkan negara mereka, dan menembak mati diktator boomer halu penghancur negara mereka dengan senapan mesin, dan sekalian menembak mati istrinya yang NPD dan sangat belagu, hingga keduanya tewas berlubang-lubang.
Soros dkk harus bisa menyediakan supply untuk demand itu. Mereka harus menyediakan pendanaan, kaderisasi, pelatihan, pendisiplinan ideologis dan visi politik, beasiswa, dan pengondisian lingkungan keuangan dan media dan kebijakan geopolitik negara-negara Barat untuk membentuk dan mendukung para aktivis bodoh menjadi aktivis, politisi, dan intelektual kompeten yang bukan hanya mampu menggulingkan rezim, melainkan juga menjadi elite penguasa baru dan memerintah.
Perhitungan Soros sederhana: apabila aktivis-aktivis ini berhasil menggulingkan rezim-rezim kolot boomer yang sudah tak bervisi dan tak bermimpi itu (terutama rezim-rezim komunis Soviet), maka mereka akan menjadi ruling class elite penguasa yang baru yang kemudian berkuasa total mengatur kebijakan ekonomi, investasi, bank, kepemilikan aset, dll.
Ini menjadi semakin urgent karena pada tahun 1980an, rezim-rezim komunis Eropa menjadi semakin miskin karena kegagalan raksasa dan stagnasi ekonomi mereka sendiri. Terjadi spiritual crisis komunisme yang kalah dan patah melihat kemajuan negara-negara Barat di balik tembok.
Seluruh Eropa Timur, termasuk para elite pemimpin partai komunis dan para polisi rahasianya, sudah tidak lagi percaya bahwa komunisme adalah ideologi yang benar. Sangat wajar apabila Sistem yang tua pikun, salah, bodoh, halu, dan membusuk dilindas oleh Sistem yang muda, kuat, cerdas, realistis, dan sedang tumbuh raksasa dengan meledak-ledak. Wind of change is imminent.
Setelah rezim-rezim komunis Eropa Lama berhasil digulingkan dengan spektakuler pada 1989, diktatornya ditangkap atau dibunuh, dan tatanan peradaban masyarakat komunis dihapus sampai tidak ada sisanya, Soros dan kawan-kawannya sadar bahwa hei, mereka sekarang sudah punya network dan metode yang matang sekaligus berpengalaman.
"Sungguh sayang apabila kita bubar sekarang."
INDONESIA DALAM KEADAAN DARURAT DATA!!!
Bagaimana bisa seorang barista di data DJP jadi anggota DPR?
Anak 3 tahun menjadi Anggota POLRI?
Orang miskin masuk Desil 10?
Beneran PEMERINTAH ga bisa kerja.