Melawan fitnah Jaksa langsung di daerah 3T.
Chromebook faktanya dapat digunakan. Kami cross check langsung faktanya di Kecmatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur
Bebaskan Nadiem dan Ibam! Kriminalisasi seperti ini hanya membuat Indonesia semakin tidak aman untuk orang muda!
Sebenarnya istri itu adalah orang paling simple, kita aja suami yang harus paham kalau:
Istri itu pengen pergi tapi juga pengen di rumah aja
Istri itu mau kerja, tapi gamau kerja yang capek karena di rumah juga udah capek
Istri itu suka banget main sama anak, tapi juga punya waktu untuk sendiri, tapi ga bisa lama2 jauh dari anak
Istri pengen dimanja, tapi juga pengen terlihat kuat
Nah kan simple kan 🫵😂
to the point aja, di pernikahan:
yg suami butuhkan:
- segs
- waktu sendiri kadang2
- diberi pengertian dan disupport
- enggak dibanding2in
- didukung tanpa ditekan terlalu keras
- kepercayaan
yg istri butuhkan:
- uang
- suami inisiatif bantuin kerjaan rumah dan anak tanpa diminta
- suami dengerin curhat istri
- partner diskusi 2 arah dan terbuka, bukan 1 arah
- kesetiaan
ya tentu bisa sama/gantian kebutuhannya tergantung kondisi dan orangnya, tapi kira2 itu bukan ya gaes???
"Menikah itu ladang sabar. Kalau belum siap sabar, jangan dulu nikah. Karena di Rumah Tangga, kamu akan diuji oleh orang yang kamu cintai sendiri."
KH. Baha'uddin Nursalim
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
Gua baru tahu kalau perempuan butuh tidur lebih lama dibandingkan laki-laki setelah baca jurnal ini.
Pernah gak sih kalian merasa bahwa perempuan tuh tidur lebih lama dibandingkan laki-laki?
Sebuah penelitian yang melibatkan 72.992 orang dewasa usia 18–64 tahun menemukan bahwa perempuan rata-rata tidur lebih lama dibanding laki-laki, sekitar 6 𝘀𝗮𝗺𝗽𝗮𝗶 28 𝗺𝗲𝗻𝗶𝘁 lebih lama setiap harinya.
𝗞𝗲𝗻𝗮𝗽𝗮 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗯𝗲𝗴𝗶𝘁𝘂?
Penelitian ini menjelaskan bahwa perempuan, terutama di fase dewasa, saat hamil, serta ketika sudah punya anak, cenderung butuh waktu tidur lebih banyak. Beberapa alasannya antara lain:
1. Tidurnya lebih sering terganggu
2. Kualitas tidur lebih rendah
3. Peran sosial dan tanggung jawab keluarga bikin mereka harus bangun lebih pagi
Jadi kalau ada perempuan yang tidurnya terlihat lebih lama, apalagi yang sedang hamil atau sudah punya anak, JANGAN LANGSUNG DICAP MALAS YA!
Tubuh mereka memang butuh waktu istirahat ekstra untuk memulihkan energi.
Jadi mulai sekarang yuk kita mulai mengerti bahwa tidur lebih lama pada perempuan bukanlah tanda kemalasan, tapi kebutuhan biologis.
Sumber:
Burgard (2013). Gender and time for sleep among U.S. adults.
Video ini menjelaskan kejanggalan2 yg terjadi dalam proses pengadaan motor listrik BGN untuk kepala SPPG. Pertanyaannya, kita bisa apa?
Cr. Fathianpujakesuma
::
Mungkin akan diberlakukan spt zaman Doeloe, sepeda akan dikenakan pajak dengan sticker PLUMBIR yg ditempel di body sepeda sbg tanda bukti.
Dengan tiap tahun berganti warna stickernya.
Dan pemerintah akan mengenakan pajak penjualan sepeda spt pada kendaraan bermesin
Damn.!
••
#PENTING
Semua ortu yg punya anak2, WAJIB paham pertolongan pertama tersedak!
1. Kenali tanda2 anak tersedak
2. Tau cara nolong yg bener
3. Tau kapan kondisi anak sdh aman
4. Tau kapan perlu ke RS
Tonton videonya dulu sampai abis lalu simak UTAS ini. Aku jelasin lebih detail.
Berkabar itu mahal
Makanya jika pasanganmu masih suka berkabar, suka bilang dan cerita apapun yang dia lakukan, berarti dia memang kekasih yang setia dan berharga
Jangan anggap berkabar itu mudah
Sebab jika tak sayang, ia tak mungkin akan selalu bilang
Dan awetnya hubungan itu karena saling berkabar
~AN 🖤🤍