𝗕𝗶𝘀𝗺𝗶𝗹𝗹𝗮𝗵
Jual Cepat
Lahan Kosong di 𝗪𝗮𝘁𝘂𝗸𝗮𝗿𝘂𝗻𝗴 𝗣𝗮𝗰𝗶𝘁𝗮𝗻
Luas : 𝟳𝟬𝟮𝟭𝗺²
Rincian : SHM 5821m² , petok 1200m² / 133da
Harga : 𝗥𝗽 𝟲𝟬𝟬𝗝𝘁
Lahan bisa dimanfaatkan untuk usaha lahan parkir, atau bisa ditidurkan untuk lahan produktif kayu jati
Yuuk Biar Kalian Tahu
Temen gue ikutan lelang rumah bank pertama kalinya.
Rumah 1 lantai di komplek lumayan strategis.
Harga pasaran 600 - 650 juta. Menang lelang 410 juta.
Iklan lelang kelihatan rapi, foto rumah tampak sepi.
Dia seneng banget. Ngerasa untung 200 juta lebih.
Langsung transfer pelunasan. Langsung balik nama Sertifikat (SHM).
Senyumnya hilang di depan pagar rumah.
Dateng ke lokasi buat ambil alih fisik rumah.
Gerbang digembok dari dalam.
Ada jemuran basah, ada motor parkir di teras.
Terus muncul 1 kalimat dari dalam rumah.
"Ini masih rumah kami Pak, kami belum ke mana-mana."
Temen gue kaget setengah mati.
Kira dia salah alamat.
Penghuni lama (debitur macet) jelasin satu-satu:
"Kami masih gugat bank soal utang ini."
"Kami belum terima penetapan eksekusi resmi."
"Lelang ini kami anggap belum final."
"Kalau mau usir, urus eksekusi pengadilan!"
Temen gue pusing: "Bank gak ngurus pengosongan sebelum lelang?"
Petugas bank: "Lelang bank itu jual kondisi as is (apa adanya) Pak. Pengosongan fisik itu tanggung jawab pemenang."
Pelunasan sudah dibayar penuh: 410 juta.
Rumah ada tapi gak bisa dimasuki sama sekali.
Sertifikat (SHM) sudah balik nama atas nama dia, tapi fisik dikuasai orang lain.
Bank cuma kasih Risalah Lelang dan dokumen kepemilikan.
Proses pengosongan paksa via pengadilan butuh waktu dan biaya lagi.
Dia telepon gue panik.
"Rumah lelang gue masih diduduki pemilik lama. Gue gak bisa masuk!"
Gue tanya: "Lo cek kondisi fisik & nanya tetangga sebelum ikut lelang?"
Hening.
Lelang bank bukan jaminan rumah kosong siap huni.
Lelang cuma menjamin kepemilikan legal berpindah ke pemenang.
Pengosongan fisik itu proses terpisah, bukan otomatis pas kunci diserahkan.
Bank & KPKNL selalu pakai klausul "As Is" — jual apa adanya, termasuk beban pengosongannya.
Sertifikat pindah nama bukan berarti kunci otomatis pindah tangan — itu dua hal berbeda.
Sosialisasi aturan ini ke awam? Hampir nol.
Ini yang gak pernah dihitung pemenang lelang pemula:
Rumah "murah" 410 juta, pelunasan sudah keluar penuh.
Biaya permohonan eksekusi pengosongan ke PN + sita eksekusi + jaminan keamanan: 30–80 juta.
Proses tertunda berbulan-bulan karena antrean eksekusi PN, sewa tempat tinggal tetap jalan.
Total kerugian nyata & biaya tak terduga jauh membengkak.
Bedanya: Di awal lo mikir udah untung 200 juta di atas kertas.
Bank angkat tangan.
"Kami jual aset sesuai kondisi apa adanya (as is)."
KPKNL angkat tangan.
"Kami cuma perantara penjualan lelang resmi, eksekusi fisik bukan ranah kami."
Pengadilan Negeri?
"Silakan ajukan Permohonan Eksekusi Pengosongan berdasarkan Kutipan Risalah Lelang, prosesnya ikuti antrean."
Ujung-ujungnya?
Lo yang nanggung sendirian.
Lo yang riset sendirian.
Lo yang bayar biaya legalitas sendirian.
Atau lo yang nyesel sendirian.
