"Kita kawal upaya Prabowo-Gibran memenuhi 4 janji utama. Pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan, mengurangi kemiskinan yang konsisten, kemandirian pangan dan energi dan pertahanan yang kuat. Memang tidak mudah, tetapi harus diupayakan."
Dengarkan Persoalam Masyarakat, AHY Minta Kader Demokrat Selalu Cari Solusi dan Bantu Rakyat
“Jangan hanya turun ketika masuk tahun politik. Turunlah setiap saat. Dengarkan persoalan masyarakat, apakah terkait lapangan pekerjaan, daya beli, pendidikan, kesehatan maupun persoalan fundamental lainnya. Carikan solusi dan hadir untuk mereka.”
Agus Harimurti Yudhoyono
Ketua Umum Partai Demokrat
Alhamdulillah, ada “good news” untuk kita semua. Dua hari ini, 9-10 Juni 2026, Rupiah dan IHSG menguat secara signifikan. Selamat dan terima kasih untuk negara dan pemerintah. Semoga ini merupakan awal dan pertanda baik ~ “a good beginning”.
Kabar baik ini membuktikan apa yang saya sampaikan bulan Mei 2026 yang lalu tidak keliru. Pemerintah, tentunya pemimpin kita Presiden Prabowo Subianto, masih memiliki sumber daya politik dan ekonomi untuk mengatasi tekanan ekonomi yang kita rasakan saat ini. Masih tersedia opsi dan solusi dari otoritas moneter dan fiskal kita.
Pemerintah berhasil menghentikan proses pelemahan Rupiah dan IHSG yang terjadi secara sistematis (berturut-turut) dalam jumlah yang besar. Itulah sebabnya kebijakan yang dijalankan oleh Bank Indonesia, tentunya bersinergi dengan pemerintah, menjadi salah satu faktor positif dalam menghentikan rontoknya Rupiah dan IHSG. Kalau tidak, pelemahan saham dan mata uang kita bisa “unstoppable”. Pasalnya, sudah menjadi satu antara faktor “real economy”, utamanya situasi fiskal dan APBN kita termasuk beban utang yang melilit, dengan faktor psikologis dan persepsi pasar yang tidak positif.
Ke depan, hari-hari mendatang, kita berharap Pemerintah terus melakukan langkah-langkah stabilisasi ekonomi. Menyehatkan APBN kita. Membatasi dan mengendalikan jumlah utang pemerintah. Mencegah terjadinya kenaikan harga barang dan jasa yang bisa memukul kehidupan rakyat. Memulihkan kembali kepercayaan investor. Meningkatkan komunikasi yang lebih efektif sehingga kebijakan dan langkah pemerintah dimengerti oleh rakyat dan “market”. Menghentikan berbagai spekulasi dan ketidakpastian. Yang tidak kalah pentingnya, melindungi rakyat kita yang sangat terdampak dengan situasi ekonomi, termasuk dampak dari kenaikan harga BBM.
Saya tahu, karena kenyang dalam menangani tekanan ekonomi seperti ini ketika memimpin Indonesia dulu, semua ikhtiar pemerintah ini tentu memerlukan waktu. Perlu dukungan publik yang lebih kuat. Ingat, “in crucial thing, unity”. “In important thing, dialogue” dan diwadahinya keragaman pandangan yang konstruktif. Pikiran yang rasional, kebijakan yang tepat dan aksi-aksi nyata yang serius menjadi sangat penting. *SBY*
Sebagai bagian dari koalisi Pemerintahan Prabowo-Gibran, saya tentu bersama partai akan mendukung dan menjaga keberlangsungan pemerintahan ini hingga pemilu berikutnya.
Sebagai bagian dari partai koalisi, kami juga berkewajiban mendengarkan berbagai aspirasi yang berkembang di masyarakat, baik yang disampaikan melalui media sosial maupun yang disuarakan di jalanan.
Aspirasi dan tuntutan tersebut tentu tidak semuanya dapat dipenuhi, namun selalu ada hal-hal yang layak didengar, dipertimbangkan, dan dijalankan demi kepentingan rakyat.
