Aku akan tetap dengan sama mencintaimu. Akan selalu sama seperti dulu saat pertama kali aku mengucapkannya. Terlepas bagaimana semesta menghadirkan kenyataannya, itu urusan lain. Terus mencintaimu adalah urusan pribadiku.
Aku tak pernah mengkhawatirkan apapun sebelum realitas pahit ini akhirnya mau tidak mau harus aku telan. Realitas pahit yg ternyata datang dari sudut yg tidak pernah ada dlm daftar pikiranku selama ini.
Semuanya sudah terjadi. Mari lanjutkan petualangan. Pincang sedikit tak apa.
Gw ga bakal kemakan ama argumen-argumen sampah di sosial media yang katanya kalo dia gini, kamu juga gini, kalo ini ini, itu ita, kalo ternyata iti, maka sudah seharusnya lu ita.
Awas brengsek! Gw mau perjuangin selagi dikasih napas ama Tuhan!
Berbagi fenomena telah terjadi di awal tahun ini. Banyak yang merayakan kemenangannya, beberapa di antaranya berhasil menggapai angan dan cita, sisanya merasakan sakit hati yang tiada duanya.
Realitas pahitnya adalah, ternyata, notifikasi riang gembira itu kini t'lah berubah menjadi susunan irama senyap yg terus menghiasi dinding pilu.
Entah sedang rapat atau sudah pindah tempat. Satu yg pasti, aku akan selalu memiliki daya ingat yg kuat ttg apa yg sudah kita pahat.
Memperjuangkan sesuatu yang sudah tak ingin diperjuangkan adalah kesia-siaan absolut. Membujuk sesuatu yang sudah tak ingin merujuk adalah kesia-siaan absolut yang ke dua. Meyakinkan sesuatu yang sudah tak yakin adalah bentuk kesia-siaan absolut berikutnya.
Semua yg menjadi milikmu, akan tetap menjadi milikmu. Semua yg menjadi hakmu, akan tetap menjadi hakmu. Semua yg seharusnya terjadi, maka akan terjadi.
Juga sebaliknya, yg BUKAN pun akan demikian. Kuncinya ada pada usaha & harapan yg tak boleh, sebenarnya, berhenti kau panjat.
Memperjuangkan sesuatu yang sudah tak ingin diperjuangkan adalah kesia-siaan absolut. Membujuk sesuatu yang sudah tak ingin merujuk adalah kesia-siaan absolut yang ke dua. Meyakinkan sesuatu yang sudah tak yakin adalah bentuk kesia-siaan absolut berikutnya.
Masalah memang didesain hadir dalam rangka pendewasaan diri. Siapa-siapa dapat menghadapi dan menyelesaikan masalah, ia akan tumbuh. Siapa-siapa menghindar dan memilih lari dari masalah, maka perlahan ia akan runtuh.
Begitulah cara seleksi kehidupan menjalankan dinamikanya.
Bagaimana jika ternyata, kita sdh tak lagi berada pd satu lintasan yg sama dlm mewujudkan komunikasi2 yg sempat kita rencanakan dgn penuh keyakinan di masa2 itu?
Sedih utk mengungkapkannya. Tapi nampaknya, kesedihan itu berpotensi besar utk menjelma menjadi sebuah bentuk realita.