Apakah secara historis reversal dari bottom harus didukung foreign net inflow?
IHSG naik 7,6% Selasa dan 2,7% Rabu.
Asing? Masih net sell Rp 2,45 T dan Rp 3,13 T.
Banyak yang menyimpulkan Asing masih buang barang atau ini rally ini palsu.
Sounds logical.
Tapi premisnya layak diuji dengan data.
Apakah flow Asing/Domestik ini relevan dalam menentukan ini reversal atau bukan?
Saya backtest 4 crash terbesar IHSG: GFC 2008, Taper Tantrum 2013, koreksi 2015, dan COVID 2020.
Tiga dari empat reversal dimulai saat asing masih net sell.
Di 2013 dan 2015, kumulatif flow bahkan masih negatif di bulan keenam, padahal index sudah naik 15–16%.
Inflow besar baru datang di bulan ke-5 sampai ke-12, setelah recovery terbentuk.
COVID paling ekstrem: IHSG naik 56% dalam 12 bulan, dan sepanjang itu asing tetap kumulatif net sell sekitar Rp 27 T.
Asing baru berbalik net buy bulanan pertama kali November 2020, saat index sudah jauh di atas bottom.
Apakah ini berarti 8 Juni sudah pasti THE bottom?
Tidak ada yang bisa menjamin itu, termasuk saya.
Yang bisa dikatakan dengan jujur: rebound dua hari ini terjadi di atas turnover yang naik (Rp 21,7 T → 28,0 T → 31,7 T), breadth-nya lebar, dan absennya foreign inflow bukan alasan valid untuk mendiskreditkan rally, karena secara historis memang tidak pernah jadi prasyarat.
Satu catatan lagi yang jarang dibahas. Label "asing" di data bursa itu flag pada order broker, bukan beneficial ownership.
Dengan makin umumnya struktur nominee dan jasa "masking" kepemilikan.
Garis pemisah antara "real" foreign vs domestic makin kabur.
Watch the tape, not the nationality flag on it.
Banyak yang nanya, "gimana lo tau sektor mana yang lagi bagus buat trading?"
Gua selalu analisis makro dulu dan gua cari korelasi-korelasinya ke sektor apa yang kira-kira bakal manggung. Tapi penilaian ini subjective.
Di tools yang gua buat, gua pake Relative Rotation Graph (RRG).
Ada 2 axis:
→ X (Strength): seberapa kuat sektor itu vs IHSG
→ Y (Momentum): apakah strength-nya lagi naik atau turun
Kondisi sekarang (Dec 29 '25 → Mar 31 '26):
• Leading:
IDXENERGY, IDXINDUST, IDXHEALTH
• Improving:
IDXTECHNO, IDXINFRA, IDXPROPERT
• Weakening:
IDXNONCYC, IDXFINANCE, IDXBASIC, IDXTRANS
• Lagging:
IDXCYCLIC
Yang paling menarik?
Sebenernya IDXTECHNO sama IDXPROPERT lagi nge-trail naik ke kuadran Improving showing early sign rotation mau masuk Leading.
Tapi for volume and liquidity reasons, gw cenderung untuk bermain di PTBA.
Why?
Karena sektor energy masih outperform + momentumnya kuat.
Menarik datanya. Dua cara baca ini:
Bull case: Z-score -2.1 artinya Indonesia memang secara historis extreme cheap.
IF and ONLY IF mean reversion (pembalikan arah) berlaku dan tidak ada structural change.
The thing is, Market is not dumb.
Everything is Cheap or Expensive for a reason.
Z-score vs 10yr history itu powerful kalau mean yang dipakai belum obsolete.
Don't fight the data.
Tapi jangan juga assume market salah.
Beberapa bulan lalu, di X juga, gw nemu 1 google drive isinya ilmu semuaaa.
Nih langsung aja https://t.co/qEvuMTjGAP
Silakan belajar sepuasnya yaaa. Semoga bermanfaat
Silakan bookmark dan bantu repost yaa!
Hati2 generalization bias, konteks case di sini usia nya 66 tahun. Corporate superstars generasi tsb memang banyak yang ga punya linkedin.
Banyak orang karir gacor lainnya khususnya di generasi lebih muda digital footprint nya bagus juga
Jangan sampai ter-discourage untuk punya linkedin, karena saya pribadi merasakan banyak sekali tawaran opportunity dari sana
This looks simple.
But ideas like this could change how small communities generate energy.
The real question is :
Why aren’t solutions like this more common?
Berinovasi dalam bidang pertanian, begini rancangan proyek smart farming ala Gen Z di lahan pertanian keluarga miliknya.
📹 : @/danny_cahyo via Instagram
Saat bidang pertanian tak lagi menarik minat generasi muda khususnya Gen Z, Danny Dwi Cahyono, seorang kreator digital dan software engineer coba buat inovasi sistem irigasi otomatis melalui penerapan Internet of Things (IoT).
Dalam video tersebut, Danny menjelaskan bahwa ini adalah tahapan pertama terkait produksi sistem yang dirancang.
Dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi, kedepannya akan mengembangkan sektor pertanian dari sisi produktivitas, efisiensi, kualitas, dan kuantitas dari hasil panen.
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang baru saja dirilis Muhammadiyah.
Keputusan ini diambil setelah Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah meninjau ulang data astronomi global dan memvalidasi parameter KHGT. Hasilnya, awal Ramadan diputuskan maju sehari dari kalender cetak lama yang sebelumnya tertulis 19 Februari 2026.
“1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 Masehi,” demikian bunyi Maklumat No. 01/MLM/I.1/B/2025 yang dirilis Kamis (25/9).
Tak hanya Ramadan, Muhammadiyah juga sudah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Penetapan ini merujuk pada keputusan resmi PP Muhammadiyah dan hasil Muktamar Turki 2016, dengan syarat utama posisi bulan minimal 5 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam, serta sudut elongasi lebih dari 8 derajat 6 menit.
Meski syarat pertama tak terpenuhi, syarat kedua valid berdasarkan perhitungan astronomis global. Karena itu, Muhammadiyah memutuskan awal Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026.
Perlu dicatat, penetapan ini bisa berbeda dengan pemerintah. Kementerian Agama (Kemenag) baru akan memutuskan tanggal resmi 1 Ramadan dan Idul Fitri 1447 H lewat sidang isbat.
| Narasi
Polisi telah menetapkan 959 orang menjadi tersangka terkait kerusuhan saat demonstrasi pada 25-31 Agustus 2025 di seluruh Indonesia.
Namun, Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menemukan bahwa polisi melakukan berbagai pelanggaran terkait penangkapan dan penahanannya. Apa saja? Baca utas sampai habis, ya.