KASUS ANDRIE YUNUS:
EROPA SAJA GERAH, SIAPA AKTOR INTELEKTUALNYA? BONGKAR !!
Ini bukan kasus kriminal biasa. Ini cermin kondisi demokrasi kita.
SIAPA ANDRIE YUNUS?
Andrie Yunus lahir 16 Juni 1998, seorang pengacara dan aktivis HAM berkebangsaan Indonesia.
Ia menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), sebuah organisasi masyarakat sipil yang fokus pada advokasi korban kekerasan dan pelanggaran HAM.
Andrie dikenal aktif mengawal berbagai isu sensitif yang berkaitan dengan HAM, termasuk kasus pembunuhan di luar hukum di Timika, kasus kerangkeng manusia di Langkat, serta penembakan demonstran di Desa Bangkal pada 2023.
Ia juga menjadi salah satu suara kritis dalam penolakan revisi Undang-Undang TNI. Bahkan pada 2025, Andrie sempat melakukan interupsi dalam rapat tertutup pembahasan RUU tersebut.
Dengan kata lain:
Dia salah satu aktivis HAM paling vokal dan paling kritis terhadap institusi militer di Indonesia saat ini.
Kondisi mata Andrie bersifat permanen, menurut dokter spesialis mata RSCM yang hadir di persidangan. Andrie didiagnosis mengalami trauma kimia asam pada mata kanan serta gangguan penyesuaian dengan reaksi cemas yang masih dalam tahap perbaikan.
Seorang aktivis yang baru selesai podcast soal militerisme, pulang malam, disiram air keras.
Wajah, mata, tangan. Permanen.
Satu hari setelah kejadian, Mabes TNI mengumumkan bahwa empat prajurit anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS TNI) terlibat dalam aksi penyiraman air keras Andrie Yunus. Dua dari empat tersangka merupakan eksekutor penyiraman air keras, sedangkan peran dua tersangka lainnya masih diperiksa.
Keempat terdakwa adalah Sersan Dua Edi Sudarko, Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi, Kapten Nandala Dwi Prasetya, dan Letnan Satu Sami Lakka.
Oditur militer menyebut para terdakwa tersulut emosi karena aktivitas Andrie Yunus yang dianggap menyerang institusi TNI.
Ini bukan aksi kriminal jalanan yang kebetulan. Ini serangan terencana oleh personel intelijen militer aktif, kepada seorang aktivis HAM, karena ia kritis terhadap TNI. Dan itu diakui sendiri di pengadilan.
KONTROVERSI BESAR: KENAPA DIADILI DI PENGADILAN MILITER?
Di sinilah pangkal masalah yang membuat dunia internasional angkat bicara.
Koalisi masyarakat sipil meminta pemerintah untuk mengadili kasus ini dalam Peradilan Umum. Namun, TNI bersikeras untuk melakukan di pengadilan militer. Kuasa hukum Andrie Yunus yang tergabung dalam Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) sebelumnya telah menyampaikan penolakan terhadap proses hukum anggota BAIS TNI di peradilan militer.
Tim Advokasi Untuk Demokrasi menilai persidangan bernuansa ketidakadilan karena hakim dianggap tidak imparsial dan para terdakwa masih berstatus anggota aktif TNI yang tetap menerima gaji.
Tim kuasa hukum menilai kejahatan dilakukan secara terencana, para pelaku saling berkolaborasi untuk melakukan percobaan pembunuhan dengan menyiram air keras kepada Andrie Yunus.
Namun pengadilan militer hanya mendakwa mereka dengan penganiayaan berat.
Dakwaan primer dikenakan Pasal 469 ayat 1 juncto Pasal 20 huruf C Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun penjara.
Bayangkan: menyiram air keras secara terencana oleh anggota intelijen militer kepada aktivis HAM, diadili di pengadilan yang hakim-hakimnya juga militer, dan terdakwanya masih digaji negara selama proses sidang.
PERTANYAAN TERBESAR: SIAPA DALANGNYA?
Selama empat kali persidangan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, tidak ada nama lain yang ikut disebut.
Empat pelaku lapangan sudah diidentifikasi. Tapi pertanyaan yang sampai sekarang tidak dijawab adalah siapa yang memerintahkan? Siapa aktor intelektual di balik ini? Siapa yang mendanai operasi ini?
Parlemen Eropa menyatakan bahwa serangan terhadap Andrie Yunus yang dilakukan oleh empat anggota BAIS TNI kemungkinan besar terjadi akibat adanya rantai komando.
BAIS adalah badan intelijen strategis..
YANG SEHARUSNYA DAPAT GAJI BESAR
1. GURU
2. NAKES
YANG SEHARUSNYA TIDAK MAHAL
1. PENDIDIKAN
2. BUKU
3. IKAN, BUAH & SAYUR
YANG SEHARUSNYA SAMA
SISTEM SEKOLAH TIDAK ADA SWASTA TIDAK ADA NEGRI 😭
"saya berkuasa disini.. mau apa kamu ?! Ini wilayah saya !!",
begitu ucapan tentara yg baru procot, yg ngga pernah tau silsilah tanah milik siapa.
Kuwatir kalo Gusti Allah murka diambil semua tanah sama nyawa-nyawanya. Nauzubillah..
dibayar pake keringat dr rakyat. Tapi lebih membela perusahaan yg mengeksploitasi lahan milik rakyat masuk pak ekoo..👍
Slh satu kejadian paling mengerikan dlm sejarah manusia terungkap. Momen saat anak kecil yg lg bawa wadah air buat keluarganya yg dikepung + kehausan malah dibom, sampai tewas dan tubuhnya hancur. Video yg ga bisa dilupain sama dunia.
