Pelatih kepala tim nasional Senegal, Pape Thiaw, menjadi topik pembicaraan di Amerika karena pernyataan yang dibuatnya saat konferensi pers, terkait dengan ibadah sholat Jum'at
Wartawan :
"Hari ini ada angin yang sangat kencang di negara bagian New Jersey, dan petugas keamanan menyarankan anggota delegasi untuk tidak keluar demi keselamatan kalian... mengapa Anda tetap keluar untuk menunaikan sholat...?"
Pape Thiaw :
"Apakah ada yang lebih penting daripada sholat? saya rasa itu bukan urusan Anda... kalian takut pada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin... kita datang ke sini untuk sebuah pertandingan hiburan, lantas kita lupa bahwa kita diciptakan untuk menyembah Allah...
Bahkan kalo final Piala Dunia FIFA digelar hari ini dan kami adalah salah satu tim finalisnya, kami tetap akan keluar untuk menunaikan sholat Jum'at, meski itu berarti kehilangan gelar juara...
Jangan ceramahi kami tentang ritual dan kewajiban agama kami..."
#PialaDunia
🚨 𝗡𝗘𝗪: Safonov's wife sparked controversy after openly displaying a Russian flag during PSG's Champions League celebrations.
· Marina Kondratiuk, wife of goalkeeper Matvey Safonov, was seen showing a Russian flag despite UEFA’s ban on Russian symbols at its competitions.
· The gesture was viewed as a direct challenge to UEFA’s restrictions, which were introduced following Russia’s invasion of Ukraine. The image quickly drew attention on social media and in sports media outlets.
Marco Pacini, salah satu pemimpin ultras Curva Sud Milano menulis pesan keras di IG untuk Ibrahimovic yang intinya menuduh Ibra sebagai biang kerok kegagalan Milan sejak ia bergabung dalam jajaran manajemen Milan dan menuntut dia juga dipecat.
______________________________________
SABOTASE!!!
Setelah menyaksikan pembantaian hari minggu lalu (laga Cagliari), diikuti oleh pemecatan Furlani (yang membayar harga atas keputusan buruk di segala arah selama tiga tahun), Moncada (scout yang cukup baik tetapi pribadi yang buruk), serta Allegri dan Tare (terlepas dari kesalahan mereka, dua orang dengan moral tinggi), kami sadar bahwa kita bahkan belum mencapai titik terendah.
AC Milan adalah wadah kosong, tanpa nilai maupun martabat. Per 27 Mei, tidak ada lagi pegawai AC Milan di posisi puncak; tidak ada CEO, tidak ada direktur olahraga, dan tidak ada pelatih.
Pemecatan massal ini adalah respons terhadap tingkah gila dan egois sosok yang telah merusak dunia kami selama 3 tahun: Zlatan Ibrahimovic. Ia memulai semuanya dengan memecat Abate, pelatih Primavera, hanya karena tidak memainkan anaknya (Maximilian).
Ia lalu melanjutkan dengan memaksakan teman kecilnya, Kirovski, seorang nobody dari Amerika, memimpin Milan Futuro yang hasilnya justru degradasi dari Serie C dan tersingkir di playoff Serie D.
Musim lalu ia sangat membesar-besarkan pilihannya terhadap Fonseca, lalu Conceicao, dengan hasil yang kita semua tahu.
Namun mahakaryanya terjadi tahun ini. Ia tidak tahan melihat ada orang yang menutupi citra dan egonya, sehingga secara sistematis ia menyabotase tim agar gagal mencapai hasil.
Ia menelpon para pemain yang mungkin akan disingkirkan di akhir musim, tidak ikut selebrasi saat gol Saelemaekers, diikuti ucapan Cardinale “andai kami menang, kami akan menyia-nyiakan satu tahun,” adalah bukti tak terbantahkan bahwa semua ini sudah direncanakan sebelumnya.
Tapi apakah kita sadar? Orang yang membuat tim kita gagal, sementara kita semua menghabiskan malam tanpa bisa tidur, sekarang justru menjadi penguasa penuh...
Kita tidak bisa membiarkan semua ini. Orang ini sedang membawa kita menuju kehancuran total, membawa kita ke Serie B. Perlawanan kami terhadap “iblis” ini harus terus-menerus dan tanpa henti.
Tidak akan ada kedamaian selama orang ini masih punya tempat di Casa Milan.
IBRA l, KELUAR DARI MILAN KAMI!
SAMPAH, KELUAR DARI MILAN KAMI!!
setuju, menurutku orang yang suka iri dengki, nyindir, bahkan ngehasut orang buat benci kita itu nunjukin value dirinya yang dia tau dia ga punya kualitas sebagus kamu.
Neuer. Trofi numpuk, konsistensi jangan ditanya. Tapi ada satu hal yang gue respect gila dari dia, selama belasan tahun di Bayern, dia nggak pernah sekalipun cium badge klub.
Bukan karena nggak cinta, tapi justru karena dia tahu artinya kehormatan.
Dia besar sebagai Schalke. Bukan fans biasa, dia kapten, dia bagian dari ultras. Pas pindah ke Bayern 2011, ada 'perjanjian' nggak tertulis sama ultras Munich: 'Jangan pernah cium lambang kami'. Dan dia pegang itu sampe detik ini.
Di era sekarang, banyak pemain yang cium badge hari ini, besok pindah klub demi gaji lebih gede. Buat gue, Neuer itu definisi kejujuran yang langka. Dia nggak butuh drama cium-cium lambang buat buktiin loyalitas. Dia buktiin lewat performa, bukan akting di depan kamera.
That’s real respect. Buat masa lalunya, dan buat integritasnya sendiri.
Jago memang Unai Emery ini ngemotivator dan lebih cocok dia nangani tim yang rata tengah kayak Sevilla/Villareal/Aston Villa gini.
Speach hbs kalahin Liverpool, dia ajak ke Istanbul tepatnya Final Europa League