Dulu Galileo ditangkap karena dengan tegas mendukung teori heliosentris (matahari sebagai pusat tata surya) karya Nicolaus Copernicus, artinya dia dipenjarakan karena mendukung penuh teori Copernicus dengan argumentasinya berbasis penelitian yang dia lakukan.
Sepertinya kedua peneliti ini bang Roy Suryo dan kak @DokterTifa mengulangi kecacatan sejarah berabad-abad lalu dimana Intelektual berbasis penelitian harus terpenjara, jika itu yang terjadi maka rezim mu pak @prabowo akan tercatat dalam sejarah peradaban modern sebagai pembunuh Intelektual serta membahayakan dunia pendidikan kita.
Jika hasil penelitian itu dipenjara maka semangkin Jelas membuktikan kalau Makan Bergizi Gratis yang menelan Triliunan uang negara yang katanya mencerdaskan anak bangsa hanya akal-akalan pemerintahan mu untuk merampok uang negara, bukan begitu @Gerindra ?
Jauh sebelum @NataliusPigai2 ngoceh tetang sipil bisa menjabat di polri maka aku sudah lama mengusulkan Kalau Sipil Juga Boleh Mengisi Jabatan di TNI - POLRI, Mungkin karena aku bukan Menteri Sehingga Isu yang aku hembuskan Sejak 1 Agustus 2024 itu tidak direspon media. 🤪
Hati² Kudeta Merangkak Pak @prabowo , Program Unggulan Bapak Seperti MBG, Koprasi Merah Putih dll Sangat Berpotensi Menjadi Bancakan, Bahkan MBG Itu Sudah Terang Benderang Menjadi Bancakan Secara Terstruktur Sistematis dan Masif. Suara sumbang tentang kepemimpinan bapak sudah semangkin kencang, bukan tidak mungkin suara - suara sumbang itu sudah ada yang mengorkestrasinya, yang bertujuan menjatuhkan pemerintahan bapak.
Kerusakan mental yang dialami anak² Kampung Lapak Periuk Mulai kita perbaiki dengan mengajarkan mereka mengaji, Tekanan mental terhadap anak² pasca penggusuran tidak manusiawi yang dilakukan oleh LSM Abal² itu sungguh merusak psikologis mereka.
Perang terhadap Mafia Hukum dan Mafia Peradilan Telah Kita Gaungkan, Dari Cilegon Kita Mulai Perang Itu, Semoga Api Kemarahan Rakyat Terhadap Mafia Hukum dan Mafia Peradilan Merembet Kedaerah Lain, Sehingga Pemerintahan Presiden @prabowo Bersih Dari Mafia Hukum dan Mafia Peradilan.
Udah benar ini Prof @bang_dasco , kuharap jangan cuma ditunda Import Mobil Dari India, bila perlu dibatalkan seluruhnya dan Pemerintah fokus bangun Industri Mobil Nasional Sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi rakyat. 🙏
Dari puing-puing kehancuran kita kembali membangun tanah ini, dengan semangat kerja kolektif kita dukung program kerja Presiden @prabowo Untuk ketahan pangan. Perlahan tapi pasti kita bangun pertanian yang terintegrasi dengan peternakan, ingatlah bahwa semangat itu modal utama kita
Selamat Jalan Kawan, Terakhir Ketemu Denganmu Saat Kau Bercerita Denganku Ingin Menjadi Pengacara Rakyat, Memperjuangkan Kaum Miskin Untuk Mendapatkan Keadilan Di Negri Yang Menjadi Surga Bagi Koruptor dan Penindas Rakyat. Sampai Ketemu Kembali di Alam Keabadian.
Rest In Love David Sitorus.
Dicaci, dihina, difitnah, hingga dibusuki kawan sendiri itu hal biasa dalam dunia gerakan. Ingatlah perjuangan itu tidak butuh validasi dari siapapun, karena sejatinya ia lahir dari Kesetiaan, Kejujuran dan ketulusan, Yang pasti sekencang apapun kebohongan berlari maka kebenaran punya caranya sendiri untuk selangkah didepan. Maka bersenang-senanglah dalam melakukan perjuangan sebab proses tidak akan pernah menghinati hasil.
