@geloraco Kalau masalah ini kami Aceh sangat tersakiti.
Sugino komandan yg membantai ulama Aceh Tgk bantakiyah, di sidankang di pecat, tapi pada akhirnya dia sampe berpangkat bintang satu.
Sangat biadap perlakuannya tp masih di beri jabatan.
Sejak awal, proyek kereta cepat China selalu dirundung masalah. Kini, ketika proyeknya hampir rampun pun, ada masalah dengan 3 kontraktor proyek berkelas dunia. Tiga kontraktor proyek terkenal ogah mengeluarkan sertifkasi sebagai syarat beroperasi. Bukti… https://t.co/Bgc06Q22I1
Sekjen PDIP :
Buat Apa Kami Mengganjal Anies ?
Sumur Resapan Gak Ada Manfaatnya.
https://t.co/UqNBX1ze8j
.
Sumur Resapan Dipakai Di IKN,
Pengamat: Tamparan Keras Bagi Pengkritik Anies !
https://t.co/c2icKIO3p1
Sampai sekarang kami masih terkagum2 dgn mental Adik Syarifah Fadiyah Alkaff @dydyaa2 ini. Bayangin anak cewe masih SMP pula bisa setegar itu menghadapi para penguasa di daerahnya. Kl kita seumur dia menghadapi masalah yg sama mungkin sudah mencret2 berhari2
Gimana ini gaes?
Viral di media sosial anggota Brimbo Polda Riau bernama Bripka Andry Darma Irawan bongkar kelakuan atasannya setelah dimutasi tanpa alasan yang jelas.
Melalui unggahan Facebooknya, Bripka Andry Darma Irawan mengaku kerap kali disuruh mencari uang di luar kantor oleh komandannya bernama Kompol Petrus H Simamora.
Pada unggahan Facebooknya itu, Bripka Andry Darma Irawan mengaku heran mengapa dirinya dimutasi demosi.
Padahal dirinya merasa bahwa ia sudah menjalankan perintah atasannya itu dengan mentransfer uang sejumlah ratusan juta ke rekening pribadi Kompol Petrus H Simamora.
Bripka Andry mengatakan bahwa sebelumnya ia dinas di Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Riau yang berada di Menggala Junction Kabupaten Rokan Hilir.
Hingga pada Maret lalu, beliau dimutasi demosi tanpa alasan yang jelas ke Batalyon A Pelopor yang berada di Pekanbaru.