RUMUS CEK RUMAH LELANG — 30 MENIT:
1.Survei Fisik: Datangi lokasi SEBELUM bayar jaminan lelang. Jangan modal percaya foto.
2.Tanya Lingkungan: Ketuk pintu / obrol sama tetangga. Masih ada penghuninya gak?
3.Cek Pengadilan: Pastikan rumah gak lagi dalam sengketa/gugatan debitur.
4.Hitung Risiko: Kalau masih dihuni, siapin budget & waktu ekstra buat eksekusi pengosongan PN.
#PropertiLelang #InvestasiProperti #RumahMewah #RumahDijual #PeluangInvestasi #LelangKPKNL #LelangIndonesia #AsetLelang #InfoLelang #PropertiIndonesia #RumahImpian #InvestasiCerdas #PropertyInvestor #RealEstateIndonesia #RumahMurah #CariRumah #PeluangBisnis #InvestasiAman
Baca disini: https://t.co/1aVzManO1A
Pada Rabu (22/7/2026), HMD meluncurkan Nokia 123 Shield, ponsel fitur 2G terjangkau berlisensi IP65 yang tahan air dan debu serta dibekali baterai 1.750 mAh.
~NJ #Nokia
Guys, di tengah semua berita tentang pemimpin yang korup, program yang gagal, dan pejabat yang tidak kompeten ada satu kisah lama yang menurut gue paling relevan dan paling menginspirasi untuk dibaca hari ini.
Ignasius Jonan harus menertibkan lebih dari 20.000 Kepala Keluarga untuk membangun double track kereta lintas utara Cirebon-Surabaya-Pasar Turi sepanjang 500 kilometer.
Di Indonesia proyek sebesar ini biasanya identik dengan satu hal: keributan panjang, ganti rugi yang tidak adil, warga yang melawan, dan proyek yang molor bertahun-tahun.
Jonan menyelesaikannya tanpa satu pun keributan berarti.
Dan ini cara yang dia lakukan yang tidak terpikirkan oleh siapapun sebelumnya:
Kompensasi sesuai aturan sudah pasti diberikan.
Itu standar. Itu kewajiban.
Tapi Jonan menambahkan satu hal yang tidak ada dalam aturan manapun:
"Setiap orang yang terdampak boleh mengusulkan satu anggota keluarganya untuk menjadi pegawai KAI."
Satu kalimat.
Tapi dampaknya luar biasa.
Bapak yang tanahnya tergusur bisa daftarkan anaknya kerja di KAI.
Ibu yang rumahnya dibongkar bisa daftarkan suaminya.
Kakak yang bangunannya ditertibkan
bisa daftarkan adiknya.
Asalkan masih satu Kartu Keluarga bebas.
Dan ini yang paling mengagumkan syaratnya sangat manusiawi:
Jonan tidak membuat syarat yang mempersulit.
Ijazah minimal SLTA.
Usia maksimal 40 tahun. Tes kesehatan. Selesai.
Dan kalau anggota keluarga pertama tidak lulus tes kesehatan boleh ganti dengan anggota keluarga lain dari KK yang sama sampai ada yang lulus.
Tidak ada birokrasi yang rumit.
Tidak ada uang pelicin.
Tidak ada koneksi yang diperlukan.
Dan ketika ada yang bilang ke Jonan bahwa dulu daftar kerja di KAI harus nyuap jawabannya langsung dan keras:
"Kalau ada yang nyuap laporkan ke saya."
20.000 lebih KK pindah.
Tanpa keributan.
Tanpa demo.
Tanpa protes panjang yang menghambat proyek.
Bahkan bukan hanya mau pindah mereka pindah dengan perasaan diuntungkan.
Karena sekarang ada anggota keluarga mereka yang punya pekerjaan tetap, penghasilan stabil, dan masa depan yang lebih jelas dari sebelumnya.
"Saya bilang:
saya tidak mengusir Anda.
Anda pergi tapi akhirnya keluarga Anda jadi pegawai di kami."
Dan ini konteks yang lebih besar yang perlu diingat:
Jonan mengambil alih KAI ketika perusahaan itu sedang merugi Rp83 miliar di tahun 2009.
Bobrok dari dalam.
Budaya suap merajalela.
Pelayanan buruk.
Aset tidak terurus.
