Pray for tapteng🥀
Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya di Kecamatan Tukka dan Badiri, saya turut prihatin yang mendalam atas musibah banjir yang kembali melanda pemukiman kita. Kita semua tahu dan melihat sendiri bahwa tanggul yang jebol menjadi pemicu utama air masuk dan merendam rumah-rumah warga.
Untuk masyarakat sekalian, mari kita tetap berdoa atas ujian yang diberikan Tuhan ini. Sebab, jika kita mulai bicara soal bagaimana kinerja pemerintah dalam menanggulangi banjir agar tanggul tidak jebol lagi, mereka dan para pendukungnya pasti akan kompak menjawab, "salahkan alam" atau bahkan menyebut ini "karena dosa". Biarlah mereka berkata demikian. Mungkin karena bukan mereka yang merasakan langsung sedih, lelah, dan sakitnya saat air kotor masuk ke dalam rumah.
Kepada warga, jika hujan sudah mulai turun, alangkah baiknya kita segera bersiap menghadapi segala kemungkinan. Jangan menunggu air membesar baru mengungsi. Lebih baik mengamankan diri ke tempat yang lebih aman sejak awal. Selain itu, ada baiknya beberapa perwakilan warga ikut memantau kondisi tanggul buatan Pemkab saat hujan turun. Jika kondisinya sudah mengkhawatirkan, segera imbau warga lain. Kita tahu sendiri, pemerintah biasanya baru datang saat banjir sudah merendam, bukan turun langsung untuk memberikan imbauan antisipasi.
Tidak usah mempertanyakan lagi bagaimana kinerja pemerintah, biarlah seperti itu. Kita semua tahu apa yang sudah mereka kerjakan atau lebih tepatnya, yang gagal mereka kerjakan. Tanggul seperti apa yang dibuat? Penanggulangan bencana macam apa yang disiapkan? Jika kita protes, akan banyak orang yang mendadak buta fakta dan membela dengan dalih "semua karena faktor alam".
Padahal, jika benar-benar bekerja, hasilnya pasti kelihatan secara nyata, bukan malah menyalahkan alam. Apa hasil kerja mereka sampai detik ini? Jawablah di dalam hati masing-masing. Jika kita mengkritik Pemkab, orang-orang bodoh akan selalu berdalih soal alam. Lalu bagaimana dengan Jaminan Hidup (Jadup), dana stimulan, dan hunian tetap? Apakah itu semua juga urusan alam? Jelas tidak, tapi kenapa prosesnya sangat lambat?
Cukuplah semua omong kosong ini. Mari kita sadar mulai detik ini. Jujur, saya adalah salah satu orang yang memilih Pemkab yang sekarang. Namun melihat kondisi lapangan dan hasil kerja yang berantakan seperti ini, saya tidak akan mau menjadi buta untuk membela mereka.
Semoga kita semua selalu dilindungi oleh Tuhan dari marabahaya. Ingat, ini sudah memasuki musim penghujan. Siapkan dan simpan barang-barang berharga dengan baik di tempat yang aman. Jadi, jika banjir kembali datang, kita bisa langsung menyelamatkan diri dengan cepat. Jangan berharap pada pemerintah itu semua omong kosong. Berdoalah kepada Tuhan, karena jika kita menuntut pemerintah, kita sudah tahu jawaban klise mereka: "ALAM". Tapi jika ditanya soal kinerja nyata, mereka tidak akan pernah bisa menjawabnya.
Semoga Tuhan melindungi kalian semua di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Nagita: "Kalau kita zaman dulu ya, zaman aku muda tuh kan pengen beli make up, pengen beli rumah, cita-cita gitu.
Tapi ngelihat Gen Z sekarang tuh mereka tuh lebih kepada experience gitu. Mereka pengennya liburan, pengen nonton konser.
Jadi tabungannya mereka tuh kebanyakan setelah kita lihat memang dihabiskan untuk itu."
Stop intimidasi terhadap jurnalis.
Kontributor jurnalis Project Multatuli, Anggita Raissa, bersama tiga jurnalis dari Konde, Tempo, dan Mongabay, mengalami pengawasan, penolakan, hingga terpaksa dievakuasi saat hendak meliput dampak industri nikel di Pulau Obi, Maluku Utara.
Video termahal…!!
Namun kejadian kapan dan di mana tidak disebutkan…
Ibu ini berani sekali memvideokan kejadian nyata.
Mana nih, kinerja aparat.
Terang benderang kayak gini.
Pajak yg udh gw bayar buat gaji anak lu :
• PPN 11% tiap kali makan, belanja, atau pakai jasa
• PPh puluhan juta per tahun
• Pajak mobil 2 dan motor 3 (saat beli dan tiap tahun)
• Pajak rumah (PBB)
• Pajak usaha kontrakan
• Pajak tiket pesawat
• Pajak saat lewat jalan tol
• Pajak BBM
• Pajak pulsa, paket data, internet, dan listrik
• Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)
• Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan
• SWDKLLJ saat bayar pajak kendaraan
• Pajak rokok
• Pajak hotel
• Pajak restoran dan kafe
• Pajak parkir
• Pajak hiburan (bioskop, konser, tempat rekreasi tertentu)
• Bea Meterai
• Pajak jual beli properti
• Pajak deposito dan investasi tertentu
• Pajak impor barang dari luar negeri
• Bea masuk barang impor
• Pajak reklame
• Pajak penerangan jalan (di tagihan listrik)
• Pajak transaksi saham tertentu
• Pajak transaksi kripto
• Pajak hadiah undian
• Pajak sewa tanah dan bangunan
• Pajak penghasilan UMKM/usaha tertentu
• Retribusi pasar
• Retribusi kebersihan/sampah
• Retribusi perizinan tertentu
• Biaya administrasi dan pungutan daerah lainnya.
