saya selesai menonton tanggapan Prof @zainalamochtar ini, dan ada empat yang saya catatan:
1. secara tersirat, presiden ke luar negeri, bukan sepenuhnya agenda negara, tetapi bisa jadi agenda pribadi. Karena hal itu yang bisa menjelaskan, mengapa uang pribadi bisa digunakan.
2. pak Seskab perlu menjelaskan, batas isrisan mana yang digunakan, tatkala menggunakan uang pribadi atau uang negara.
3. publik perlu mendapat pencerahan, investasi yang masuk itu apakah hasil langsung dari kunjungan ke luar negeri, atau seperti apa. Agar tidak sekedar klaim.
4. kerja diplomasi adalah kerja kolektif. Presiden tidak bisa berfungsi sendiri. Ada peran menlu, diplomat, pengusaha, dll. agar agenda diplomasi tepat sasaran.
kalau ketemu Prof. Zainal, saya akan katakan:
“Ga ada obat, Prof. Mantap” ✨
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Kita semua capek melihat situasi ini. Tapi semoga kita nggak sampai terlalu lama patah hati sama negeri ini.
Dibawa doa, yuk.
Insya Allah Tuhan melindungi kita semua yang menginginkan yang baik untuk negeri ini.
Jumatan tadi, total durasi khotbah dan shalatnya gak lebih dari 10 menit.
Khatib sekaligus Imam-nya kayaknya paham banget, banyak jamaah yang kepanasan di luar Masjid karena nggak dapat tempat.
‘Memimpin’ itu memang bukan cuma harus paham ilmu, ya. Tapi juga punya empati 🫰
RELATE BGT.
Suamiku super hands on ke anak. (I'm lucky I have him) tp ternyata tidak menjamin ga ada pikiran2 aneh di kepalaku.
Bahkan krn suamiku jg hands on, aku jg check on him. Dia baby blues ga 😅
Namanya bayi ya. Nempel 24 jam non stop ke ibu bapaknya. Itu GILA BGT RASANYA.
Ada di momen2 tertentu aku pingin masukin kepala di dalam bak air. Biar ga denger suara apa2 lagi.
Kaya pingin tenggelemin kepala aja. Tapi gak aku lakuin. Karena setiap saat suamiku selalu nanya, 'You okay? You need what? You want to be alone?' Padahal at the same time dia yg ngurus anak.
Dia yg mandiin. Dia yg nidurin. Bahkan dia kadang ngasi ASI via sendok kecil krn payudaraku kesakitan setiap saat harus mengASIhi anak.
Ada momen kita berdua sama2 mau gila, kita minta ibu aku untuk gendong anak kami sebentar. Kita cuma baring aja di kamar berdua sambil napas dan dengerin musik. Dapet santai 15 menit abis itu pegang anak lagi.
Pokoknya gila deh.
Buat aku, sosok Ibu dan Bapak yg hands on sama anak itu luar biasa. Terutama Ibu ya. Berbaik hatilah sama Ibu. Mungkin itu kenapa ada istilah surga di telapak kaki ibu, karena dia bukan cuma korban nyawa buat ngelahirin anaknya. Tapi dia ngorbanin jati diri dia seutuhnya.
Badan seisi2nya berubah. Isi kepala seisi2nya berubah.
Mau dipermak pake operasi plastik dan olahraga pun, kalo uda jadi IBU, semua BERUBAH. Can't explain
Michael B. Jordan was just spotted at In-N-Out Burger showing love to workers and fans while holding his Oscar after winning Best Actor in a Leading Role for “Sinners” at the 98th Academy Awards.
Lu pada kalo ngikutin kata dokter, ada kesalahan, lu bisa tuntut dokternya.
Lu kalo ngikutin kata influencer yang ga punya basic di bidangnya, lalu ada kesalahan, mau nuntut dia, bisa gak?
Wkwkwk
@prkdlx “Tahajjud itu tidak ada Adzan-nya. Karena Allah sendiri-lah yang mengundangmu.”
Itu udah lebih dari sebuah keajaiban. Jadi beruntung-lah siapapun yang bisa merasa ringan melakukannya 🙏
merapi uncover bukan lagi laman tentang informasi. sekarang lebih mirip media propaganda polisi buat konflik horizontal
(menurut keyakinan sayaa nihh mpruyy)
Dari banyak perbincangan tentang memoir "Broken Strings"-nya Aurelie,
saya justru penasaran 'deep talk' seperti apa yang dilakukan ia dan suaminya saat ini, sampai akhirnya memunculkan dukungan penuh dari suaminya untuk merilis buku ini ke publik.
Pasti bukan hal yang mudah.
Dan karena twit saya jadi bola liar yang membuat banyak interpretasi berbeda—sampai menuduh saya tidak berpihak pada korban,
saya share aja postingan awal di IG Stories saya 2 hari lalu tentang dukungan saya pada Aurelie ya, Teman-Teman.
Semoga kita semua hidup berbahagia 🙏🫶