Cara dia membangun double track ini mencerminkan cara dia memimpin secara keseluruhan:
fokus pada solusi nyata bukan prosedur kosong, hormati rakyat kecil sebagai manusia bukan sebagai hambatan proyek, dan bersihkan sistem dari dalam tanpa kompromi.
Hasilnya KAI berubah dari perusahaan yang merugi menjadi perusahaan yang sehat dan menguntungkan.
Jonan membuktikan satu hal yang menurut gue paling langka di Indonesia:
pemimpin yang cerdas tidak perlu memilih antara kepentingan proyek dan kepentingan rakyat.
Dengan sedikit kreativitas dan banyak empati keduanya bisa berjalan bersamaan.
20.000 KK ditertibkan.
500 kilometer jalur dibangun.
Dan ribuan keluarga yang terdampak justru mendapat pekerjaan yang tidak mereka bayangkan sebelumnya.
Bukan sulap.
Bukan keajaiban.
Hanya kepemimpinan yang benar-benar memikirkan manusianya bukan hanya angka proyeknya.
Dan yang paling menyedihkan: kisah seperti ini seharusnya jadi standar bukan pengecualian yang kita kagumi karena begitu jarang terjadi.
Guys, Chatib Basrmantan Menteri Keuangan yang sekarang dikabarkan akan menggantikan purbaya dan bicara langsung dengan Prabowo.
Dan pendapatnya tentang MBG singkat, jelas, dan sangat pedas.
Satu — MBG seharusnya bukan untuk anak SMA:
Chatib langsung tanya satu pertanyaan yang harusnya ditanyakan dari awal sebelum program ini diluncurkan:
"Bisa enggak MBG dikaitkan dengan ibu hamil?
Kesehatan ibu anak, gizi anak?"
Kenapa ibu hamil?
Karena dampak gizi paling kritis ada di 1.000 hari pertama kehidupan bukan di anak SMA yang sudah tumbuh.
Kalau mau benar-benar berantas stunting dan kurang gizi sasarannya harusnya ibu hamil di desa terpencil, bukan siswa sekolah favorit di kota besar yang sudah makan nasi padang setiap hari.
Program senilai Rp335 triliun tapi sasarannya salah dari awal.
Dua — diluncurkan terlalu besar terlalu cepat:
Chatib menyebut konsep yang paling penting: political capital.
Setiap kebijakan besar butuh modal politik.
Dan modal itu terbatas.
"Kalau start dari sesuatu yang besar kecuali punya political capital unlimited.
Saya enggak yakin kita punya itu."
MBG diluncurkan ke 82.000 sekolah sekaligus.
Tanpa pilot project.
Tanpa sistem pengawasan yang matang.
Tanpa SDM kompeten di posisi yang tepat.
Hasilnya bisa ditebak: korupsi meledak sebelum setahun berjalan.
Dan seluruh modal politik yang harusnya bisa dipakai untuk reformasi lebih penting — habis digerus oleh satu program yang terburu-buru.
Tiga — cara yang benar menurut Chatib:
Dari pengalamannya sendiri waktu jadi kepala BKPM Chatib punya prinsip yang sangat sederhana:
Mulai dari yang kecil dulu.
Yang bisa dikontrol langsung.
Yang hasilnya bisa langsung dirasakan.
Bangun kepercayaan dari situ.
Baru bergerak ke yang lebih besar.
MBG adalah kebalikan persis dari prinsip itu.
Dan hasilnya sudah terbukti.
Chatib tidak bilang MBG harus dihentikan.
Tapi dia bilang sesuatu yang jauh lebih keras dari itu: program ini salah desain dari awal.
Sasaran salah.
Skala terlalu besar terlalu cepat.
Tidak ada sistem pengawasan yang memadai.
Dan uang sebesar itu yang seharusnya bisa mengubah kondisi gizi jutaan ibu hamil dan bayi di desa terpencil malah bocor ke kantong orang-orang yang seharusnya mengawasinya.
Itu bukan kesialan.
Itu konsekuensi logis dari kebijakan yang dirancang untuk foto dan kampanye bukan untuk anak-anak yang benar-benar kelaparan.
GILIRAN UMKM YG DIGENJOT, PRABOWO BERPIHAK SIAPA SIH??
PAJAK UMKM 0,5% DIHAPUSKAN, KEMBALI JADI 22% SEPERTI PERUSAHAAN BESAR !!!
