Mau jadi politikus populis viral di Jabodetabek ala Adolf Hitler?
Caranya: selamatkan rakyat kecil dari jeratan utang dan pinjol.
Tiga pendekatan:
1. Bantu kendorkan jerat utang, misal mencarikan lapangan kerja.
2. Kerahkan preman peliharaanmu untuk memukuli preman debt collector yang datang sampai mampus.
3. Dakwahkan teori konspirasi panas tentang siapa yang sebenarnya mendalangi jeratan pinjol dan utang ini. Sebaiknya ini dicombo dengan ajaran agama.
Dalam melakukan ketiga ini, pastikan kamu dan gerakanmu viral seviral-viralnya di TikTok sebagai sosok penyelamat, ratu adil, mahdi.
Lumuri preman debt collector yang tertangkap dengan aspal dan bulu. Ikat mereka di atas sound horeg dan arak keliling kampung.
Rule of thumb politik adalah, "uangnya di mana?"
Di sini uangnya jelas, yaitu di besaran utang pinjol yang berhasil kamu bebaskan dari sebanyak-banyaknya orang miskin.
Gw ga bilang ini cara yang sehat, cara bagus untuk ekonomi jangka panjang, atau cara baik untuk Jabodetabek. Tapi ini trik populis yang cukup obvious. Makanya gw ambil Adolf Hitler sebagai contoh.
Apakah ini menyelesaikan root cause sesungguhnya yaitu kemiskinan, judol, dan ketiadaan lapangan kerja dan ketiadaan pabrik? Tidak juga, tapi kan kamu tidak peduli. Atau setidaknya, itu bisa dipikir nanti lah.
Untuk sekarang, fokus dulu ke viral dan bikin basis massa. Angka KPI capaiannya sangat sederhana: jumlah orang yang berhasil kamu selamatkan dari utang dan pinjol.
Kalau bisa, langsung selamatkan satu komunitas utuh, jangan individu. Ini bakal basis massa militan kamu.
Itu semakin mudah dicapai, mengingat jeratan utang memiliki efek destruktif yang mengerikan dan anti-manusia terhadap orang yang dililit.
Banyak penunggak utang berakhir menjadi:
- pencuri,
- penipu,
- pelacur,
- preman,
- pengedar narkoba,
- tunawisma,
- mayat termutilasi di Kamboja,
- sumber masalah dan aib keluarga besar,
- sumber masalah dan aib tetangga,
- sumber masalah dan aib tempat kerja,
- sumber konflik dan perpecahan karena mereka selalu minta uang dan tidak dikembalikan,
- sumber ketakutan tetangga karena gang dan kompleknya digeruduk preman debt collector terus,
- secara umum hidup mereka semakin hancur dan tenggelam dalam lumpur busuk hitam mendidih.
Mereka menjadi lumpur septic tank yang paling bawah di masyarakat. Mereka bukan hanya terlilit utang, melainkan juga dibenci orang sekitarnya dan memenuhi udara kehidupan sekitarnya dengan kebencian. Sungguh kerusakan di muka bumi (فَسَادٌ فِي الْأَرْضِ) ekstrem yang diciptakan sistem riba.
Apabila kamu menyelamatkan mereka, kamu juga sekaligus menghilangkan masalah semacam itu dari orang di sekitar mereka. Keluarga, tetangga, kantor mereka bisa bernafas lega.
Bayangkan jika kamu berhasil menyelamatkan 5000, 500.000 orang yang terlilit masalah seperti ini. Mereka semua utang nyawa tuh ke kamu.
Gerakan bercorak Islam sepertinya sangat cocok, mengingat Islam mengutuk riba dengan jauh lebih keras daripada zina. "Riba teringan lebih berdosa daripada berzina dengan ibu kandung sendiri" (H.R. Hakim 2259).
Again, fokusnya adalah menyelamatkan sebanyak-banyaknya korban keganasan lilitan utang dan membangun sebanyak-banyaknya basis massa militan populis.
Setiap orang miskin dan bahkan orang kelas menengah yang dibebaskan dari panas dingin stres lilitan utang adalah satu lagi tambahan massa militan buat kamu.
Toh pada akhirnya, premanisme, spam call, dan kebrutalan premanisme debt collector adalah salah satu gejala ketidakhadiran negara.
Ketika negara tidak hadir, kamu yang hadir.
---
"Bukankah metode ini sudah dipakai elemen-elemen di Jabodetabek, dan memang menjadi aalah satu metode sumber kekuasaan mereka?"
Iya.
Tapi saat ini cenderung sporadis dan kurang terkoordinasi. Tidak ada visibility atau brand atau narasi utuh yang viral di level nasional.
---
Fenomena populisme ini sudah ada sejak zaman kuno.
Beberapa sejarawan meyakini bahwa utang adalah salah satu mekanisme utama perbudakan di zaman ancient. Bangkrut = dijual jadi budak.
