just because he has a higher pitched voice and “feminine” gesture doesn’t mean he’s gay and a “boti”??? yall need to fucking grow up and stop acting like a crybaby lmao
Waktu SMA, pikiranku soal kaum LGBT juga begini. Dulu inget banget pas jam kosong aku sama temen-temen lagi ngobrol. Terus ada yang nanya, "Kalau gay kan bisa saling tusuk, nah kalau lesbi ngapain?" Terus temenku dengan pedenya jawab, "Ya pakai dildo lah." 😭😭😭. Dulu bayanganku tentang LGBT ya di urusan seks doang.
Tapi semenjak kuliah, pandanganku mulai shifted. Aku jadi sadar kalau kaum LGBT ya sama aja kayak manusia pada umumnya, cuma ketertarikannya aja yang berbeda.
"Manusia pada umumnya" itu maksudnya apa? Ya mereka juga kuliah, kerja, ngeluh soal tugas, ngobrolin film, main game, curhat, nongkrong, pusing sama hidup, ketawa-ketawa bareng temen. Aktivitas sehari-harinya ya biasa aja.
Kalau kamu punya temen, biasanya apa yang diobrolin? Ya kehidupan sehari-hari kan? Kerjaan, tugas, hobi, makanan, gosip, rencana liburan.
Nah, kalau suatu hari kamu tahu ternyata temenmu LGBT, apa kamu langsung nanya, "Eh, kemarin pasti ngewe lewat pantat ya?" Kan enggak juga. Itu sama anehnya kayak kalau ketemu temen hetero terus langsung nanya, "Eh, semalam habis ngewe ya?" kan gak gitu ga sih?
Kadang kita tanpa sadar mereduksi satu kelompok orang cuma dari kehidupan seksualnya, padahal identitas mereka jauh lebih luas dari itu. Mereka ya manusia biasa yang kebetulan punya ketertarikan yang berbeda doang. Dah itu aje
AH AKU SUKA BANGET COUPLE INI!
Apip ini terbaik emang coy! dia ini awalnya ditolak terus sama Mamanya Shadira 14x. IYA EMPAT BELAS KALI DITOLAK wkwkw. karena mungkin mamanya khawatir, Shadira anak satu- satunya, perempuan pula.
sampai akhirnya, mamanya Shadira bilang "yaudah kalau kamu mau nikahin anak saya, beli rumah dulu." dan BENERAN, seminggu setelah mamanya ngmng gt, APIP LANGSUNG BELI RUMAH🥹🫶🏻
Lu bayangin aja, tweet yg tampak harmless ini (and is harmless) aja masih ada yang salty dan dirujak oleh orang-orang miserable yang di real life keknya emang nggak bisa banget liat orang lain lg bahagia.
Why? Because their lives are already that sad? How pitiful. 😔💔🥴
gue ngebayangin yang kasus LGBT di kampus jakarta waktu itu yang sampe di persekusi hingga bapak nya sujud sujud ditengah kumpulan mahasiswa yang katanya cendikia,
meanwhile yang begini, cuma dapat skors/cuti kmpus dan sebenarnya kasusnya ga terkuak ke umum kalo dia ga ikutan COC, yg artinya dia dilindungi dong yg maybe dengan dalih citra kampus.
miris sih, dari sisi kemanusiaan ga adil aja, dan back again, karena lo di indo, lo cakep, lo aman.