Peringatan lantang yang disampaikan oleh Syekh Maher Hamoud membuka ironi besar dalam tubuh dunia Islam.
Beliau adalah ulama Sunni yang sepanjang hidupnya menyerukan persatuan umat dan keberanian melawan penjajahan.
Dari suara beliau lahir kritik paling telanjang: mayoritas negara muslim bermazhab Sunni memiliki populasi besar, kekayaan melimpah, dan kekuatan politik luas tetapi ketika Paleatina dihancurkan, yang terdengar sering kali hanya kecaman dan retorika tanpa keberanian.
Di saat yang lain hanya mengecam dan bicara hak Palestina dari darat ke laut, lalu berbalik dan tak berbuat apa-apa, hanya Iran yang berani berdiri menentang dan melawan.
Nyatanya, Iran adalah negara Syiah yang justru tampil paling keras dan gigih menantang Amerika dan proyek zionis.
Fakta ini menjadi tamparan keras bagi banyak penguasa muslim Sunni. Mayoritas besar, tapi keberanian nyaris tidak ada.
Hari ini, Islam seakan bertaruh di pundak Republik Islam Iran. Dan keyakinannya sederhana: Allah tidak mungkin membiarkan mereka yang berdiri membela agama-Nya sendirian.
Apakah ini kejahatan Rusia, Iran dan China?
Siapa pun yang dengan cerdik mencoba membersihkan Barat dari Kejahatan Perang berarti terlibat dalam kejahatan Holocaust Gaza.
Ini GAZA yang kalian LUPAKAN.