Dimana ya salahnya twit @unmagnetism ini?
- Kalau ada orang/kelompok orang, membela terduga korupsi hanya karena kasusnya baru diusut, boleh kan disebut dungu org tsb? Apa karena pakai kata "goblok" jadi serasa kasar?
- Dan tentu Harun Masiku jgn dilupa.
Salahnya dimana?
@PartaiSocmed Begitu 4 menteri hadir dgn paparan sesuai jobdesknya..., eh bilang menteri itu kan pembantu Presiden.
Mana ada pembantu yg menjelekan majikannya ?
Lha... lha... lha... yg minta dihadirkan kan mereka, tp lagi2 ngelesnya di luar nalar.
Dimana sifat KENEGARAWANMU ???
Kejadian di MK (1): Tuduhan Curang Karena Bansos.
TA: Yang Mulia, paslon 02 menang dengan curang, lewat bagi2 Bansos.
HK: Maksud sdr, Paslon 02 bagi2 Bansos?
TA: Bukan Yang Mulia. Tapi Presiden yg bagi2 Bansos.
HK: Presiden kan bukan peserta Pilpres.
TA: Anu Yang Mulia, memang Presiden yg bagi2 Bansos, tapi untuk mengkampanyekan 02.
HK: Sdr punya bukti, Presiden Kampanyekan 02 lewat Bansos yg dibagikan?
TA: Eh uh, anu Yang Mulia, Tidak ada. Tapi karena Bansos itu 02 menang.
HK: Lha buktinya apa?
TA: Ya kami yakin Yang Mulia, kalau tidak ada Bansos maka 02 tidak akan menang.
HK: Trus, apa bukti sdr rakyat yg pilih 02 karena Bansos yg dibagikan Presiden. Coba hadirkan saksinya ke sini.
TA: eh uh eh uh Anu Yang Mulia. Tidak ada yg mulia.
HK: (sambil ngelus dodo), trus apa bukti curangnya. Apakah pemilih 01 tidak ada yg terima Bansos?
TA: Ada yg mulia.
HK: Berarti 01 curang juga dong, karena Presiden bagi2 Bansos sehingga rakyat pilih 01.
TA:.........@#@$@@@$%
Kisah MK di negeri seberang.
Dua orang pecundang ini @aniesbaswedan dan @cakimiNOW kedepan jgn diajak lagi kontestasi Politik apapun. Lebih gentle Ahok daripada Anies ternyata.
Memang hak kalian berdua membawa ke MK, tapi narasi Anies yg sudah menuduh pemenang telah curang dan katakan kedepan akan lahirkan kebijakan tidak adil, sudah jelas fitnah yg tak mendasar.
Wis wis
Ojo diajak dua orang ini ke pemerintahan. Bikin rusuh adu domba rakyat saja.
Menjelang Ramadhan, bukannya menyiapkan diri untuk ibadah. Malah benturin NU dan Muhammadiyah.
Sebagai adik, kita tu hormat sama Muhammadiyah. Kalau boleh cium tangan, kami akan sungkem bolak balik. Mereka aja yg gak mau. 😃
Bayangkan, saat mau puasa, kami persilakan kakak kami duluan.
Waktunya Tarawih, kami juga rela pulang belakangan.
Kakak Muhammadiyah bikin kampus, warga NU kami suruh kuliah di sana.
Meskipun ketika kami bikin pesantren jarang yang mau mondok di mari.
NU dan Muhammadiyah lahir dari guru yang sama. Satu milih dakwah di kota satunya di desa.
Itulah kenapa Jumlah Follower kita berbeda 😎
Surat Untuk Pemuja Penceramah Salafi Wahabi.
Sepertinya langsung saja.
Kejadian ditolaknyanya Syafiq Riza Baasalamah di Surabaya, para pemujanya keluar semua di X, ini surat untuk antum Ikhwan...