Terus masih dibilang kurang kontribusi ke negara. 😅
Istri Petani yang T3w4s di Labuhanbatu Utara sebut Suaminya Di4ni4ya hingga Leher Diinjak Anggota TNI
Desi Natalia istri dari Luis David, petani yang t3w4s di ladang sawit dlaniay4 oleh anggota TNI dan pensiunan TNI.
Selain dipiting, Luis juga diinjak pada bagian lehernya hingga m3ningg4l dunia.
Berikut adalah keterangan Desi, Selasa (23/6/2026).
Wapres sudah TERBUKTI melakukan tindak PENYUAPAN terhadap mahasiswa.
Berarti ini sudah sesuai dengan Pasal 7A UUD 1945.
Berarti sudah SAH dan harus DI BERHENTIKAN sesuai dengan hukum dan UU yang berlaku 🔥🔥
Hasan : orang terdekatnya (Dadan) presiden saja ditangkap tanpa pandang bulu.
Fatimah : keberhasilan berantas korupsi bukan penangkapan seseorang tapi dari sistem, bukti gagalnya sistem orang terdekatnya presiden saja korupsi apalagi yang jauh disana?
Fatimah sedang memasak Hasan 🔥
Lagi, lagi dan lagi closing statement yang tepat sasaran dari wakil ketua BEM UI Fatimah Azzahra persis berdiri dan berbicara disamping orang dekat presiden. ❤️✊☺️
@LambeSahamjja Pendidikan dan Kesehatan mah buka prioritas dia. Yg pendidikannya bagus gak akan milih dia, yg sehat secara akal juga gak bakal milih dia. Jadi gak heran dia gak peduli, gak ada untungnya buat dia di 2029 nanti.
Kalau nanti tarif listrik sampai naik, jangan cuma marah ke PLN. Salah satu yang harus ikut disalahkan adalah MBG.
Kok bisa?
Mari saya jelaskan.
Masalah listrik hari ini salah satunya berawal dari pasokan batu bara ke PLN yang tidak lancar. Padahal batu bara itu bahan bakar utama banyak pembangkit listrik kita.
Kenapa bisa terjadi?
Karena ada yang namanya DMO (Domestic Market Obligation)
Sederhananya, perusahaan batu bara diwajibkan menjual sebagian produksinya untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk ke PLN.
Masalahnya, harga batu bara untuk PLN dipatok lebih rendah dibanding harga pasar ekspor.
Jadi secara bisnis, pengusaha batu bara lebih "tergoda" menjual ke luar negeri karena marginnya lebih besar.
Kalau pemerintah mau bikin pasokan PLN aman, harga batu bara DMO harus dibuat lebih kompetitif.
Tapi konsekuensinya biaya produksi listrik PLN naik.
Nah, dari sini pilihannya cuma dua:
tarif listrik dinaikkan, atau subsidi/kompensasi listrik ditambah.
Saat ini, subsidi listrik sekitar Rp90–100 triliun per tahun.
Jika ditambah kompensasi untuk menahan tarif, beban listrik di APBN bisa tembus Rp245,58 triliun.
Masalahnya, ruang fiskal negara sudah keburu disedot program jumbo seperti MBG.
Jadi ketika subsidi listrik butuh tambahan, pemerintah akan bilang APBN terbatas.
Ujung-ujungnya?
rakyat lagi yang diminta untuk mengerti:
bayar listrik lebih mahal,
atau terima pemadaman bergilir.
Dan semua ini tidak akan terjadi kalau ratusan triliun APBN tidak dikunci untuk MBG.
DARITADI NANGISIN INI😭😭,
“saya butuh makan”😭
“rumah saya dibekasi pa”😭
“anak saya sekolah” 😭
“saya butuh makan pak”😭
“tolong pak” “tolong”😭
“Saya minta tolong pak”😭😭😭😭
Driver ojol ini motornya diangkut dishub dia habis ambil orderan customer di pisang goreng bu nanik. Dan sekarang pihak bu nanik pun minta tolong buat yang kenal dengan drivernya. Tolong bantu viralkan ya!!!😭😭😭
Guys ini namanya Ketika hati nurani sudah tidak ada lagi nggak sih?🥲
Ntah kepada siapa lagi kita berharap😭
sc:threadsyetyhandayanii
@LambeSahamjja Ngak percaya pakai dana pribadi, tugas negara kok pakai dana pribadi? Berkurban aja yg shrusnya pkai dana pribadi malah pkai dana APBN. Kami tdk sebodoh itu Teddy.