Jadi Orangtua emang gak kenal waktu istirahat, kayak pas moment mau tidur, kamar udah gelap, udah hening semua dan w udah setengah ketiduran & lg capek bgt
Tiba2 muncul lah pertanyaan
👦🏻Ibu..
🧕🏼…yaa? (YaAllah kirain udh tdr nak)
👦🏻kenapa Ibu aja yang gak punya titit??
😭😭🤣
Sering terjadi:
Pov untuk Ibu: “Kamu tuh harus bisa mandiri, berpenghasilan, tapi kamu juga harus bener urus rumah, urus suami, urus anak, jgn sampe gak keurus.”
Pov untuk Bpk:
“Uda untung bgt laki ga selingkuh. Uda untung mau mandiin anak. Uda untung gak main tangan.”
*??*
Ini bisa diajarkan ke both anak perempuan dan laki-laki:
Saat menikah kelak, pengambil keputusan utama untuk hamil, menyusui dan pemakaian kontrasepsi adalah perempuan.
Salah satu kebodohan saya di masa lalu:
Menyogok Tuhan, Menipu Tuhan.
Dengan apa? Dengan Doa saya sendiri.
"Tuhan, berikan saya rejeki yg banyak, saya janji akan membantu orang banyak kalau dikasih rejeki yg banyak. Saya akan bantu Panti Asuhan. Saya akan bantu Rumah Ibadah. Dll".
Memang, semua perbuatan baik tadi akan lebih mudah terlaksana jika Doa saya Benar² Terkabul.
Tp tanpa sadar, semuanya itu PALSU.
Saya tidak benar² peduli dengan menolong orang lain. Tidak peduli dengan Panti Asuhan. Tidak peduli dengan Rumah Ibadah.
Semua tentang saya Sendiri: Saya Ingin Rejeki Yang Banyak.
2015, saya ketemu teman, saya lupa namanya, tp saya terkesan. Waktu itu saya pulang ibadah diantar sama dia, motornya bukan motor yg bagus, motor jadul yg sangat sederhana.
Jam 9 malam, Lewat jalan belakang Pasar BSD (saya dulu ngekost di Serpong) kami liat bapak² yg kondisinya memprihatinkan, gak jalan tp ngesot. Itu jalanan gelap, gak ada orang sama sekali.
Singkatnya temen saya ini berhenti, tau² keluarin uang 50ribu (cuma ada 1 di dompetnya), dikasih ke bapak ini. Bapaknya nangis² bilang terimakasih.
Saya malu, di dompet saya ada uang sekitar 300ribu, tp saya cuma diem liatin saja.
2016 saya ketemu teman lagi (maybe kamu baca thread ini sekarang) dimana waktu itu saya belanja sama dia, tau² dia beli beberapa coklat, selesai belanja, dibagikan ke anak² pengemis diluar minimarket.
Daru situ saya sadar:
bahwa sebaik²nya menolong orang, bersedekah, beramal, dll itu bukan tentang apa yg kita wacanakan kedepan, tapi apa yg bisa kita lakukan hari ini dan seterusnya, dengan apa yg kita punya/apa yg dititipkan orang lain kepada kita saat itu juga.
Dari situlah niatan kita akan benar² diuji.
Apakah kebaikan kita hanya untuk kita sendiri, sekedar pencitraan kepada Tuhan supaya kehendak pribadi kita tercapai, atau memang kita ingin benar² berpartisipasi menjadi perpanjangan Tangannya.
Saya percaya bahwa Tuhan akan memberkati setiap orang sesuai porsi & kapasitasnya masing².
Kalau memang ingin menjadi perpanjangan tanganNya, Gausa nunggu kaya:
Contoh praktis yg bisa temen² coba:
Sisihkan 500 tiap hari buat disumbangkan ke Masjid/Panti Asuhan. Kalau memang ingin merasakan/melihat langsung dampaknya, tabungan yg beberapa rupiah tadi beliin makanan "enak" (roti, biskuit, susu kotak,dll)
Kemudian ...
#TIPS Bijak Gunakan Antibiotik
1. Gunakan antibiotik hanya dengan Resep Dokter
2.Tidak Gunakan antibiotik berdasarkan resep lalu
3.Demam, batuk, pilek tidak perlu Antibiotik. Cukup istirahat dan makan bergizi. Jika sakit lebih dari 3 hari segera ke dokter.
4.Jangan mengikuti saran dari teman yg minum antibiotik, karena kondisi penyakit setiap orang berbeda dan penanganannya juga berbeda
5.Jika dokter memberikan antibiotik, minum sampai antibiotik habis
6.Minum antibiotik pada jam dan waktu yg sama
7.Ikuti aturan yg ada di etiket obat dan petunjuk dari dokter serta Apoteker
8.Pastikan antibiotik yg kamu minum masih dalam kondisi baik dan tidak Expied
9.Untuk antibiotik sirup pada anak, batas konsumsi antibiotik yg sudah diencerkan adalah 7 hari sejak antibiotik diencerkan. Setelah 7 hari obat harus di buang.
10.Jangan lupa sampaikan pada dokter dan apoteker jika kamu punya Alergi obat