Karena itu, sedapat mungkin pemerintah dan partai-partai koalisi perlu bersikap lebih sabar dan bijaksana dalam menghadapi berbagai bentuk kritik maupun tekanan. Baik yang disampaikan dengan cara-cara yang santun maupun yang terkadang kasar dan mengusik rasa budaya, semuanya perlu disikapi dengan kepala dingin dan kedewasaan politik.
Saya sendiri, pada masa lalu, memilih berjuang dengan cara yang benar, terorganisasi, dan tidak didorong oleh subjektivitas semata. Hampir seluruh mahasiswa UGM, mahasiswa Yogyakarta, dan mahasiswa Indonesia pada masa itu juga menempuh jalan perjuangan yang serupa: kritis, terukur, dan bertanggung jawab.
Kalau saja Kru "Total Politik" memiliki kepekaan politik dan kemampuan membaca situasi secara lebih cermat, kejadian protes mahasiswa UGM terhadap anggota Kabinet semalam tentu tidak terjadi
Bukankah mahasiswa UGM dan Yogyakarta sedang menunjukkan dinamika yang memanas, Budiman Sudjatmiko justru baru saja menuai kritik karena tindakan mengusir mahasiswa di Jawa Tengah.
Total Politik, genit.
SOAL SELL INDONESIA vs SELL SINGAPORE
1) Sudah 2 hari ini saya melihat netizen Indonesia — yang isinya mayoritas anak muda, mereka terpelajar, bahkan mengerti dan jadi pelaku langsung pasar saham dan keuangan — ramai-ramai mengeluarkan sikap dan pernyataan soal “Sell Singapore”. Hal ini untuk melawan kampanye negatif “Sell Indonesia” yang mereka gaungkan dari sana beberapa waktu belakangan ini. Sekaligus ini juga respon netizen Indonesia terkait jatuhnya nilai mata uang dan pasar saham kita karena diduga “dikerjai” dari sana.
2) Soal sikap netizen ini saya melihat, selain soal nasionalisme dan kecintaan mereka pada Indonesia, juga secara tidak langsung bentuk dukungan mereka terhadap kebijakan Pak @prabowo membentuk Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
3) Karena melalui DSI ini diharapkan tidak ada lagi “under-invoicing” dll sebagaimana Pidato Presiden. Dimana selisih keuntungan yang sangat besar akhirnya jadi masuk dan diparkir di Singapura. Padahal kitalah pemilik SDA tersebut. Hutan kita yang gundul, kita yang kebanjiran dan kena bencana, malah Singapura yang tidak korban apapun yang menikmati uang tersebut. Dengan DSI diharapkan sepenuhnya uang itu masuk Indonesia dan dipakai untuk pembangunan.
4) Dukungan dari netizen dan para pelaku pasar ini menurut saya sangat baik untuk pak Prabowo. Untuk itu saya pribadi meminta: tolong DSI ini dikelola betul dengan benar dan jujur. Termasuk siapapun yang hari ini dipercaya pak Prabowo mengurus DSI ini, kelolalah dengan benar dan jujur.
5) Kalau nanti ternyata DSI ini juga banyak “fraud-nya”, netizen ini juga yang akan balik menghantam Presiden Prabowo. Apalagi para netizen ini juga sudah banyak “berkorban”, mereka selalu pelaku pasar dihantam kerugian besar karena ambruknya bursa kita beberapa waktu belakangan ini. Jadi jangan sia-siakan pengorbanan mereka.
Hormatku,
Jansen Sitindaon
Tahun 2005.
Harga minyak dunia sedang naik, subsidi BBM dari APBN membengkak.
Keadaan fiskal sempit, mau ini susah, mau itu susah. Mesti ada anggaran yang dilonggarkan.
Presiden SBY berkoordinasi dengan DPR dan MPR untuk meminta persetujuan.
Agar tidak makin membengkak, pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM dan mengurangi subsidi.
Setelah disetujui, SBY, mengumumkan sendiri di TV nasional keadaan apa yang terjadi.
Apa yang sudah dia lakukan.
Dan keterpaksaan menaikkan harga BBM.
Dan sebagai kompensasi, masyarakat diberikan bantuan langsung tunai, sebagai pengganti subsidi BBM.
