Patriot Bond dan Merah Putih Bond ini bentuk Premanomics sesungguhnya.
Tata kelola absurd dan semua dibikin tabrak2 masuk.
Beberapa pertanyaan yang harus diajukan sambil nunggu PP turunan terbit
1) Kenapa beli surat utang khusus termasuk Patriot Bond dan Merah Putih Bond bisa dapet perlindungan khusus?
2) Kenapa beli SBN ga dapet perlakuan yang sama? Danantara lebih powerful dari negara?
3) Kenapa surat utang terbitan Danantara bisa kasih perlakuan khusus dapet perlindungan dan jaminan bidang dari penuntutan pidana umum, pidana perpajakan, dan gugatan perdata?
4) Danantara itu apa? siapa? kok bisa kasih jaminan itu semua? Kejaksaan, DJP udah dikunci harus setuju dan tutup mata?
5) Danantara mau ngutang tapi kok ga ada laporan keuangan?
6) Apa ini bentuk dari off-budgeting? Ngutang tapi ga mau bikin debt ratio, debt service ratio, dan defisit di APBN keliatan jelek dan melampaui threshold yg diatur UU, makanya surat utangnya via Danantara?
7) Tau kan potensi moral hazardnya di mana? atau sengaja tutup mata, halal haram hantam semua uang diterima dan negara via danatara siap jadi mesin laundry-nya?
8) Mau pake argumen : selama ini uang haramnya di Singapura, "if you can't beat them, be them", makanya kita fasilitasi via Danantara
9) silahkan netizen melanjutkan pertanyaan berikutnya....
Indonesia has swung from an emerging-market darling to a global laggard, with insiders blaming the president and his inner circle for erratic and poorly communicated policies. Read more: https://t.co/kwD7XVZsip
📷️: Dimas Ardian/Bloomberg
Menurut gw pribadi, mending keberadaan IPDN itu ditinjau ulang deh…
Asal kelen tahu..
Ilmu-ilmu yang ada di IPDN itu udah diajarin di FISIP dan FIA di seluruh Indonesia.
Perbedaannya, IPDN itu ikatan dinas, biaya minim, dan juga semi-militer.
Lantas buat apa ada IPDN? Wong lulusannya juga jadi ASN. Anak FISIP dan FIA mah disuruh jadi ASN juga bisa.
Dan yang gw juga heran kenapa IPDN semi-militer?Padahal lulusannya itu ya jadi sipil semua…
Terus yang lebih ga nyaman lagi:
Tiap tahun, IPDN butuh ratusan miliar.
Kalian tahu ga? Berapa anggaran IPDN di 2026?
814 MILIAR!
Padahal tahun lalu hanya 517 miliar.
Mana masuk pos anggaran pendidikan lagi.
Dan ini diperuntukkan untuk 5-6 ribu orang praja..
Sayang banget menurut gw.
Duit 817 M itu bisa dipakai buat subsidi PTN-PTN di seluruh Indonesia.
Foto: Rakyat Merdeka dan Pos Jateng
Who is selling Indonesian Rupiah? 💸🇮🇩
Indonesian policymakers are trying to defend the currency, but as we have mentioned profusely, their policy solutions are not targeted and do not address the main issue.
Here's what they have done recently:
1). Through DHE & DSI they are essentially trying to bring money back to Indonesia by potentially increasing the proceeds from net trade.
2). Bank Indonesia is embarking on hawkish interest rate path, while working with Ministry of Finance to "normalize" yield curve to supposedly make sovereign bonds more "attractive".
They won't work. Why? Because the main structural issue is the primary income deficit, which is greater than the flows from net trade & financial.
What is primary income? It captures payments & receipts of employee compensation, income from direct & portfolio investments. Over the past few years, the numbers are staggering:
- Total outflows from primary income stood at $109 billion in 2023-25, far greater than $103 billion combined from net trade & financial flows. The annualized FY26 primary income deficit is already tracking at $36.6 billion worth of outflows.
So, why are they moving money out of Indonesia?
- First is just business. Foreign Direct Investment (FDI) puts money in Indonesia, but all the proceeds are repatriated back to their home countries. Think of Chinese investment in nickel downstreaming.
- But lately, both local and foreign investors are moving their profits out of Indonesia because they have no confidence in governance and policymaking under President Prabowo's administration.
- This is also exacerbated by further outflows from #IHSG and SBN this year as investors are not confident with Indonesian government after bad communication and policy direction.
