ACARA KARNAVAL DI PEKALONGAN MELAKUKAN RITUAL SATANIC!!!
dari logo, atribut, dan penyembelihan kepala kambing.
setelah karnaval berakhir dikabarkan salah seorang pemain karnaval meninggal dunia
KOTA SANTRI, KOTA BATIK DIGABUNG JADI KOTA SANTANIC...miris๐ฅ
Miris wak.
Islam di Jawa mulai dipertontonkan menyimpang.
Lebih miris lagi:
ormas terbesar di Jawa diam.
Diam melihat yang dianggap KESENIAN
padahal wujudnya menusuk akidah.
Atau jangan-jangan diamnya bukan netral.
Jangan-jangan orang-orang dari ormas itu
ikut di dalam pentasnya.
KARNAVAL MAULID NABI.
PENTASNYA MIRIP RITUAL SATANIC?
Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026
Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Dikemas sebagai rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW
sekaligus khitanan massal ke-61.
Lalu satu adegan mencuri perhatian.
Kambing disembelih di atas altar.
Dikelilingi lilin.
Di bawahnya, pentagram terbalik.
Kepala kambing.
Lingkaran konsentris.
Simbol menyerupai aksara Ibrani.
Sekilas komposisinya
sangat mirip Sigil of Baphomet
ikon yang lekat dengan okultisme
dan satanisme modern.
Ini Maulid?
Atau teater yang memakai nama Rasul
untuk memamerkan simbol yang haram dipertontonkan
di peringatan kelahiran Nabi?
Ormas besar di Jawa di mana?
Kenapa tidak ada suara yang memotong?
Kenapa yang seharusnya menjaga akidah
malah tenang melihat altar, lilin, dan bintang terbalik
di malam yang disebut malam Maulid?
Kalau ini KONSEP SENI, jelaskan.
Jangan suruh umat menelan
sembelihan di altar
sebagai shalawat.
Lantas, apa sebenarnya konsep pertunjukan itu?
Seni?
Ketidaksengajaan?
Atau kesesatan yang sudah berani naik pentas
karena yang besar memilih diam?
Not just one of Maharashtraโs most famous temples, but one of Indiaโs most revered โ Shirdi Sai Baba Temple. ๐
This is how the plates used for Prasad are cleaned. More than 1,000 plates are washed every day, with such care and cleanliness.
Faith, service and cleanliness โ all in one place. ๐โค๏ธ
Betapa dermawannya pemerintah pusat kita! Menyedot 82% fiskal nasional dan memangkas ratusan triliun hak daerah, lalu bertingkah bak pahlawan dengan memberi "bantuan" 20 triliun. Ibarat merampok seisi rumah, lalu pamer kebaikan bersedekah sepotong roti sisa ke korbannya.
Prestasinya pun tak kalah epik. Elite Jakarta yang rajin korupsi kelas kakap (Bansos, BLBI) dan hobi mewariskan utang proyek ambisius seperti Whoosh, tapi masyarakat di Maluku hingga Papua yang disuruh ikut menanggung dosanya. Giliran daerah setor ratusan triliun dari kekayaan alamnya, mereka cuma dikasih kembalian receh bernama Dana Bagi Hasil.
Hebatnya lagi, para kepala daerah kita sangat "pemberani". Saat anggarannya disunat habis-habisan, mereka serentak bungkam. Entah karena takut dosa masa lalunya dibongkar pusat, sibuk sungkem ke pimpinan partai, atau sekadar jadi pengecut asalkan kursi jabatannya aman. Mengapa harus repot membela konstituen di daerah kalau tunduk pada Istana lebih menjamin karier?
Selamat datang di era Kolonialisme Rasa Baru (Colonial Developmentalism). Otonomi daerah dan Reformasi 1998 kini tinggal dongeng pengantar tidur. Semua nasib dan pembangunan didikte langsung dari Jakarta, karena tampaknya daerah memang hanya ditakdirkan sebagai sapi perah penurut.๐คง
Video yg cukup panjang
Tp ketika mendengar bang Media berbicara meski panjang lebar...
Yg disampaikan berisi.. bukan berisik sj spt pr penjilat2 itu ๐
Lihat bagian akhir..
Klo imajinasi Prabowo hr ini kekuatan pusat hrs di Jakarta, kita jg hrs berani menghidupkan imajinasi yg lain, menghidupkan kembali imajinasi Bung Hatta saat itu ttg Federalisme.
Smoga pr kepala daerah bisa merenungkan apa yg disampaikan bung Media..
Btw, galfok sm gesture buzzer pemerintah.. nampak sekali dia ga trima tp ga bisa bantah ya ๐
Dari seabrek pemikir negeri ini mesti diakui dialah salah satu yang terbaik: Media Askar Wahyudi.