Pertama, para penceramah2 Salafi Wahabi, mereka tidak akan mengaku jk mereka berpaham Wahabi, penolakannya biasanya begini, kita Manhaj Salaf, bukan Wahabi. Kita Ahlussunnah bukan Wahabi. Lihat saja mereka tidak radikal, taat kepada pemerintah, melarang demo dll. Oke saya jawab satu2. Manhaj Salaf yang mana? Jika masih isi kajiannya soal “Syirik, Kafir, Bid`ah”, intoleran, misalnya, jangan berteman dg Non Muslim, Jangan pake Nama Sri dan Wisnu, Musik haram dll, ya itu Wahabi. Crsytal Clear ya mereka Wahabi. Lalu bagaimana dg ajaran mereka kan tidak radikal? Taat kepada pemerintah, ya memang awalnya begitu, pendirinya, Si Muhammad Bin Abdul Wahab di Nejad dahulu juga begitu, awalnya hanya bilang ziarah kubur tidak ada dalilnya, lalu banyak pengikutnya, berubah narasi menjadi ziarah kubur syirik, agak besar pengikutnya, mulai mendatangi orang yang ziarah kubur, menghadang, merusak, dan jika sudah besar, maka mereka membunuh orang yang berziarah kubur. Soal taat pemerintah juga sama, Pendiri Wahabi taat dan koalisi sama Politikus, namanya Saud, untuk apa? Cari posisi hingga finalnya paham Wahabi menjadi paham keagamaan tunggal Saudi al arabiyah.
Kedua, jika hendak belajar apapun, terlebih belajar agama, Mbok ya banyak membaca, jangan satu arah, bacanya malah buku2 Wahabi, jangan, Mbok ya baca juga bagaimana Wahabisme menjadi monster yang sangat mengerikan dalam sejarah kelam Islam di jazirah arab. Wahabisme mengajarkan pemurnian akidah, pemurnian Islam, yg kemudian lahir cara manfsirkan agama yg konyol, tekstualis, eklusif dan pada finalnya adalah, La Hukma Illa Iillah, tidak ada hukum kecuali hukum Allah, tidak ada demokrasi, tidak ada raja, yg ada Syariat Islam ditegakkan menjadi dasar negara. Mereka akan sepakat bahwa Khilafah Islamiyah harus tegak pada akhirnya. Coba baca sedikit saja soal bagaimana ISIS, Al Qaeda, genealoginya kemana? Sama, kafir, syirik, harus pake syariat islam, intoleran. Kok ya malah mau ngaji islam sama mereka? Ga kurang2 Kiai NU dan Muhammadiyah di Media sosial juga.
Ketiga, untuk para pemuja penceramah Wahabi, Ini ada data dari BNPT, bahwa Napi Teroris itu, berpaham Salafi Wahabi, ini fakta Ikhwan, Ya allah, wahabi slafi tidak mengajarkan bikin bom, namun ajaran mereka selangkah lagi bisa membuat pengikutnya menjadi teroris, jika masih denial dg fakta ini, fix antum sudah tercuci otaknya oleh penceramah-penceramah tsb. Hati2, banyak teroris awal niatnya belajar agama seperti antum, namun ikut kajian salafi wahabi akhirnya punya ghirah islam yg salah, akhirnya bergabung sama klp teroris.
Semoga tercerahkan, Ndak juga Ndak apa2, tugas saya sebagai sesama muslim hanya mengingatkan, tp jangan coba2 bikin gaduh bangsa ini dg semangat2 keagamaan kalian.
Pidato kemenangan Anies-Sandi dan ucapan selamat dari Ahok-Djarot sesaat setelah keluar hasil quick count pilkada DKI 2017.
Mengapa sekarang @aniesbaswedan tdk segera memberi selamat dan pendukungnya tidak percaya quick count? Apakah karena kalah?
Seakan Demokrasi Ilang karna 02 menang, indonesia ini circle nya bukan temen lo doang. 02 juga sekarang menang quick count karna banyak yajg milih, “MAJORITY RULES” in “DEMOCRACY”. demokrasi malah ilang karna orang orang kek lo yang maksain pendapat dan sok sipaling moral :)