--
Qodrat Mohon Nyate Sapi minang Paris Arafah Nabi Ibrahim
Kisah ironis dan menyesakkan dada ini dialami oleh seorang Guru Besar Universitas Indonesia bernama Profesor Raldi Artono Koestoer.
Melihat tingginya angka kematian bayi prematur dari keluarga miskin yang tidak mampu membayar biaya sewa inkubator rumah sakit yang sangat mahal, ia menggunakan kecerdasannya untuk merakit inkubator bayi portabel berteknologi canggih namun sangat hemat listrik.
Hebatnya, ia sama sekali tidak mengomersialkan alat penopang kehidupan tersebut, melainkan meminjamkannya secara gratis kepada ribuan ibu miskin di berbagai pelosok daerah.
Namun bukannya diberi medali penghargaan atau dana bantuan riset oleh negara, gerakan mulia sang profesor justru mendapat tamparan keras dari sistem birokrasi.
Pada tahun 2016, pemerintah melalui kementerian terkait mendadak menegur dan mencoba menghentikan operasional peminjaman inkubator tersebut.
Alasannya sangat kaku, alat penyelamat nyawa itu dianggap melanggar aturan karena belum memiliki sertifikat izin edar dan Standar Nasional Indonesia layaknya produk alat medis komersial buatan pabrik raksasa.
Tuntutan untuk mengurus perizinan yang memakan biaya sangat mahal dan proses yang rumit tentu tidak masuk akal untuk sebuah proyek amal yang dijalankan secara swadaya.
Ironi menyedihkan ini sempat memancing kemarahan publik secara luas, memperlihatkan bukti nyata bagaimana sebuah inovasi jenius anak bangsa yang murni bergerak untuk misi kemanusiaan justru nyaris dicekik mati oleh aturan kertas di negerinya sendiri.
Inilah yang disebut kejahatan struktural.
Ketika negara membiarkan rakyat tetap miskin agar bergantung pada program dasar, ketergantungan itu kemudian dipakai untuk menekan mereka sendiri.
Rakyat dibuat tidak berdaya, sementara yang mampu berpikir kritis diintimidasi agar tidak membangun kesadaran dan tidak membongkar cara kerja sistem yang selama ini menindas mereka.
Penulis buku JOKOWI UNDERCOVER Bambang Tri, dipenjarakan Jokowi dua kali, Masing-masing 5 dan 6 tahun, total 11 tahun penjara.
Penulis buku JOKOWI's WHITE PAPER, Roy Suryo dan dr Tifa, dilaporkan Jokowi, dengan ancaman pasal 8 dan 12 tahun.
Sekarang 1 Ilmuwan lagi, Bonatua Silalahi, menulis buku hasil penelitian nya menjadi buku dengan judul lebih parah: IJAZAH JOKOWI TIDAK ADA!
Batak satu ini ampun deh, bikin judul buku straight to point, ngga ada manis-manisnya,. Langsung gubrak kata orang Betawi: "Lo kaga ade ijazah nye, Jek"
Lagi nunggu sambil hitung semut merah yang berbaris di dinding, kapan Jokowi bikin Laporan Polisi buat Bonatua.
Nanti jika Bonatua dipolisikan,. Maka. pasti ada lagi Peneliti yang bakal menerbitkan bukunya.
Yang sudah antri terbitkan buku tentang kepalsuan Ijazah Jokowi, kalau tidak salah adalah Rizal Fadillah, Profesor Tono Saksono, Topi Merah. Dan banyak lagi yang lain.
Percayalah 1 Tifa dan Roy berusaha ditumbangkan, akan muncul. 1000 Tifa dan Roy berikutnya.
Beginilah kalau orang2 pemerintahan disuruh berbisnis. Gak punya pengetahuan dasar, gak punya pengalaman, tapi merasa serba bisa.
Duit udah boncos buat bancakan antek2nya, presidennya masih aja ngide dg rencana2 yg gak membumi.
Ujung2nya dimanfaatkan lagi oleh maling dan begal anggaran buat memperkaya diri.
So, sudah berapa puluh kali Handai Tolan sekelian akhir-akhir ini mengetahui berita-berita kebencanaan dalam negeri dari media asing seperti ini?
Inilah satu dari jutaan ketidakbecusan rezim saat ini dalam mengelola negara.
KONDISI ACEH TERKINI!
khususnya daerah ujung Takengon yaitu Desa Reje Payung💔
masih hujan dan ini tuh jembatan untuk menuju desa :’)
anw, mobil terakhir masuk desa ini pada tahun 1996 dan baru aja ketika banjir terjadi mobil baru masuk untuk melakukan pertolongan
semenjak post tentang Aceh, banyak akun bodong mengatasnamakan ABAH (ayahku) dan dia follow semua orang terdekatku
heran banget ya garagara post sesuatu yang real ya emang Aceh belum pulih tapi malah diserang buzzer lol aneh bgt
tadi sempat amazed ada lihat berita prabowo kurbankan 1.098 ekor sapi
ternyata pas lihat berita yg ini, duitnya pakai APBN dgn total anggaran 100 milliar 😭
"jadi sumber anggarannya dari APBN ya kurang lebih anggaran yg
dikeluarkan sebanyak Rp100-an
miliar," ujar Juri Wamensesneg
@txtdrimedia Capek deh..
Kalau masih pakai APBN ini sih bukan kurban, tapi sedekah kolektif.
Seperti anak Sekolah patungan utk beli kambing Kurban.
Giliran Bantuan, Kurban, Kalian sebut Presiden Prabowo.
Giliran Utang Kalian sebut Utang Negara
Memang Pea, lingkungan itu
😰😡