Tahun 2026
Malam hari, tiba-tiba Pertamax naik.
Gak ada angin gak ada hujan.
Dari 12 ribu jadi 16 ribu.
Tiga puluh persen lebih.
Siangnya Presiden Prabowo pidato di Lampung.
"Yang nyinyir, nyinyir, nyinyir."
"Nyenyenye"
Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kepercayaan dan apresiasi yang diberikan kepada Partai Demokrat sebagai salah satu partai yang dinilai konsisten memperjuangkan aspirasi publik.
Kepercayaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang akan terus kami jaga dengan kerja nyata, keberpihakan kepada rakyat, serta komitmen untuk menghadirkan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Partai Demokrat akan terus mendengar, mengawal, dan memperjuangkan suara rakyat demi Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
Saya memberikan arahan secara virtual kepada para kader se-Kepri dalam Musyawarah Daerah (Musda) V yang digelar di Batam. Saya ingin membangkitkan kembali semangat seluruh jajaran DPD @PDemokrat Kepri di bawah kepemimpinan Bupati Anambas, Bapak Aneng, untuk menyongsong target perjuangan lima tahun ke depan.
Apresiasi kepada Sekjen Herman Khaeron, Wasekjen @Rezka_Okto , Wabendum Edwin Tandjung, Kepala BPOKK @OssyDermawan, serta seluruh jajaran pengurus DPP dan BPOKK yang hadir mengawal langsung di lapangan. Kehadiran sesepuh kita, Prof. Dr. Subur Budi Santoso dan Ibu, serta Gubernur Kepri Bapak Ansar Ahmad beserta para kepala daerah sahabat, sungguh menambah energi solidaritas pada Musda ini.
Musda ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum konsolidasi dengan tiga pilar utama: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, dan Rebut Kemenangan. Kita harus merapatkan barisan dari tingkat DPD hingga ke akar rumput untuk terus berjuang untuk masyarakat.
Kepri memiliki nilai geopolitik dan ekonomi yang sangat strategis di Selat Malaka serta perbatasan Natuna. Dengan pertumbuhan ekonomi Kepri yang solid, ini harus terus dikawal agar selaras dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Mari kita hadirkan solusi konkret bagi masyarakat melalui tindakan nyata, karena Demokrat peduli dan beri solusi!
Perlu Intervensi dan Sinergi Lintas Institusi, Demokrat Minta Aparat Tindak Tegas Tambang Ilegal di Sulbar
“Mohon kiranya aktualisasi peran TNI betul-betul terwujud untuk menertibkan tambang ilegal yang sudah bertahun-tahun tidak mampu ditertibkan ini. Perlunya intervensi dan sinergi lintas istitusi guna menertibkan aktivitas tambang ilegal.”
Mulyadi
Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Demokrat
Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Barat
Kalau puang @msaid_didu katanya kaget Silmy Karim korupsi, saya bilang kemarin kok saya nga kaget ya? Terbukti dari barang yang disita KPK dari rumahnya luar biasa banyak. Udah lama jadi koruptor ini, baru kebongkar aja
Membangun Industri Maritim Masa Depan
Saya bersama delegasi Indonesia meninjau langsung bagaimana inovasi, otomatisasi, dan energi bersih terintegrasi di Moscow Shipyard, Moskow (1/6). Sistem pengisian daya serta teknologi otomatisasi pada kapal penumpang bertenaga listrik yang beroperasi di Sungai Moskow menjadi contoh menarik bagaimana transformasi sektor maritim dapat berjalan seiring dengan agenda keberlanjutan.
Kunjungan ini memberikan banyak perspektif mengenai arah masa depan industri perkapalan dunia. Masa depan sektor maritim tidak hanya ditentukan oleh ukuran kapal yang dibangun, tetapi juga oleh teknologi, efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan yang mampu dihadirkan.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki kebutuhan yang sangat besar untuk terus memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus memodernisasi armada transportasi laut dan kapal perikanan secara bertahap dan berkelanjutan. Karena itu, penguatan industri galangan kapal nasional, adopsi teknologi maju, pengembangan energi bersih, serta pembangunan rantai pasok yang kuat menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan daya saing maritim Indonesia.
