DIDUGA AKSI TIPU-TIPUAN ALA PLN
"PEMELIHARAAN SISTIM"
Sekarang alasannya tamplete-nya sudah di ubah. Di jawa dan Kalimantan mati lampu alasannya kompak
Di jawa: pembangkit listrik 2 rusak
Di Kalimantan: 2 pembangkit listrik rusak
Bayangkan 2 pembangkit listrik di jawa dan 2 pembangkit listrik di Kalimantan rusak secara bersamaan. Apa kalian yakin ini kebetulan atau sabotase? Atau ada skenario lain di balik ini?
Dan yang paling mengenaskan dirut pln gak tahu diri itu tetap aja bertahan demi mendapatkan gaji+tukang yg hampir 20 miliar setahun itu. Bengek gak tuh
Dipecat dari tentara menjadikan Prabowo punya unfinished business. Akhirnya sekarang ketika ada kesempatan pegang kuasa, dia pengin segala sesuatunya ada nuansa militer—bahkan untuk sekadar jaga toko di tengah sawah.
masak sih.. beneran ada orang kayak di cerita ini?🥲
kadang percaya gak percaya sama cerita di sosmed ini..
walaupun beneran ada, kira2 penyebabnya apa ya? kok sampe punya pikiran kayak gitu..
Adik ipar ada yg jadi guru. Waktu melihat pidato ini dia sampe meneteskan air mata. Terharu katanya.
Tiap ketemu kutanya : "piye nduk? Gajimu mundak piro saiki ? "
Dia cuma 😊 menjawab : " Bener omongmu mas.. Kancil nduwe rai 1000". 😂
Anggota DPR Gerindra bilang bukti Prabowo "responsif terhadap kritik" adalah...
...anak desa minta jembatan, langsung dibangun.
Sementara:
a. Mahasiswa tuntut reformasi Polri → hasilnya nol, UU Polri malah dikebut diam-diam
b. Akademisi kritik MBG → direspons defensif, bukan diperbaiki
c. Jurnalis mau tanya Presiden → Presiden memilih tidak menjawab
"Tidak alergi kritik" bukan berarti ramah ke semua orang.
Artinya tahan terhadap koreksi yang menyakitkan.
Bedain dua hal itu dulu, Bung. 🙂
-OSPEK Tahun 2000an-
Lokasi tidak diketahui, ini hanya gambaran bagaimana kerasnya Ospek tahun2 itu. Kadang menjalani ospek tp hatinya dendam😁
Ini mau jadi Mahasiwa atau mau jadi manager kopdes?👇
MASIH PERCAYA PRABOWO?
Dulu pernah dinasehati seorang profesor kalo jangan suruh tentara untuk bertani
Tapi nasehat/usul profesor itu dia abaikan dan malah menyuruh tentara utk bertani, ngurusin dapur hingga main koperasi2an
Lalu skrg bilang usul profesor pasti akan dia tindaklanjuti? KALIAN PERCAYA??!!
Usul Diabaikan Omon2
Belum tentu Jualannya segesit toko madura yg buka 24 jam/7hari.
Ini mau buka koperasinya di desa,apa di perbatasan Rusia-Ukraina.
Mereka Paham gk?skrg ada teknologi namanya Drone, Perang sekarang dengan teknologi itu! Tiongkok yg Warganya hampir 1M aja,perang2 dah pakai gituan!
🚨 tiga kata lucu : Intel ketauan lagi 😭🤣
Fatimah Azzahra BEM UI menangkap "intel" yg mematai-matai mahasiswa BEM UI ketika CFD di Sudirman kemarin 🤣🤣🤣🤣
#IndonesiaGelap
Surat kabar Borneo-Sinbun edisi Pontianak pada 1 Juli 1944 menampilkan pengumuman dari Jepang bahwa kelompok besar yang berniat memberontak di Kalimantan Barat sudah ditumpas.
Satu generasi pemimpin dan cendekiawan Kalimantan Barat dibantai habis oleh Jepang.
Pada akhir 1943, Jepang mulai merasa terdesak dalam Perang Pasifik. Di Kalimantan Barat, intelijen Jepang mencium desas-desus adanya rencana pemberontakan massal yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kaum cendekiawan, tokoh politik, sultan-sultan lokal, hingga pengusaha Tionghoa.
Guna mencegah hal tersebut, Jepang memutuskan untuk melakukan tindakan preventif yang sangat ekstrem: memenggal habis seluruh lapisan elite dan motor penggerak masyarakat Kalimantan Barat.
Pembersihan ini dilakukan secara bertahap sejak akhir tahun 1943. Jepang menangkap siapa saja yang dianggap memiliki pengaruh, berpendidikan, atau berpotensi memimpin perlawanan.
Mereka yang ditangkap dibawa ke sebuah kawasan terpencil di Kecamatan Mandor. Di sana, para korban dieksekusi secara kejam. Banyak di antaranya dieksekusi dengan cara ditutup kepalanya menggunakan kain lalu dipenggal atau ditembak. Jenazah mereka kemudian dimasukkan ke dalam lubang-lubang raksasa.
Tanggal 28 Juni 1944 diyakini sebagai momen eksekusi massal terbesar untuk menghabisi sisa-sisa tawanan utama yang dianggap sebagai "kepala komplotan" pemberontakan.
Tragedi Mandor tidak memandang suku maupun agama. Jepang menghabisi hampir seluruh generasi elite Kalimantan Barat saat itu. Para sultan dan keluarganya, termasuk Sultan Syarif Muhammad Alkadrie turut menjadi korban. Juga kalangan cendekiawan dan profesional seperti dokter, pengacara, guru, jurnalis, pemuka agama serta tokoh masyarakat.
Karena hilangnya generasi terpelajar dan pemimpin lokal ini, Kalimantan Barat sempat mengalami kekosongan kepemimpinan yang dampaknya terasa hingga bertahun-tahun setelah kemerdekaan.
Jumlah korban tewas dalam pembantaian ini diperkirakan mencapai 21 ribu jiwa.