Raja-raja lalim di masa bronze age kerap mengonsolidasikan kekuasaan dengan membebaskan rakyat kecil dari cekikan utang yang dikuasai para bangsawan.
Bangsawan kaya dan bermewah-mewah. Petani miskin terlilit utang dan menjadi budak.
Ketika raja menghapuskan utang-utang petani, bangsawan-bangsawan yang memegang piutangnya tentu protes dan memberontak. Mereka kalah, dibantai, dan keluarga mereka dijadikan makanan singa.
Raja baru pun berkuasa penuh dengan dukungan rakyat. Populisme. Raja baru memasang anggota keluarga dan anak-anak buahnya menjadi kelas bangsawan baru, dan siklus berulang.
---
Fasisme yang dilancarkan Hitler dan Mussolini adalah gerakan yang sangat spesifik.
Gerakan mereka, first and foremost, adalah gerakan ormas veteran tentara Perang Dunia I.
Sebagai hadiah karena telah berkorban dan bahkan mati untuk negara, jutaan orang veteran perang itu dibuang ke aspal jalanan dan diperlakukan sebagai hama mengganggu oleh negara.
Jutaan veteran itu jadi miskin, terlilit utang, pengangguran, tidak punya rumah, tidak punya harapan, tidak punya tujuan, dan terjebak dalam alkohol dan judi. Negara dan budaya negara mereka diinjak, dipermalukan habis, dirombak jadi tidak bisa dikenali lagi, dan sekarang krismon.
Orang semacam Mussolini melihat populasi gerombolan veteran perang yang berotot, terlatih bertempur, sangat marah, berjumlah besar, tidak terdidik, dan gabut karena menganggur ini, dan mulut Mussolini langsung berliur-liur. Kesempatan. Lahirlah fasisme.
Di Indonesia, masih sangat banyak orang miskin yang terinjak-injak dan terlilit utang seperti ini. Mereka miskin dan terdampar di balik tembok.
@Ramarmdhn__@omsenank1@indepenSumatera Lampungnya emang lampung yg mepet bengkulu, ada daerah krui namanya, jadi wajar aja ada kebingungan mixed ke bengkulu
Formula bisnis yang udah dipake berulang kali dan masih works:
1. Liat apa yang lagi rame di China
2. Bawa ke Jakarta
3. Kalau laku, bawa ke Jogja
4. Kalau laku, bawa ke Surabaya dan Bandung
5. Kalau masih laku, bawa ke kota-kota kecil di Jawa Tengah
6. Kalau masih laku, bawa ke luar Jawa
China itu basically test market terbesar di dunia. 1,4 miliar orang. Kalau sesuatu works di sana, kemungkinan besar works juga di Asia Tenggara.
Tinggal adjust harga dan selera lokal.
Orang di foto ini.
1. Sjahrir, anak jaksa
2. Agus Salim, anak Jaksa juga. Kepala Kejaksaan Riau jaman Belanda
3. Sumitro Djojohadikusumo, anak Ketua DPA pendiri Bank BNI
4. Sudjatmoko, anak dokter inlander generasi pertama lulusan Belanda.
5. Charles Tambu, anak imigran Tamil
@handarugemes nah sekarang ini ngalamin jadi caregiver buat ibu ku, seminggu 2x ke rs aja udah capek, belum ngurus administrasi"nya, tp gapapa capek, asal masih bisa liat ibu ku tiap hari, dan itu juga yg membuat aku pilih resign kerja dari kantor
@handarugemes@wicaksena Been there done that, kalo udah agak susah bagi waktu sama kerjaan mending order https://t.co/0budKYSYeQ kak, ketika udah diluar jam kantor kakak tetep bisa rawat juga
Ada cowo miskin yang nikah dengan cewe keluarga kaya dengan kondisi seperti ini:
1. Cowo masuk ke keluarga cewe
2. Cowo dijadikan direktur dalam akte perusahaan bisnis keluarga cewe
3. Cowo disuruh2 semua hal harus nurut
Tapi ada juga cowo miskin yang nikah dengan cewe keluarga kaya dengan kondisi seperti ini:
1. Cowo disupport mertua untuk mulai bisnis
2. Cowo brainstorm sama mertua
3. Cowo dikasih pegang penuh perusahaan mertua
Prabowo pidato muji Attaturk di depan partainya Erdogan, yang terkenal anti-Attaturk banget.
Respon warga Turki? Nganggep Prabowo 'savage' banget, gatau mereka kalo ini presiden cuma omon-omon gatau tempat aja aslinya😭😭
Please i do ask kindly untuk masyarakat pemilih 58% to please provide us with data dan alasan kenapa kita harus have a faith dengan pemerintahan prabowo?
Kalian selalu menghindari topik ini semenjak masa pemilu ketika kami tanya alasan kenapa kalian memilih prabowo, enlight us
Wah… CNN menyoal banyaknya jumlah Patwal di Laporan Khas 🙄
Saya posting screenshoot diskusi WAG dgn Mantan Kakorps Lantas Polri sbg referensi atas seijin Beliau