Peluang kolaborasi yang terbuka sangat luas, mulai dari pengembangan kapal ramah lingkungan, modernisasi infrastruktur pelabuhan dan penyeberangan, hingga transfer teknologi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Berbagai pengalaman dan praktik terbaik yang kami pelajari menjadi referensi berharga untuk mempercepat transformasi sektor maritim nasional.
Melalui kerja sama yang saling menguntungkan, kita berharap semakin banyak langkah konkret yang dapat diwujudkan untuk memperkuat industri maritim Indonesia, meningkatkan konektivitas nasional, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
🇮🇩🇷🇺
Konektivitas yang Menggerakkan Pertumbuhan
Perjalanan dari Moskow menuju St. Petersburg kali ini terasa berbeda. Atas undangan Duta Besar RI untuk Federasi Rusia, Bapak Jose Antonio Morato Tavares, saya berkesempatan mencoba langsung Kereta Cepat Sapsan bersama Delegasi Indonesia dalam perjalanan menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026.
Bagi saya, setiap kali berkesempatan menggunakan moda transportasi di negara lain, perjalanan tidak pernah sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Saya selalu mencoba melihat lebih jauh: bagaimana sebuah negara membangun konektivitas, mengintegrasikan sistem transportasi, memangkas waktu tempuh, dan pada akhirnya menggerakkan ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.
Sapsan, yang namanya diambil dari burung falcon tercepat di dunia, menghubungkan Moskow dan St. Petersburg yang berjarak sekitar 645 kilometer dalam waktu kurang dari empat jam. Namun di balik kecepatannya, yang paling menarik perhatian saya adalah bagaimana perkeretaapian menjadi tulang punggung mobilitas dan konektivitas antarkota.
Sepanjang perjalanan, hamparan hutan, desa-desa kecil, dan bentang alam Rusia yang membentang luas menjadi pengingat bahwa infrastruktur yang baik tidak hanya menghubungkan kota-kota besar, tetapi juga membuka akses dan peluang bagi wilayah-wilayah di antaranya.
Pengalaman seperti ini memberikan banyak pembelajaran dan referensi yang berharga bagi Indonesia. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, konektivitas merupakan salah satu fondasi penting pertumbuhan ekonomi. Karena itu, kami di Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan terus mendorong penguatan jaringan perkeretaapian nasional agar semakin efisien, terintegrasi, dan mampu membuka lebih banyak pusat pertumbuhan baru di berbagai daerah.
Pada akhirnya, infrastruktur terbaik bukan hanya yang mampu mempersingkat jarak, tetapi juga yang mampu memperluas kesempatan.
Prabowo 53 kali ke luar negeri dalam 20 bulan, tapi buat nerima surat kepercayaan Dubes asing yang datang ke Jakarta aja susah ngatur jadwal.
Dino Patti Djalal , mantan Dubes RI untuk AS, orang yang hidupnya di dunia diplomasi , baru aja posting: ada 17 Dubes asing yang udah tiba di Jakarta tapi masih NUNGGU presiden.
Ada yang nunggu sampai 8 bulan. Termasuk dari negara ASEAN , tetangga sendiri.
FYI: selama belum serahkan surat kepercayaan, Dubes belum bisa kerja resmi.
Ini aturan internasional baku (Vienna Convention). Bukan protokol sepele.
Jadi "diplomasi aktif" yang diklaim itu: rajin keliling dunia, tapi Dubes yang datang ke rumah sendiri ditelantarin berbulan-bulan.🤷♂️
Seskab Teddy Indra Wijaya .
Letkol Kopassus, mantan ajudan Prabowo, nol pengalaman diplomasi ,
merespons Dino Patti Djalal dengan sindiran: "diplomat hebat, walau cuma 3 bulan jadi Wamenlu."
Oke, Pak Letkol. Kita bedah satu-satu.
Soal biaya: Lo bilang kelebihan biaya ditanggung "pribadi Presiden." Tapi pesawat kepresidenan, pengamanan TNI-Polri, hotel protokol, tim advance, logistik 50-60 orang , itu semua tetap APBN.
