Bos kartel narkoba internasional ANGELO PANDELI (anggota Hells Angels, diduga ngedalikan impor narkoba ~Rp 16 TRILIUN ke Australia) ketangkep sama Bareskrim POLRI di Bali ๐จ cara nangkepnya? bikin geleng kepala.
Dia mau kabur naik PRIVATE JET dari Denpasar ke Mozambik, Afrika ๐ฉ๏ธ pake nama palsu "George Anderson" + paspor Brasil. Udah hampir lepas landas, sampe pesawatnya bisa-bisanya jalan ke runway ๐
Petugas Imigrasi Ngurah Rai jeli โ nemu kejanggalan, langsung koordinasi sama otoritas bandara buat TARIK PESAWAT BALIK dari runway. Pas dicek isi pesawat... si Angelo ngumpet di TOILET ๐ฝ bos kartel miliaran dolar, ketangkep kayak kucing kepergok.
Dicek Interpol โ HIT Blue Notice skor 100/100 โ next step: dideportasi ke Australia.
Moral: ga ada buronan yang "ga tertangkap", cuma yang BELUM. Salut untuk petugas Imigrasi Ngurah Rai yang punya nyali narik jet pribadi dari runway ๐ซก๐ฅ
Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal
Empat terduga pelaku penyirama air keras terhadap Andrie Yunus adalah anggota TNI dari Detasemen Markas Badan Intelejen Strategis TNI (BAIS).
Berikutnya adalah secara terbuka dan transparan mengungkap dalang atau aktor intelektualnya.
Aktivis Komisi Untuk Orang Hilang untuk Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus mengalami penyiraman air keras setelah siniar (podcast) dengan tajuk Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLHBHI).
Penyiraman itu terjadi di kawasan Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) pukul 23.00 WIB.
"Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen," kata keterangan Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya yang diterima NU Online pada Jumat (13/3/2026).
Dimas menegaskan, tindakan tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela hak asasi manusia (HAM).
Apabila merujuk pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, Pasal 66 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Peraturan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Prosedur Perlindungan Terhadap Pembela HAM," tulisnya.
Dimas berharap peristiwa ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum dan masyarakat sipil, agar kasus tersebut dapat segera diusut secara tuntas. "Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut.
Mengingat, upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal dunia," jelasnya. Dari rekaman CCTV, pelaku yang berjumlah dua orang datang menggunakan sepeda motor matic.
Salah satu pelaku mengenakan helm, sementara yang lainnya tidak. Keduanya sempat memutar balik kendaraan agar dapat berpapasan dengan Andrie Yunus yang juga sedang mengendarai motor matic.
#andrieyunus #kontras #aktivis
Tadi malam Andrie Yunus aktivis @KontraS disiram air keras oleh orang tidak dikenal saat pulang dari kantor @YLBHI. Andrie baru saja melakukan rekaman untuk podcast bertema "remiliterisme dan judical review di Indonesia". Dari hasil pemeriksaan Andrie mengalami luka bakar hingga 24 persen.
Peristiwa penyiraman air keras ini adalah bentuk teror kepada kelompok masyarakat sipil yang kritis membela demokrasi. Kami mengutuk keras tindakan ini dan meminta agar Kepolisian dan pihak berwenang bisa mengusut tuntas kasus tersebut. Jangan sampai masyarakat terancam dan tidak aman ketika menyampaikan kritik kepada penguasa.
Saya bukan pemberani, tapi melihat apa yg sdg terjadi di negeri ini, saya tdk bisa diam lagi.
Saya bukan hidup terjepit karena kebijakan pemerintah, tapi merasakan uang pajak dihamburkan membuat saya emosi.
Saya saat ini hidup nyaman tapi melihat seorang aktivis disiram air keras membuat kejadian ini sdh tdk bisa dibiarkan.
Saya mungkin bisa sembunyi dalam kesenangan, tapi beberapa kali penegak hukum membunuh tanpa alasan membuat diri ini geram.
Jika cari aman,selamat,nyaman saya akan ber haha hihi diam saja, tapi tunggu, hal tsb bisa menimpa kita semua.
Jika kezaliman kita biarkan saja maka azabnya kita pula yg merasakan.
Sudah saatnya kita berisik, berteriak kpd kezaliman. Karena yg berbuat lalim jika dibiarkan mereka merasa menang.
Iโm hearing extremely concerning news that Andrie Yunus, the Deputy Coordinator of the Commission for the Disappeared & Victims of Violence (@KontraS) suffered an acid attack carried out by unidentified individuals, resulting in serious injuries across his body. I call on the Indonesian authorities to carry out thorough investigations into this horrific attack. Impunity for violence against HRDs is unacceptable. @IndonesiaGeneva@Kemlu_RI
Airmata yang Tidak Seharusnya Jatuh
Dari Seorang Warga, Mantan Diaspora, dan Kader Muhammadiyah untuk Ira Puspadewi
Ada kalanya sebuah berita membuat kita berhenti sejenak, menarik napas dalam, lalu bertanya, "Mengapa seseorang yang begitu rapi jalan hidupnya harus menerima nasib seberat ini?"