Dia layak disebut sebagai role model paling tepat untuk saat ini dalam cara berpikir dan berbuat.
Saat bicara, ia selalu memegang data. Saat beropini, ia menumpahkan pikiran yang mampu membuka mata. Saat bekerja, dia pun mau berkeringat.
Ia doktor yang jadi dosen tak hanya mendidik mahasiswa di kampusnya. Ia mendidik bangsanya.
Sejak kematian Munir, keberanian dan kepedulian itu hidup dalam dirinya.
Kenapa ya
Buzzer pemerintah itu makin lama tampangnya makin tidak sedap dipandang mata ya?๐ค
Wkwkw.. sorry sorry..
Kembali ke laptop..
Gimana nih, kada2 kelen dibilang ga kompeten.. ga bisa ngatur duit..
Udah "dikasih* duit, cm didepositikan.. jembatan ga dibangun, takut dipidanakan krn aturan rancu?
(Dikira pemerintah pusat diisi orang kompeten smua apa?) ๐
Dikira pemerintah pusat sudah hebat menggunakan anggaran?!
Gada gitu yg mau counter? ๐
Rupanya dia ga paham, TKD DBH itu hak daerah! Pusat ga berhak menahan.
Smua mau dikuasai. Sok yesss!!
Hasilnya smua acakadul tuh.
MBG KDMP itu br 2 contoh proyek unggulan gagal ๐ฅฑ
Bangga melihat narasi putra Sumatera mampu merakit argumentasi yang tak bisa dibantah orang-orang tua bangkotan di ruangan itu.
Walikota bacul itu hanya bisa tertawa seperti badut. Bukan tawa pemimpin. Mungkin itu juga potret kepala daerah lainnya, bacul semua, diam, dan takut saat ditindas.
Kepala daerah kita sakit. Bukan sakit badan. Sakit nyali.
1. Mereka penakut. Tunduk pada ketum. Lagi dan lagi dikendalikan dari pusat. Bukan pemimpin daerah, tapi perpanjangan tangan Jakarta yang takut kehilangan kursi.
2. Mereka kemungkinan bawa dosa masa lalu. Makanya takut. Setiap langkah dihitung, setiap suara ditahan, karena kriminalisasi lebih menakutkan daripada kemarahan rakyat.
3. Mereka pemimpin pengecut. Tidak mau ngapa-ngapain. Diam di kantor. Yang penting tetap menjabat. Rakyat boleh ribut, dapur boleh bermasalah, anak-anak boleh jadi korban. Yang penting kop surat masih ada namanya.
Masyarakat daerah sudah tidak punya pemimpin yang berpihak kepada rakyat.
Pemimpin sekarang lebih takut pada siapa yang duduk di Jakarta
ketimbang pada siapa yang memilihnya di daerah.
"Tragis dan zalim! Laporan terbaru membongkar borok rekrutmen manajer Kopdes Merah Putih: Puluhan ribu anak muda desa kini DISANDERA oleh negara sendiri.
Pembongkaran faktanya bikin elus dada:
1. Lebih dari 33.000 calon manajer dipaksa ikut diklat fisik semi-militer 45 hari. Tragisnya, porsi latihan yang tidak manusiawi ini dilaporkan sampai MEMAKAN 5 KORBAN JIWA MENINGGAL DUNIA.
2. Lulus diklat, hampir 30.000 peserta justru TERKATUNG-KATUNG NGANGGUR DI RUMAH tanpa gaji dan tanpa kepastian penempatan.
3. Konyolnya, mereka dilarang melamar kerja di tempat lain karena terikat kontrak 2 tahun, dan DIANCAM DENDA Rp100 JUTA jika mundur.
Kenapa bisa se-ugal-ugalan ini? Karena dari hulu kebijakannya pakai logika terbalik: 'Rekrut dulu, atur belakangan'. Terungkap bahwa Perpres tata kelolanya belum rampung, dan dari target 83.000 gerai, yang siap operasional baru 22.000 unit. Analoginya konyol: Koki sudah dilatih mati-matian, tapi restorannya sendiri belum dibangun.
Bagaimana mungkin negara mengikat dan mengancam warganya sendiri dengan denda ratusan juta untuk pekerjaan yang regulasi dan fasilitasnya saja BELUM ADA ? Ketika nyawa manusia melayang dan nasib puluhan ribu pemuda dikorbankan demi mengejar impresi proyek fisik, ini bukan lagi 'pemberdayaan', tapi kesesatan birokrasi yang sangat tidak bertanggung jawab.
Video : tribun