Jujur aneh, kenapa restoran artis gampang banget gulung tikar ya?
Kalah sama tukang nasi uduk depan bengkel honda. tetep buka dari jaman SBY-Prabowo.
iya kan?
Nah menurutku, Khsusus resto artis, sering banget gulung tikar, karena terlalu mengandalkan nama besar tanpa dibarengi kualitas yang SOLID.
Banyak yang terjebak dalam strategi viralitas sesaat,
di mana harga yang dipatok cukup tinggi namun rasa dan pelayanannya justru di bawah standar.
Konsumen datang,
gak akan kembali,
restoran pun jadi sepi.
Tanpa manajemen yang kuat dan konsisten, resto tersebut hanya akan jadi tempat singgah untuk sekadar berfoto tanpa ada menu andalan yang bikin ketagihan. Pada akhirnya, bisnis kuliner tetaplah soal rasa & harga.
Pas beli kopi tadi, temen : Ehhh lu kok malah nyaut tuh cwe, pake ketawa pula, lu tuh lagi di cat calling ama dia"
Gue : "Haaa itu catcalling?!?! perasaan biasa aja"
Ternyata bisa ngga sadar juga ya
Makanya kalau udah bahas beginian soal "Pengalaman liat orang kerja dari Ordal"
Fiks itu orang takut aja posisinya terdepak, secara emang sampah, sesampah mulut nya nge-julid. Fucek dah
Gua benci banget sama orang yang urusin ordal ordil ordal ordil ini. Jujur saya kerja juga dari Ordal, kenapa? Pertama, ya karena ngga ada loker cuyyyyy NGGA ADA. Kalau ada udah gua jabanin.
Kedua, Okelas sebulan 2 bulan di julidin, ini ampe dah 4 taun kerja disitu masih dibahas
Waktu itu ada anak intern yg masuk ke kantor jalur ordal, terus kita makan siang bareng lah ya.
aku tanya basa basi, pdhl udah tau wkwwk
👱🏻♀️ kamu kok mau masuk kesini?
👸🏻 iya aku temenan sama kak anu (ceo nya. WKWKW) kakak kok bisa masuk sini, gimana caranya?
👱🏻♀️ aku waktu itu ngelamar kesini sih, terus interview (ya interview lah bjir gweh gapunya privilage😭)
👸🏻 ohh interview gimana caranya?
makin nangis ditanya gitu, bener2 culture shock temenan sama anak intern yg masuk lewat ordal😭😭
Hal apa yang membuatmu sakit hati teman? Apakah gajimu jadi berkurang? Apakah posisimu terancam? Kan tidakkkk, TIDAK.
Gua juga digaji sama itu Instansi ya berdasarkan performa gua, tetap ikut aturan disana, tetap kerjain tugas, tetap datang pagi pulang gelap. Samaaaa
Gw punya temen yang kalau libur panjang atau weekend dia menghilang total.
Bukan pergi ke mana-mana.
Tapi literally tidak kemana-mana.
Di kos.
Sendiri.
Kasur + Netflix+ GoFood Dan jadi combo hibernasi buat dia.
Tidak ada interaksi sama siapa pun.
Tidak ada chat yang dibalas kecuali yang penting. Tidak ada nongkrong.
Tidak ada janjian.
Bahkan untuk makan dia tidak mau kelur GoFood saja supaya tidak perlu ketemu orang.
Gw tanya lu tidak kesepian?
Dia bilang tidak.
Ini justru yang gw tunggu-tunggu seharian kerja.
Dan gw mulai paham.
Dia bukan pendiam.
Di kantor dia normal.
Diajak ngobrol nyambung.
Diajak nongkrong mau.
Tidak ada yang curiga dia tipe yang suka menyendiri.
Tapi ternyata semua interaksi sosial itu buat dia ada harganya.
Setiap meeting.
Setiap small talk di pantry.
Setiap zoom call.
Setiap 'eh lu sudah makan belum' dari rekan kerja itu semua menguras energi dia secara diam-diam.
Dan weekend adalah waktu dia bayar semua utang energi itu kembali.
Kata dia kalau Senin gw belum rebahan cukup di weekend, gw masuk kantor pasti susah fokus.
Ini yang psikologi menyebutnya introvert bukan dalam artian pemalu atau antisosial.
Tapi orang yang recharge energinya bukan dari keramaian tapi justru dari kesendirian.
Dan yang menarik dia tidak merasa ada yang salah dengan dirinya.
Tidak merasa harus diperbaiki.
Tidak merasa harus dipaksa lebih sosial.
Dia tahu persis cara kerjanya sendiri dan dia desain hidupnya sesuai itu.
Gw rasa banyak orang yang sebenarnya sama kayak dia tapi selama ini merasa bersalah karena tidak mau keluar di weekend.
Merasa ada yang aneh karena lebih pilih kasur daripada cafe.
Tidak ada yang aneh.
Lu mungkin cuma belum sadar bahwa diam itu bukan kesepian.
Kadang itu justru cara paling efisien untuk jadi manusia yang berfungsi normal keesokan harinya.
Ada yg bilang cicilan itu maksimal 30% dari Gaji. Lah apa kabar sayah sudah 110% dari Gaji 😭
Plis itu cicilan bukan aku yg mulai tapi ortu kira anaknya mandor sawit.