@diltopagelhaii Oh tentu saja hetero yang seks sembarangan juga nyusahin. Tapi kalian ini penyebab HIV/aids tertinggi. Emang kalian ngga tau diri. Udah tau pantat kalian hajar. Tolol dan ngga waras. Babi kalian.
Dear kaum LGBTQ+ ๐
Ini namanya haus validasi/ragebait ya. Enggak semua postingan harus ditanggapi.
Lihat ragebait? Ingat MBG.
Mute.
Block.
Go on with your life.
Lha mahasiswi itu nggak cuma bisa makan, tapi juga beli skin care, jajan, Nongkrong, shopping, kok sok sokan bicara MBG. Manfaatnya saja dia tidak paham
Yang membuat para yatim tetap bisa sekolah bukan karena mereka mampuโฆ tapi karena masih ada orang-orang baik yang peduli.โ
Program ekonomi ini diperjuangkan agar para yatim tidak kehilangan masa depan hanya karena keadaan. Dari patungan sederhana banyak hati baik, lahirlah harapan untuk mereka tetap belajar, tetap bermimpi, dan tetap percaya bahwa mereka tidak sendiri.
Sebab sekecil apa pun bantuan yang diberikan, bagi seorang yatim itu bisa menjadi alasan untuk terus melangkah menuju cita-citanya.
Pbx finder buat lacak mobil itu gimana loh ya๐คฃ. yakali pbx finder terhubung ke iPhone penerimanya kalau dia dikuntit orang lain. Yup ternyata gen Z juga bisa dibodohi calon politisi eks BEM UGM. Padahal di platform yang katanya cerdas ini.
Bodoh. Yang pegang anggaran pemerintah. Yang pegang sumberdaya pemerintah. Yang punya aparat dan birokrasi pemerintah. Yang bikin aturan pemerintah. Luh nyalahin netizen, coba pake lah pikiran luh. Artinya pemerintah tidak punya pondasi yang kuat dalam menjalankan ekonomi. Lol
Gue jujur aja, sedikit banyak nyalahin kaum nyinyir!
Tiap hari kerjanya ngereog tentang Pemerintah kurang inilah kurang itu lah, semua salah!
Akhirnya membawa dapak buruk untuk IDR kita.
Gegara mereka, semua kena imbasnya.
Dikondisikan lah efek dari postingan sosmed kalian.
Buat apa kuliahin anaknya pejabat dan milyader, padahal mereka aslinya mampu kuliahin sendiri anaknya pakai duitnya?
Yang dikritik kan moral dan empatinya, ketika banyak anak-anak yang tidak mampu kuliah karena orang tuanya tidak mampu.
Mereka tidak bisa dapat LPDP bukan karena tidak pintar, tapi syarat tesnya mahal buat daftar seperti IELTS bahkan sampai 6 jutaan. Belum transport bolak-balik dll.
Jadi yang miskin sudah digugurkan dengan biaya-biaya mahal itu.