Yang "pribadi" cuma excess-nya.
Dan Prabowo sendiri yang tanda tangan Inpres No. 1/2025 yang perintahkan seluruh K/L pangkas perjalanan dinas 50%.
Guru nyuruh murid hemat, gurunya keliling dunia.
Soal rombongan: Lo bangga rombongan turun dari 120 jadi 50-60 orang.
Dino tidak pernah bicara soal ukuran rombongan. Dia bicara soal frekuensi , 1 dari 6 hari Presiden ada di luar negeri.
Lo jawab pertanyaan yang tidak ditanyakan.
Soal investasi Rp 2.430 triliun: Ini total realisasi investasi PMDN + PMA tahunan , tren jangka panjang yang sudah berjalan sebelum Prabowo menjabat, dipengaruhi hilirisasi, regulasi, dan iklim global.
Lo tidak bisa buktikan berapa dari angka itu kausal dari kunker.
Berdiri di bawah hujan lalu ngaku bisa mendatangkan air.
Soal sindiran "3 bulan":
Dino punya PhD dari London School of Economics, 26 tahun karier diplomatik, 3 tahun Dubes untuk Amerika Serikat.
Yang nyindir dia adalah seorang Letkol yang jabatan Seskab-nya lahir dari loyalitas, bukan keahlian tata negara.
Di negara yang sehat, Seskab dijabat teknokrat.
Di sini, dijabat ajudan yang merangkak naik karena setia , lalu nyindir diplomat doktoral soal pengalaman.
"Speak truth to power," kata Dino.
Yang menjawab justru orang yang hidupnya melayani power.
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke 🇮🇩, apalagi Dubes 🇮🇩 di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
Peran Teddy Indra Wijaya Tidak Sebanding dengan Dino Patti Djalal dalam soal Diplomasi Internasional. Teddy hanyalah ‘tentara lompatan’ yang memanfaatkan klientelisme dan patronase. Dan baru dikenal karena menggendong perempuan yang pingsan saat kampanye Prabowo di GBK.
Pak @dinopattidjalal tidak dikenal karena viral soal yang remeh-temeh seperti itu. Dia dikenal karena rekam jejak dan kemampuan intelektual. Saya sendiri mengetahui beliau dari Buku.
Saat saya mahasiswa, buku "SBY Harus Bisa!: Seni Memimpin Ala SBY" menjadi buku bacaan dalam kelompok diskusi kami. Dari buku itu pula saya mengetahui latar belakang pak Dino.
Dino Patti Jalal adalah keturunan Minang. Dan Saya kagum pada orang Minang, karena tokoh-tokoh besar dan sebagian besar pikiran Republik itu lahir dari ide orang-orang minang.
Ayahnya Hasjim Djalal adalah seorang diplomat dan Ahli hukum laut internasional. Dan Pak Dino mengikuti jejak ayahnya menjadi diplomat Indonesia.
Dan tidak hanya menjadi diplomat, dia juga menjadi Dubes RI untuk AS, Wakil Menteri Luar Negeri (yang ‘diejek’ Teddy hanya 3 bulan), dan menjadi Juru Bicara Presiden SBY.
Dan dia memiliki rekam jejak pendidikan yang mengagumkan. Memperoleh gelar di Universitas Carleton (BA) dan Universitas Simon Fraser (MA) Canada. Dan melanjutkan gelar PhD di London School of Economics and Political Science
Untuk bicara kelas dengan Teddy Indra Wijaya sungguh sangat jauh dalam urusan pergaulan internasional.
Teddy keliling Indonesia hanya ‘mendampingi Prabowo’ tidak punya peran diplomasi apa-apa. Dia hanya mengatur urusan yang bersifat pribadi.
Pak Dino mengerti tentang diplomasi, dan berpengalaman dalam meja perundingan. Teddy sekali lagi ada disamping Prabowo, tidak punya peran diplomasi selain duduk seperti ‘ibu negara’.
Dia diuntungkan oleh kedekatan, dengan lompatan karir yang prematur. Sesuatu yang sangat merusak sistem organisasi ketentaraan.
Apakah perusak sistem seperti itu layak memberi penilaian terhadap orang lain?