Prabowo baru saja menandatangani PP Nomor 20 Tahun 2026 yang mengubah aturan PPh Final UMKM.
Perubahan ini langsung berdampak pada jutaan pelaku usaha di Indonesia.
Sebelumnya, semua badan usaha termasuk PT, CV, dan Firma bisa menikmati tarif pajak super ringan 0,5% dari omset bruto.
Cukup mudah dan murah.
Sekarang, berdasarkan PP 20 Tahun 2026, fasilitas tarif PPh Final 0,5% HANYA boleh digunakan oleh tiga jenis wajib pajak saja, yaitu
Orang Pribadi,
PT Perorangan, dan
Koperasi.
PT biasa, CV, dan Firma tidak lagi berhak menggunakan tarif 0,5% ini. Mereka harus kembali ke skema pajak normal.
KENAPA PEMERINTAH MELAKUKAN INI?
Selama ini banyak PT dan CV yang sebenarnya sudah besar dan mampu secara finansial namun tetap memanfaatkan tarif UMKM 0,5% untuk menekan beban pajak.
Pemerintah menilai fasilitas ini seharusnya benar-benar hanya untuk pelaku usaha kecil yang berjuang di level akar rumput, bukan untuk badan hukum yang sudah terstruktur secara korporasi.
Revisi ini bertujuan menutup celah penyalahgunaan fasilitas pajak sekaligus menjaga keadilan sistem perpajakan nasional.
SIMULASI NYATA:
OMSET Rp 1 MILIAR SETAHUN
Kita ambil contoh pelaku usaha dengan omset Rp 1.000.000.000 per tahun.
SEBELUM PP 20/2026 — berlaku untuk semua termasuk PT dan CV:
Tarif PPh Final 0,5% x Rp 1.000.000.000 = Pajak Rp 5.000.000 per tahun
Cicilan per bulan hanya Rp 416.667
SESUDAH PP 20/2026 — untuk PT dan CV yang kena aturan baru:
PT dan CV kini menggunakan tarif PPh Badan normal 22% dari penghasilan kena pajak. Jika margin laba bersih diasumsikan 20% dari omset maka penghasilan kena pajak adalah Rp 200.000.000.
Pajak 22% x Rp 200.000.000 = Rp 44.000.000 per tahun
Cicilan per bulan menjadi Rp 3.666.667
Selisih pajak yang harus dibayar tambahan:
Rp 39.000.000 per tahun atau
Rp 3.250.000 lebih besar setiap bulan.
Kenaikan beban pajak hampir 8 kali lipat bagi PT dan CV yang sebelumnya menikmati tarif 0,5%.
SIAPA YANG AMAN DAN SIAPA YANG TERDAMPAK?
AMAN — masih bisa pakai 0,5%:
Pedagang perorangan seperti pedagang pasar, warung, toko kelontong
Petani, nelayan, pengrajin individu
PT Perorangan yang baru dibentuk secara personal
Koperasi simpan pinjam dan koperasi usaha
TERDAMPAK — tidak bisa lagi pakai 0,5%:
PT biasa yang selama ini menggunakan fasilitas UMKM
CV dagang atau jasa yang omsetnya di bawah Rp 4,8 miliar
Firma yang bergerak di bidang usaha apapun
APA YANG HARUS DILAKUKAN PELAKU USAHA SEKARANG?
Pertama, cek status badan usahamu. Jika kamu masih berbentuk CV atau PT biasa, konsultasikan dengan konsultan pajak untuk menghitung ulang kewajiban pajakmu mulai tahun ini.
Kedua, pertimbangkan konversi ke PT Perorangan jika usahamu masih skala kecil dan dikelola sendiri. PT Perorangan masih berhak atas tarif 0,5%.
Ketiga, siapkan pembukuan yang rapi karena kamu kini harus menghitung pajak berbasis laba bersih, bukan sekadar omset. Ini artinya pencatatan biaya operasional menjadi sangat penting untuk menekan penghasilan kena pajak.
Keempat, jangan tunggu sampai akhir tahun. Hitung ulang angsuran PPh Pasal 25 bulananmu sekarang agar tidak kena sanksi kurang bayar saat lapor SPT.
Bagi pedagang dan pengusaha perorangan sejati,
aturan ini tidak mengubah apapun. Kamu tetap aman dengan tarif 0,5%.
