sonyy baru aja mengaku sesuatu tentang kasus korupsi MBG :
- nanik sendiri di ketahui memiliki dapur SPPG MBG
- Nanik 3 kali ganti nama yayasan di titik SPPG miliknya sendiri
- Titik SPPG Nanik tersebar di Madiun, Tapos Bogor, dan Karang Asem
- Prosedurnya harus pakai surat resmi Nanik tidak pernah kirim surat
- Nanik cuma bilang ke Sony: "Pokoknya diganti!"
- Ini terungkap dari BAP Sony Sonjaya (tersangka kasus MBG) di Kejagung
padahal sebelumnya wakil BGN bilang pegawai BGN tidak boleh punya dapur SPPG
kalo sudah begini apakah akan di tindak atau omon omon?
"Tentara adalah orang yang berpikiran pendek, karna kalau tidak mereka akan memilih menjadi sarjana"
- TNI (Purn.) Soleman B. Ponto
Setuju ga? Mimin sih setuju banget
Ya memang harus begitu. Karena:
1. Kita ga dikasi pilihan lain buat langganan listrik, hanya PLN.
2. Kalo mati lampu, PLN tinggal minta maaf, gratis. Itupun kalo mau minta maaf.
3. Kalo kita yang telat bayar, gabisa cuma minta maaf, tetap didenda bahkan dicabut.
Untunge ndisik siti hawa mung njaluk kon metik buah quldi. Bayangno yen beliau njaluk kon ndongkel sak oyot e? Pora kon manggon kerak bumi dewe iki. π
Kompas akhir pekan menghadirkan foto sampul yang sarat makna. Saya rasa ini bukan pilihan tak sengaja. Ada yang mau disampaikan, terutama nasib kelas menengah yang diwakili poster itu. Dan tawa, ya mungkin tawa yang tersisa sebagai penghiburan dan ekspresi kegetiran.
Kalau nanti tarif listrik sampai naik, jangan cuma marah ke PLN. Salah satu yang harus ikut disalahkan adalah MBG.
Kok bisa?
Mari saya jelaskan.
Masalah listrik hari ini salah satunya berawal dari pasokan batu bara ke PLN yang tidak lancar. Padahal batu bara itu bahan bakar utama banyak pembangkit listrik kita.
Kenapa bisa terjadi?
Karena ada yang namanya DMO (Domestic Market Obligation)
Sederhananya, perusahaan batu bara diwajibkan menjual sebagian produksinya untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk ke PLN.
Masalahnya, harga batu bara untuk PLN dipatok lebih rendah dibanding harga pasar ekspor.
Jadi secara bisnis, pengusaha batu bara lebih "tergoda" menjual ke luar negeri karena marginnya lebih besar.
Kalau pemerintah mau bikin pasokan PLN aman, harga batu bara DMO harus dibuat lebih kompetitif.
Tapi konsekuensinya biaya produksi listrik PLN naik.
Nah, dari sini pilihannya cuma dua:
tarif listrik dinaikkan, atau subsidi/kompensasi listrik ditambah.
Saat ini, subsidi listrik sekitar Rp90β100 triliun per tahun.
Jika ditambah kompensasi untuk menahan tarif, beban listrik di APBN bisa tembus Rp245,58 triliun.
Masalahnya, ruang fiskal negara sudah keburu disedot program jumbo seperti MBG.
Jadi ketika subsidi listrik butuh tambahan, pemerintah akan bilang APBN terbatas.
Ujung-ujungnya?
rakyat lagi yang diminta untuk mengerti:
bayar listrik lebih mahal,
atau terima pemadaman bergilir.
Dan semua ini tidak akan terjadi kalau ratusan triliun APBN tidak dikunci untuk MBG.
Inalillahiwainailaihirojiun
Telah Meninggal Pemain Preman Pensiun
Cuk Nugroho ( Saep Copet)
Pada hari ini 20 Juni 2026
Pukul 08.51 di RSUD Cibabat cimahi.
husnul khotimah.
Aamiin