Itulah yang saya rasakan ketika membaca kabar vonis terhadap Ira Puspadewi, seorang perempuan yang bagi saya mewakili integritas, profesionalisme, dan dedikasi, baik sebagai pemimpin BUMN maupun sebagai kader Muhammadiyah.
Saya mengenal nama Ira bukan dari kasusnya, tetapi dari rekam jejaknya. Ia bukan sekadar perempuan karier yang sukses. Ia pernah pulang dari dunia korporasi internasional, meninggalkan posisi aman dan mapan di luar negeri untuk mengabdi di tanah air. Ia memimpin Sarinah, Pos Indonesia, sampai ASDP. Dan di setiap tempat, ia membawa jejak yang sama: rapi, tertib, tanpa gaduh, dan jauh dari gaya hidup glamor pejabat.
Dan yang paling membuat saya tertegun. Ira adalah kader Muhammadiyah. Tercatat resmi sebagai Wakil Bendahara II Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Muhammadiyah.
Seorang muslimah yang menjaga prinsip, yang sudah terbiasa bekerja dalam sunyi, memberi dalam diam.
Ketika membaca kembali kisah-kisah yang dituliskan sahabat lamanya, saya menemukan potongan-potongan kecil yang justru paling menyentuh. Ira yang naik kelas ekonomi di pesawat meski memimpin BUMN besar. Ira yang memilih menginap di hotel Amaris ketika direktur lain memilih hotel bintang lima. Ira yang malah menampung teman di rumahnya ketika sang teman sedang menghadapi masa sulit.
Kita sering bicara soal integritas, tapi Ira menunjukkannya justru di saat-saat yang tak terlihat kamera. Itu yang membuat kasus yang menimpanya terasa janggal bagi banyak orang.
Terlebih ketika Ketua Majelis Hakim sendiri menyatakan dissenting opinion. Bahwa apa yang dilakukan Ira adalah aksi korporasi yang sah, dilindungi Business Judgment Rule, dilakukan dengan itikad baik, dan melalui proses yang transparan. Bahkan uji tuntas dilakukan oleh tujuh lembaga, termasuk BPK, BPKP, Deloitte, dan PWC.
Di titik itu, saya bertanya sendiri. Kalau seorang profesional yang mengikuti prosedur, melakukan uji tuntas, tidak mengambil keuntungan pribadi, dan bekerja dengan integritas pun tetap tersandung, apa kabar yang lain?
Sebagai seorang warga negara, mantan diaspora yang dulu kembali dengan semangat ingin melihat Indonesia lebih maju, dan sebagai kader Muhammadiyah yang percaya pada nilai keadilan, kejujuran, dan kerja keras, saya merasa perlu menuliskan dukungan ini.
Bukan dukungan untuk membela membabi buta.
Bukan pula untuk mengintervensi proses hukum.
Namun sebagai pengakuan atas manusia yang saya lihat bersih jalannya, yang saya harap mendapatkan keadilan seadil-adilnya. Seorang perempuan yang tidak hanya membangun perusahaan, tetapi juga membangun manusia: teman, sahabat, dan komunitasnya.
Ira telah memberi banyak pada bangsa ini. Lebih dari sebagian besar dari kita.
Ia pulang ketika banyak memilih menetap di luar negeri.
Ia bekerja ketika banyak memilih kenyamanan.
Ia menata sistem ketika banyak memilih zona abu-abu.
Dan bagi saya, seorang yang bekerja sejujur dan sekeras itu, tidak seharusnya berdiri sendirian ketika badai datang.
Saya hanya bisa berharap, dan ikut mendoakan, agar proses berikutnya menghadirkan keadilan yang sebenar-benarnya. Agar suara jernih seperti pandangan Hakim Sunoto menjadi pijakan bagi upaya banding. Agar nama baik yang tercoreng dapat dipulihkan. Dan agar sejarah kelak mencatat bahwa Ira Puspadewi adalah contoh seorang muslimah profesional Indonesia yang tetap tegak meski diuji dengan keras.
Sebagai warga, sebagai kader, dan sebagai sesama manusia, saya ingin mengatakan. Ira tidak sendiri.
Dan kebenaran, jika memang berpihak kepadanya, semoga menemukan jalannya kembali.
(Ismail Fahmi)
@ismailfahmi Terima kasih banyak Mas. Ini luar biasa berguna. Selama ini, persoalan WC memang urgen sekali. CSR Drone Emprit ini adalah sebuah ikhtiar yang luar biasa dan berguna sekali untuk masyarakat.
Salam Hormat
Ketua Panitia Kalondo Lopi & Ketua Dewan Adat Sangiang Api. ๐๐๐
Hari ini, Hari Kartini dirayakan untuk menghormati perjuangan Kartini dan mempromosikan kesetaraan gender serta peran wanita dalam pembangunan Indonesia.
Selamat Hari Kartini untuk perempuan Indonesia yang berjuang untuk dirinya dan lingkungannya.
#KemendesPDTT#HariKartini