Tapi bagi PT dan CV, ini adalah wake up call.
Beban pajak bisa naik drastis dan harus disiapkan sejak sekarang agar tidak kaget di akhir tahun.
Pajak bukan musuh,
tapi ketidaksiapan menghadapi perubahan aturanlah yang bisa merugikan bisnismu.
Bagikan informasi ini ke rekan-rekan pengusaha agar tidak ada yang ketinggalan update penting ini.
Lebih baik tahu lebih awal daripada kena sanksi karena tidak paham aturan baru!
Guys, ada kebijakan baru yang namanya terdengar teknis banget tapi dampaknya langsung ke nilai tukar rupiah yang lo rasakan setiap hari dan ini perlu lo pahami dengan sederhana.
Namanya BSF Bond Stabilization Fund.
BSF itu apa dan kenapa dibuat?
Bayangkan pasar surat utang negara itu seperti pasar saham.
Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Negara atau SBN semacam surat hutang yang dijual ke investor.
Investor beli, pemerintah dapat dana, investor dapat bunga.
Tapi ketika kondisi ekonomi global tidak menent investor asing panik dan mulai menjual SBN Indonesia secara masif.
Mereka jual SBN, mereka dapat rupiah, lalu rupiah itu mereka tukar ke dolar untuk dibawa keluar.
Hasilnya:
SBN jatuh, rupiah melemah, pasar keuangan goyah.
BSF adalah dana khusus yang disiapkan pemerintah untuk masuk ke pasar dan membeli kembali SBN yang dilepas investor itu.
Tujuannya:
stabilkan harga SBN supaya tidak jatuh bebas, dan secara tidak langsung bantu rupiah.
Yang berbeda dari BSF versi Kemenkeu ini:
Di banyak negara, mekanisme seperti ini baru diaktifkan saat krisis kondisi sudah parah, pasar sudah kacau, semua orang panik.
Kemenkeu Indonesia bilang:
kita tidak mau tunggu krisis dulu.
BSF ini bisa diaktifkan bahkan di level waspada sebelum situasinya memburuk jadi siaga atau krisis.
"Di level waspada pun kita bisa mengaktivasi."
Ini secara prinsip lebih proaktif dari sebelumnya. Lebih baik masuk lebih awal daripada terlambat.
Dananya dari mana?
Dari cadangan fiskal pemerintah terutama yang disebut SAL atau Saldo Anggaran Lebih.
Ini adalah sisa uang APBN yang tidak terpakai dari tahun sebelumnya dan disimpan sebagai cadangan.
Jadi bukan cetak uang baru.
Bukan pinjam ke luar negeri.
Tapi pakai uang cadangan yang memang sudah disiapkan.
Kondisi sekarang dan kenapa ini relevan:
Wamenkeu Juda Agung bilang kondisi saat ini masih normal mekanisme pasar masih berjalan baik, jadi BSF belum diaktifkan.
Tapi konteksnya perlu lo tahu:
rupiah belakangan ini memang sedang tertekan di kisaran Rp17.000-an lebih.
Defisit APBN kuartal I 2026 sudah Rp240 triliun.
Fitch dan Moody's sudah menurunkan outlook Indonesia ke negatif.
Capital outflow masih terjadi.
Pemerintah bilang kondisi normal.
Tapi mereka juga mempersiapkan senjata untuk menstabilkan pasar.
Dua hal itu bisa terjadi bersamaan dan itu bukan hal yang aneh. Yang penting adalah apakah senjatanya cukup kuat dan timing penggunaannya tepat.
Satu hal yang perlu diperhatikan:
BSF ini sepenuhnya wewenang Kementerian Keuangan tidak perlu koordinasi dengan KSSK yang merupakan komite gabungan antara BI, OJK, LPS, dan Kemenkeu.
Di satu sisi itu membuat prosesnya lebih cepat dan fleksibel.
Tapi di sisi lain, tanpa koordinasi lintas lembaga ada risiko kebijakan yang tidak sinkron misalnya Kemenkeu beli SBN sementara BI punya kebijakan berbeda soal likuiditas.
Efektivitasnya akan sangat bergantung pada seberapa besar dana SAL yang tersedia dan seberapa cepat respons pemerintah ketika tekanan pasar meningkat.
