kemana ya botol-botol ini skrg?
tempat kalian masih ada?
seingat ku. . .
dulu hampir semua warung makan umkm, ada sosro.
diantar/ distribusikan pakai truk besar. per 2 minggu ke warung-warung.
Dikutip dari berbagai sumber... alasan minuman botol kaca makin sedikit jumlahnya di pasar.
karena produsen lebih memilih efisiensi biaya dan operasional yang jauh lebih menguntungkan dengan beralih ke plastik PET atau kemasan kertas/karton,
di mana botol kaca yang berat dan rapuh justru menjadi beban besar karena meningkatkan biaya transportasi secara signifikan
satu truk hanya mampu membawa lebih sedikit produk akibat bobotnya yang tinggi sekaligus rawan pecah selama pengiriman dan penanganan
sementara plastik yang ringan memungkinkan pengiriman volume lebih besar dengan konsumsi bahan bakar lebih rendah,
tidak memerlukan sistem pengembalian botol yang rumit dan mahal seperti pengumpulan, pencucian, sterilisasi, serta logistik balik ke pabrik,
serta lebih cocok untuk distribusi massal ke supermarket, minimarket, dan saluran modern tanpa ketergantungan pada jaringan warung tradisional yang masih mempertahankan sistem deposit.
meski botol kaca sering dipuji karena rasa yang dianggap lebih autentik dan potensi daur ulang tak terbatas jika tingkat pengembalian tinggi, rupanya pergeseran ini juga didorong oleh persaingan ketat dan kebutuhan skalabilitas bisnis,
tapi bener deh ya. . .
yang botol jauh lebih enak, atau sebenernya cuma efek nostalgia?
cc:
@mrtweepsID@tribunmilano
dok. ueki / anime the law of ueki.
jadi menurut Fabregas, dalam sebuah wawancara lampau.
keputusan pelatih Tuchel semalam, yang memasukkan banyak pemain bertahan saat baru unggul 1-0 di waktu yang masih panjang.
adalah sebuah langkah berisiko karena secara psikologis akan menggeser mindset tim menjadi full defense.
dan justru mengundang lawan untuk menyerang secara frontal.
Situasi ini bisa berujung menjadi petaka fatal jika gawang akhirnya kebobolan sementara para penyerang utama sudah telanjur ditarik keluar, . .
sepakat sih kita ya. . .
@bahaspemainbola@MilanUpdate
simak 👇
kemana ya botol-botol ini skrg?
tempat kalian masih ada?
seingat ku. . .
dulu hampir semua warung makan umkm, ada sosro.
diantar/ distribusikan pakai truk besar. per 2 minggu ke warung-warung.
Dikutip dari berbagai sumber... alasan minuman botol kaca makin sedikit jumlahnya di pasar.
karena produsen lebih memilih efisiensi biaya dan operasional yang jauh lebih menguntungkan dengan beralih ke plastik PET atau kemasan kertas/karton,
di mana botol kaca yang berat dan rapuh justru menjadi beban besar karena meningkatkan biaya transportasi secara signifikan
satu truk hanya mampu membawa lebih sedikit produk akibat bobotnya yang tinggi sekaligus rawan pecah selama pengiriman dan penanganan
sementara plastik yang ringan memungkinkan pengiriman volume lebih besar dengan konsumsi bahan bakar lebih rendah,
tidak memerlukan sistem pengembalian botol yang rumit dan mahal seperti pengumpulan, pencucian, sterilisasi, serta logistik balik ke pabrik,
serta lebih cocok untuk distribusi massal ke supermarket, minimarket, dan saluran modern tanpa ketergantungan pada jaringan warung tradisional yang masih mempertahankan sistem deposit.
meski botol kaca sering dipuji karena rasa yang dianggap lebih autentik dan potensi daur ulang tak terbatas jika tingkat pengembalian tinggi, rupanya pergeseran ini juga didorong oleh persaingan ketat dan kebutuhan skalabilitas bisnis,
tapi bener deh ya. . .
yang botol jauh lebih enak, atau sebenernya cuma efek nostalgia?
cc:
@mrtweepsID@tribunmilano
dok. ueki / anime the law of ueki.
Dikutip dari berbagai sumber... alasan minuman botol kaca makin sedikit jumlahnya di pasar.
karena produsen lebih memilih efisiensi biaya dan operasional yang jauh lebih menguntungkan dengan beralih ke plastik PET atau kemasan kertas/karton,
di mana botol kaca yang berat dan rapuh justru menjadi beban besar karena meningkatkan biaya transportasi secara signifikan
satu truk hanya mampu membawa lebih sedikit produk akibat bobotnya yang tinggi sekaligus rawan pecah selama pengiriman dan penanganan
sementara plastik yang ringan memungkinkan pengiriman volume lebih besar dengan konsumsi bahan bakar lebih rendah,
tidak memerlukan sistem pengembalian botol yang rumit dan mahal seperti pengumpulan, pencucian, sterilisasi, serta logistik balik ke pabrik,
serta lebih cocok untuk distribusi massal ke supermarket, minimarket, dan saluran modern tanpa ketergantungan pada jaringan warung tradisional yang masih mempertahankan sistem deposit.
meski botol kaca sering dipuji karena rasa yang dianggap lebih autentik dan potensi daur ulang tak terbatas jika tingkat pengembalian tinggi, rupanya pergeseran ini juga didorong oleh persaingan ketat dan kebutuhan skalabilitas bisnis,
tapi bener deh ya. . .
yang botol jauh lebih enak, atau sebenernya cuma efek nostalgia?
cc:
@mrtweepsID@tribunmilano
dok. ueki / anime the law of ueki.
kemana ya botol-botol ini skrg?
tempat kalian masih ada?
seingat ku. . .
dulu hampir semua warung makan umkm, ada sosro.
diantar/ distribusikan pakai truk besar. per 2 minggu ke warung-warung.
Salah satu foto ter-epik.
2007 masih dimandiin sama Messi muda.
2026 akan menjadi lawan di panggung terbesar sepakbola, Final Piala Dunia.
Yamal berpotensi mengakhiri cerita Messi di Piala Dunia. Entah itu positif atau negatif.
jadi cara melihat niche kalian. . .
cek postingan kalian selama 3 bulan terahir. yg original ya.
petakan ke 1,2,3 yg paling rame.
terus cek timeline, "untuk anda".
nah yang paling banyak muncul apa..
kalau saya ada 4 besar.
bola
berita ekonomi
makanan
luar negeri
politik domestik
nah. . .
ambil 2-3 paling atas saja.
niscaya antum akan membaur jadi satu dg algo. . .
Sering dulu
Sejak jaman Hilton
Pas Sultan pernah event dan nginep
Ke Ori jangan lupa
Lobby loungenya asik buat mojok
Nipponkan resto Jepang pertamaku juga di situ, nemenin nyokap business meeting, sa masih SD, inget banget makan sukiyaki pakai telur mentah diceplokin, buka sepatu duduk di tatami.