Terima Kasih Bang Dasco Akhirnya Presiden @prabowo Menutup PT. Toba Pulp Lestari Jahanam Sang Penghancur Tanah Batak, Operasi Senyap Yang Telah Abang Lakukan Kini Memberikan Harapan Baru Untuk Perbaikan Tanah Leluhur Kami. Semoga Abang Terus Diberikan Kesehatan Oleh Sang Khalik Untuk Dapat Terus Memperjuangkan Hak Rakyat. 🙏
Posko Perjuangan Warga Lingkungan Lapak Periuk, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon Kita Isi Dengan Mengkaryakan Para Remaja Untuk Mendirikan Sekolah Rakyat Yang Fokus Mengajari Anak² Yang Mayoritas Orang Tuanya Pemulung.
Cc. @Gerindra@Fraksi_Gerindra
Buat apa cuma Hormat pada Pemulung kalau Rumah Mereka dihancurkan dan anda diam Pak @prabowo, Seperti yang terjadi di Lingkungan Periuk, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang Kabupaten Cilegon ?
Cc. @Gerindra
Di Cilegon Ratusan Rumah Rakyat di Gusur dan Dihancurkan Oleh LSM, Namun Saat Mereka Menolak Penggusuran Itu Malah Polda Banten Langsung Gerak Cepat Memanggil Para Warga Yang Menolak dan Melawan Penggusuran Itu, Padahal Mayoritas Warga Yang Tinggal di Tempat Itu Hanyalah Pemulung, Buruh Harian Lepas, Pedagang Kaki Lima, Tempat Itu Dikenal Dengan Sebutan Lingkungan Lapak Periuk, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kotamadya Cilegon.
Pak @prabowo Bencana Lombok Korban Tewas Berjumlah 458 Jiwa Hanya 1 dari 38 Provinsi, Sedangkan Bencana Sumatera Korban Tewas Sudah 1.053 0rang dan Akan Terus Bertambah Serta Terdampak 3 Provinsi Dari 38 Yang ada. Apa Harus Kami Bersuara Untuk Sumatera Merdeka Baru Ditetapkan Sebagai "Bencana Nasional" @Gerindra ?
Kalau Pak @prabowo bicara Harga Diri Bangsa Maka Putuskan Segera Hubungan Diplomatik Dengan China, Usir Keluar Seluruh Warganegara Mereka Dari Bumi Pertiwi, Hukum Seberat-beratnya Para Pelaku Jahanam Itu. Giliran Bantuan Kemanusiaan Dari Luar Negeri Untuk Bencana Sumatera di Tolak Atas Nama Harga Diri Bangsa, Giliran Utang Ngemis Keluar Negeri Atas Nama Investasi.
#BencanaSumateraBencanaNasional
Jumlah korban tewas sudah 940 orang dan yang hilang 276 orang serta yang terdampak jutaan orang di 3 Provinsi Sumatera, tapi bangsatnya Pemerintah belum juga menetapkan Status "Bencana Nasional" di Sumatera.
Padahal apa yang terjadi di Sumatera itu karena Ulah Pemerintah Bangsat yang memberikan Ijin dan Konsesi Untuk Penghancuran Hutan dan Perampokan Kayu Milik Leluhur Kami untuk di Tanami Sawit Oleh Para Babi² Rakus Sang Taipan Jahanam itu.
Belum lagi kelakuan para Anjing² Berseragam Penegak Hukum yang menjadi Backing Pembalakan Liar Hutan Milik Leluhur kami semangkin menjadi - jadi sehingga proses penghancuran hutan milik leluhur kami manjadi Masif.
Apa harus kami membuat gerakan Vandalisme dengan membakari seluruh perusahaan yang menghancurkan hutan milik leluhur kami baru pemerintah membuat kebijakan untuk menghentikan seluruh aktifitas perusakan hutan yang selama ini leluasa menebang pohon² milik leluhur kami ?