BSF adalah alat stabilisasi yang secara konsep bagus dan lebih proaktif dari mekanisme sebelumnya. Pemerintah tidak perlu tunggu krisis untuk bertindak.
Tapi alat sebaik apapun hanya efektif kalau digunakan dengan timing yang tepat, dana yang cukup, dan koordinasi yang baik dengan bank sentral.
Rupiah hari ini masih tertekan. Pasar masih waspada. Dan pemerintah sedang menyiapkan semua cadangannya.
Kita tinggal lihat apakah semua persiapan itu cukup.
Update El Nino: Update El Nino 23 April 2026: pengamatan terkini menunjukkan El Nino mulai terbentuk ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik.
lagi rame di tiktok
ada seorang individu yang suka beli saham properti
jadi setiap bulan dia rajin nabung saham
nyisihin duit buat beli sektor properti
jadi dia udah nyicil satu tahun lebih
target dia portonya bisa 1 miliar aja
apakah yang dilakukan udah benar??
dia beli saham properti karna liat
lagi banyak pembangunann di indo
Guys, IHSG jebol 7.000.
Dan David Noah trader yang sudah lebih dari 10 tahun di pasar ini ngomong sesuatu yang menurut gue perlu lo dengar dengan sangat serius.
Kondisi pasar sekarang jujur apa adanya:
IHSG sudah di bawah 7.000.
Support kuat berikutnya ada di sekitar 6.780-6.800 yang terakhir kali disentuh Juni 2025.
Artinya kalau level itu jebol juga kita balik ke level tahun lalu.
Dalam dua minggu terakhir saja IHSG sudah minus sekitar 5%.
Dan penurunannya bukan merata.
Yang paling kena adalah saham-saham yang selama 2024 naik paling tinggi.
BBCA turun 13% sejak 8 April.
Saham-saham konglomerasi seperti BREN dan DSSA sudah dari pucaknya turun puluhan persen.
PTRO alias Petrosea turun signifikan.
BUMI masih berjuang.
Kenapa saham konglo rontok dan ini yang perlu dipahami:
Saham konglomerat Indonesia dalam beberapa bulan terakhir mengalami apa yang David sebut sebagai reversion yang sangat tajam.
IMPC misalnya dari puncaknya sudah turun lebih dari 60% saat ini.
Tapi ini ada konteksnya.
Saham-saham ini sebelumnya naik dengan sangat agresif.
IMPC dari 2025 sampai puncaknya naik 1.258%.
Begitu giliran koreksi datang koreksinya juga dalam.
Masalahnya ditambah oleh dua faktor besar: keputusan MSCI yang mempermasalahkan free float beberapa saham besar Indonesia membuat investor asing terpaksa keluar.
Dan kondisi makro global yang tidak kondusif rupiah melemah, sentimen risk-off global meningkat.
Di mana peluang kalau memang masih ada:
David menekankan satu prinsip yang menurut gue sangat valuable di kondisi seperti ini: there is always a bull market somewhere.
Ketika IHSG berdarah ada saham yang justru naik. Contoh konkret yang dia berikan:
ESSA emiten amonia.
Ketika IHSG jebol, ESA justru bergerak.
David melihat ada institusi lokal yang masuk membeli di level 800-an level yang sebelumnya adalah resistensi kuat yang belum pernah ditembus.
Begitu ditembus dengan volume signifikan dia call buy. Target 1.000. Hasilnya? ESA tembus 995— naik 17% dari titik entry.
Saham-saham emas ARCI, MDKA, dan sejenisnya. Ketika IHSG turun, emas justru bullish. Sejak Petro mulai koreksi di 14 April saham emas sudah naik 21%. Investor asing konsisten membeli saham-saham emas ini bahkan ketika mereka menjual saham lain.
Logikanya sederhana: di kondisi geopolitik yang tidak stabil dan ketidakpastian global tinggi investor lari ke safe haven. Dan emas adalah safe haven yang paling klasik. Kalau asing beli emas fisik mereka juga beli emiten emas.
Cara David membaca peluang framework yang bisa lo pelajari:
David tidak hanya lihat chart.
Dia gabungkan tiga hal sekaligus.
Pertama — tren struktur.
Apakah saham ini secara chart masih uptrend atau sudah downtrend?
