Baru dapat insight baru dari orang dikerjaan :
Salah satu kunci tenang kerja di kantor adalah gratitude. Mau liat orang promosi, dapet bonus berlipat-lipat, akrab sama bos, akrab sama client, dll pokoknya jangan pernah iri sama rezeki orang.
Go to work - get the job done - evaluate - improve - go home
Rezeki sudah ada yang atur dan ga mungkin tertukar.
🚨 Pernyataan Sikap Kami atas Video ini 🚨
Kawan-kawan, Handai Tolan. Coba perhatikan mulai dari menit 5:41. Kacau ini presiden. Mental dendamnya kentel banget. Kemampuannya dalam mencerna kritik sangat buruk. Amat sangat buruk.
"Berarti kamu butuh MBG ya? Soalnya katanya MBG gak penting. Banyak orang-orang pintar di Jakarta yang bilang kalau MBG gak penting. Buang-buang anggaran."
Woy, Gendut. Kalau sedari awal 'blueprint' MBG itu menyasar anak-anak sekolah yang nasibnya seperti Yamisa, KAMI JAMIN, gelombang kritik dan protes ngga akan semasif seperti sekarang. Nilai gizi perporsi bakalan lebih bagus, anggaran yang dipakai juga nggak bakalan setekor sekarang.
Masalahnya adalah, den, presiden, MBG udah berjalan setahun lebih, sektor yang dikorbankan sudah banyak, anggaran udah kebuang triliunan rupiah, tapi pendistribusiannya masih sangat carut marut. Masih banyak siswa/i kayak Yamisa yang belum kebagian, tapi di lain sisi siswa/i yang ortunya mampu, yang biaya SPP sekolahnya ada di level menengah sampai mahal, malah kebagian, dan bentuk menu yang disajikan terkesan melecehkan kemampuan ekonomi mereka.
Mosok koyok ngono rak paham sih, Ndut?
Tolong hentikan narasi dan berbicara pada khalayak publik perihal banyak orang pintar yang menolak MBG. Tidak ada yang menolak MBG apabila program ini berlandaskan kajian dan riset yang kuat, roadmap yang mateng, dan target kategori penerima manfaat yang sangat jelas. Dengan terus-menerus menarasikan kritik terhadap MBG sebagai bentuk penolakan, maka bukan tidak mungkin kalau kami mengecap presiden sebagai dalang konflik warga vs warga, rakyat vs rakyat.
"Ya kan untuk bisa merata kami perlu waktu."
Alah, omong kosong. Kalau pelaksana program sedari awal mau untuk melakukan riset yang lebih dalam terlebih dahulu, mengizinkan para ahli untuk turut terlibat, waktu dan biaya tidak akan banyak terbuang seperti sekarang. Dan tidak akan ada anak-anak sekolah seperti Yamisa, yang terlambat mendapatkan haknya.
Batam awal 2000-an sampai sekitar 2017 orang lagi jalan pun dipanggil buat masuk ke PT saking melimpahnya lowongan kerja.
Zaman keemasan industri. Semua sektor tumbuh mulai dari elektronik, galangan, manufaktur, dll.
Namun, kejayaan itu pudar sering Vietnam yang lebih kompetitif. Banyak pabrik yang pindah ke sana. Ditambah lagi konflik kewenangan Pemkot Batam vs Otorita (sekarang menjadi BP Batam).
Ibarat kamu pengusaha, tapi yang malak ada dua institusi pasti malas kan.
😑
Lagian gak bakal ada dua harimau di dalam hutan yang sama. Tarik-ulur wewenang, konflik kepentingan, sampai tumpang tindih regulasi. Akhirnya Otorita disuntik mati. Sejak tahun 2019, Walikota Batam otomatis menjabat Kepala BP Batam.
Dualisme kelar, tapi Batam terlanjur gamang kebingungan. Mau fokus industri, sudah banyak PT yang kabur. Mau fokus wisata, masih ada industri yang hidup.
Habibie kalau bangkit dari kubur bakal menangis melihat Batam sekarang. Melenceng jauh dari proyek awal yang rencananya segala pusat aktivitas di pulau utama, sedangkan permukiman ke pinggir atau keluar pulau. Ini alasan Batam punya 6 jembatan megah, padahal belum ada apa-apa di pulau.
Barelang: Batam, Rempang, dan Galang.
Sekarang malah terbalik. Permukiman menjamur di pusat, mana rumah tapak semua.
😭
Giliran industri mau dibangun di Pulau Rempang sampai rakyat digebuki aparat.
🥲
My prayers to the seven poor workers from Freeport Indonesia, who have been trapped for a week in the underground mine in the Grasberg Block Cave Underground area in Tembagapura, Mimika, Papua.
Rector of Universitas Indonesia, Heri Hermansyah, got booed on stage before the graduates started chanting "Zionist" to the rector during the graduation ceremony.
This happened during a session where attendances were asked for a "Dana Abadi UI" donation to the university.
Baru pertama dalam hidup gua, plokis ngurusin kucing yang hilang. Mana gerak cepat sekali.
Sedangkan ada orang yang kehilangan barang berharga, bahkan nyawa orang, itu diurus dengan lambat dan blibet. Bahkan, direkayasa.
Brengsek