Selamat jalan, Mas Airlangga Pribadi Kusman. 🥀
Semoga setiap ilmu dan gagasan yang telah diwariskan menjadi amal jariyah yang menerangi jalan almarhum. Rest in peace, Mas Angga.
Titik Kebakaran di Kalimantan Sudah Hampir Satu Pulau.
Sudah tidak ada udara Segar. Yang ada Kabut Asap yang tebal mengganggu Pernapasan.
mana tanggungjawab Korporasi?
Pak Menhut Kemana?
dan Presiden Instruksi apa?
#praykalimantan
Kalau ke gelora Senayan namanya olahraga, bukan demo. Tujuan setiap demo turun ke jalan adalah menekan Penguasa dan menghentak kesadaran publik. Turun ke jalan adalah cara terakhir yang ditempuh mahasiswa ketika cara-cara yang lebih "soft" sudah tidak mempan.
Ga ada konsol. Ga ada tikum. Tiba2 meledak. Dg rentang usia teenage.
Jangankan abang-abangan vanguard, abang-abangan rimpang juga ga bisa baca.
Ini kondisi material di lapangan. Mau dipaksa-paksain teori juga blm ketemu penjelasannya.
Zu den massen. Lalu bikin pembacaan baru
Ki Hadjar memahat syair ini dari peluh kaum kromo; dari punggung-punggung yang patah digilas mesin kolonial. Internasionale adalah nyala api dari rahim penderitaan. Ia bukan gincu politik bagi mereka yang hari ini mewarisi watak penjajah berwajah pribumi.
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menegaskan, kabar mengenai adanya perjanjian pesawat militer Amerika Serikat bebas keluar masuk wilayah Indonesia masih dalam tahap pembahasan awal dan belum bersifat final.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas dan Infohan) Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan bahwa kabar yang beredar masih berupa rancangan awal.
“Ini merupakan rancangan awal yang masih dalam tahap pembahasan internal dan antarinstansi,” kata Rico dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).
Baca di: https://t.co/eZhkS3NtmN
~WR #TNI #Militer #AmerikaSerikat
🚨🇮🇩🇺🇸 EXPOSED: US seeks blanket overflight access via Indonesia. Defence Minister Sjafrie Sjamsoeddin to sign deal in Washington. No case-by-case approval. Just notification.
The empire expands. Indonesia opens its skies. The resistance watches. One deal at a time. one truth at a time. one empire exposed.
Prabowo approved. Sjafrie signs. The US gains. Indonesia loses sovereignty. The resistance asks why. One why at a time. one truth at a time. one free future at a time.
Blanket overflight. No approval needed. The US military moves freely. The resistance objects. One object at a time. one truth at a time. one justice at a time.
Classified document. Now public. The empire's plans exposed. The resistance's work continues.
Menindaklanjuti permintaan dari masyarakat Indonesia untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Iran, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia telah membuka rekening resmi donasi.
Langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi individu, institusi, maupun organisasi yang ingin menunjukkan solidaritas dan dukungan nyata kepada masyarakat Iran.
Seluruh donasi yang diterima akan digunakan untuk mendukung upaya rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah-wilayah yang terdampak.
Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian, empati, dan solidaritas yang tulus dari masyarakat Indonesia.
Setiap kontribusi adalah simbol persaudaraan dan nilai kemanusiaan yang luhur.
📍 Informasi rekening resmi:
Bank: BRI
Nama Rekening: Embassy of the Islamic Republic of Iran
Nomor Rekening: 020601002438302
#Donasi #KedubesIran #Iran #IndonesiaIran
State Sec. Rubio: “Imagine if instead of spending billions on weapons, Iran spent that money on its people. They’d have a much different country.”
Follow: @AFpost
Ribuan mahasiswa turun ke jalan di ibu kota Santiago, Kamis waktu setempat, untuk memprotes kebijakan pendidikan terbaru dari pemerintahan Presiden Jose Antonio Kast. Aksi massa yang awalnya berlangsung damai tersebut berakhir ricuh setelah terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian. Demonstrasi ini dipicu oleh keputusan pemerintah yang memangkas anggaran pendidikan sebesar tiga persen. Selain itu, para mahasiswa menolak kebijakan baru yang membatasi akses kuliah gratis hanya bagi mereka yang berusia di bawah 30 tahun.
#Chili #AksiMassa #MetroTV
Hari ini dalam sejarah, 21 Februari 1949, Tan Malaka meninggal dunia di Selopanggung, Kediri, Jawa Timur. Dia dieksekusi mati oleh Suradi Tekebek yang diperintahkan oleh Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya.
Pada 1965, ketika menjabat Komandan Korem Surabaya, Soekotjo mengambil alih jabatan Walikota Surabaya dari Moerachman. Walikota Surabaya dari nonpartai ini dekat dengan PKI yang memperoleh suara terbanyak di Kota Surabaya pada Pemilu 1955. Setelah peristiwa G30S 1965, Moerachman ditahan, dihabisi, dan dihilangkan, sampai sekarang tidak diketahui makamnya.
Tan Malaka menjadi ketua PKI menggantikan Semaoen yang diasingkan ke Belanda. Pada gilirannya, Tan Malaka juga diasingkan ke Belanda. Dia sempat dicalonkan menjadi anggota parlemen oleh Partai Komunis Belanda.
Tan Malaka kemudian menghadiri kongres Komintern (Komunis Internasional) di Moskow, di mana dia mengusulkan agar komunisme dan Pan-Islamisme bekerjasama. Setelah itu, dia pergi ke Canton sebagai agen Biro Timur Komintern.
Sempat ingin pulang ke Indonesia karena sakit, Tan Malaka kemudian melanjutkan petualangannya. Karena diburu polisi kolonial, Tan Malaka menggunakan nama samaran berbeda-beda di setiap negara yang disinggahinya. Tan Malaka memutuskan keluar dari PKI karena tidak setuju dengan pemberontakan PKI pada 1926 karena akan gagal dan membuat PKI dilarang serta banyak anggotanya dibuang. Tan Malaka kemudian mendirikan Partai Republik Indonesia (Pari).
Tan Malaka baru kembali ke Indonesia setelah Belanda dikalahkan Jepang. Dengan menyamar, dia bekerja di tambang batu bara di Bayah, Banten Selatan di bagian administrasi dan mengurus romusha.
Tan Malaka muncul setelah Indonesia merdeka. Pada masa revolusi kemerdekaan, dia menggalang kekuatan Persatuan Perjuangan, yang menghimpun 141 organisasi, untuk menentang diplomasi pemerintah yang berunding dengan Belanda. Tan Malaka menuntut Indonesia harus merdeka penuh 100%. Akibatnya, dia ditahan selama 2,5 tahun.
Setelah dibebaskan pasca peristiwa Madiun 1948, Tan Malaka bersama pengikutnya mendirikan Partai Murba. Setelah itu, dia memutuskan bergerilya di Jawa Timur hingga berakhir dieksekusi anggota TNI.
Belakangan ini Tan Malaka mendapat perhatian dari generasi muda. Buku-buku karyanya, seperti Madilog, Dari Penjara ke Penjara, Massa Actie, dan terbaru Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia) diterbitkan ulang. Meski Tan Malaka telah mati, tetapi pemikirannya terus hidup.*
Baca👉https://t.co/Pydmwagcw3
📷Tan Malaka.
JUST IN: President Trump says large United States oil companies are going to go into Venezuela and extract oil.
"As everyone knows, the oil business in Venezuela has been a bust, a total bust for a long period of time."
"We're going to have our very large United States oil companies go in, spend billions of dollars, fix the badly broken infrastructure..."