Di kondisi market jelek seperti sekarang dia hanya mau tradingin saham yang masih uptrend strukturnya. Bukan yang sedang downtrend lalu berharap rebound.
Kedua — money flow atau broker summary.
Siapa yang beli dan siapa yang jual?
Kalau institusi asing atau domestik yang kuat sedang akumulasi itu sinyal positif.
Kalau retail yang jual tapi institusi yang beli itu setup yang menarik.
Ketiga — fundamental story sebagai konteks.
Bukan untuk timing entry tapi untuk memastikan ada alasan logis kenapa saham itu bisa naik.
ESA naik karena harga amonia berkorelasi dengan harga minyak yang sedang naik.
Emas naik karena safe haven demand naik.
Ada logika yang mendukung pergerakan harganya.
Apa yang masih berat dan belum layak di-trading:
David tegas soal beberapa hal.
Saham-saham blue chip seperti BBCA masih dalam downtrend yang sangat jelas.
BMRI masih sideways dengan kecenderungan melemah. Telkom juga belum menunjukkan tanda pemulihan.
Untuk PTRO selama tidak bisa closing di atas 5.500-5.600, target koreksi berikutnya ada di sekitar 4.800. Artinya masih ada potensi turun 10% lagi dari level sekarang.
Konglo secara umum masih belum kuat.
Yang mau masuk trading rebound konglo David sarankan sabar.
Karena rebound yang belum didukung volume dan money flow yang jelas hanya akan bikin lo kena sideways berminggu-minggu tanpa arah.
Yang paling relate dari seluruh obrolan ini soal floating loss double digit miliar:
David mengaku sendiri Sejak MSCI crash floating profit yang hilang dari portofolionya mencapai double digit miliar rupiah.
Dan cara dia menghadapinya menurut gue adalah pelajaran mental yang lebih berharga dari analisa teknikalnya manapun.
Dia bilang: "Kehilangan belasan miliar gua bisa beli dua Ferrari. Tapi sekarang gua punya belasan miliar dan gua juga tidak beli Ferrari.
Jadi kalau balik pun, gua juga tidak akan beli Ferrari. Kenapa harus sedih?"
Ini bukan gaya-gayaan.
Ini adalah cara reframing yang sangat disiplin untuk menghindari keputusan emosional yang buruk di pasar.
Karena itulah yang membunuh kebanyakan trader bukan salah analisanya.
Tapi ketika floating loss membuat mereka panik dan cut loss di bottom, atau ketika euforia membuat mereka hold terlalu lama di puncak.
Prinsip yang paling penting dari seluruh episode ini:
"Selama lu belum meninggal, lu belum kalah.
Jangan judge hidup lu berdasarkan satu bulan, satu hari, satu tahun.
Judge your life based on your lifetime."
Di pasar saham ini bukan klise. Ini adalah kenyataan yang sudah terbukti berkali-kali. Siklus selalu ada. Bullish dan bearish selalu bergantian.
Yang membedakan trader yang bertahan dari yang tidak adalah kemampuan untuk tetap objektif, terus belajar, dan tidak membuat keputusan dari emosi ketika kondisi sedang paling buruk.
Kalau lo sedang hold saham-saham yang sedang dalam downtrend berat evaluasi apakah ada alasan fundamental yang kuat untuk bertahan atau apakah lo sedang averaging down dari harapan bukan dari analisa.
Kalau lo mau mulai trading atau mencari peluang baru di kondisi ini lihat ke sektor yang berlawanan dengan tren IHSG.
Saham emas sedang dalam tren yang berbeda dari market secara keseluruhan. Di sanalah money flow sedang bergerak.
Dan kalau lo belum siap atau belum punya framework yang jelas cash is a position. Menunggu bukan berarti kalah.
Menunggu sampai ada setup yang lebih jelas adalah keputusan yang sangat rasional di kondisi market yang belum punya arah yang jelas.
“Koreksi sehat kok, waktunya serok ini”
“ yuk nabung saham, dpt deviden tiap tahun”
“ gpp turun, selama fundamental bagus aku ttp hold ga perlu cutloss”
“ apa itu saham konglo? Saham kosong gitu ngapain dibeli”
WKWKWK
30 April 2026, lu invest di BRI 100jt 3 tahun lalu skr sisa separoh 😂
Coba bandingkan dg sahan konglo, eittss gausha denial lu
cc: threads