Presiden SBY: kami berhasil melalui Great Financial Crisis 2008-2009 dan Taper Tantrum 2013 dengan cukup baik
Presiden Jokowi: kami berhasil melalui Trade War 2018 dan Covid Crisis 2020 dengan cukup baik
Presiden Prabowo: GW YANG BIKIN KRISISNYA AJG AWOKWOKWOKWOK
Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal
Semua harus dibuka.
Kita berterima kasih kepada pembuat film “pesta babi” karena dari film itulah kita tahun siapa saja oligarki yang mendapatkan tanah di Papua.
Yang penting dibuka juga adalah pejabat dan mantan pejabat yg memberikan tanah tersebut ke mereka.
#intinyadeh
> WA penulis Ahmad Bahar & putrinya diduga dikloning, trus kirim pesan ancaman ke Hercules & istrinya, jg video2 yg diskreditkan Hercules
> GRIB Jaya datangi rumah Ahmad Bahar, Ahmad Bahar gak ada, lalu putri nya dibawa ke markas GRIB (dari Depok ke Jakbar)
(1/2)
Guys, ada teori yang beredar dan menurut gue perlu dibahas dengan jujur bukan karena teorinya pasti benar, tapi karena logikanya sangat masuk akal dan sangat mengganggu untuk diabaikan.
Faktanya dulu:
Prabowo mencalonkan diri sebagai presiden empat kali.
2004, 2009, 2014, 2019, dan akhirnya menang 2024.
Dua puluh tahun menunggu.
Biaya satu kampanye presiden di Indonesia bisa mencapai Rp5 triliun itu angka konservatif.
Dua puluh tahun kampanye berulang.
Uang yang keluar tidak bisa dihitung kecil.
Dan ini logika yang paling sederhana:
Kalau lo pernah keluar uang sangat besar untuk mendapatkan sesuatu apakah wajar kalau lo kemudian berpikir bagaimana cara mengembalikan modal itu?
Tidak perlu jahat untuk berpikir seperti itu.
Itu adalah logika manusia yang paling dasar.
Dan kalau logika itu berlaku maka semua yang terjadi sekarang mulai masuk akal.
Lihat polanya:
MBG yang menghabiskan Rp335 triliun dengan sistem pengadaan yang menurut banyak pihak rawan bocor dan tidak diawasi KPK secara serius.
Koperasi Desa Merah Putih yang akan menyerap dana dari Himbara ratusan triliun dan sudah mulai digunakan sebagai alasan menutup usaha swasta seperti Alfamart di daerah-daerah.
Danantara yang mengkonsolidasi aset BUMN senilai ribuan triliun di bawah satu atap dengan keponakan presiden masuk sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
PSN di Papua yang 600.000 hektarnya diberikan ke satu keluarga yang pernah divonis korupsi sawit.
Investasi asing yang gagal masuk karena regulasi berubah-ubah sementara kontraktor dalam negeri tertentu mendapat proyek tanpa tender yang jelas.
Dan ini yang paling telak:
Amien Rais orang yang mendampingi Prabowo selama 10 tahun bilang bahwa Prabowo dulu pernah berjanji akan memberantas oligarki, menasionalisasi tambang, mengusir tenaga kerja asing ilegal.
Tidak ada yang terjadi dari semua itu.
Yang terjadi justru sebaliknya:
oligarki tambang makin kuat, keponakan masuk lembaga negara, dan orang-orang yang berani mengkritik videonya di-takedown, anaknya dibawa paksa ke markas ormas, atau dituntut 27 tahun.
Tapi gue perlu jujur soal satu hal:
Teori ini tidak bisa dibuktikan secara langsung.
Tidak ada bukti tertulis bahwa Prabowo secara eksplisit berniat memulihkan modal.
Yang bisa diverifikasi adalah polanya.
Dan polanya kalau kita jujur melihatnya sangat konsisten.
Program-program besar tanpa pengawasan independen yang kuat.
Konsentrasi aset di tangan sedikit orang yang dekat dengan kekuasaan.
Penegak hukum yang aktif tapi aktifnya untuk kasus yang aneh bukan untuk korupsi besar yang sedang berlangsung di depan mata.
Dan ini yang paling menyedihkan:
Kalau teori ini benar maka rakyat Indonesia bukan hanya ditipu satu kali.
Mereka ditipu selama 20 tahun menunggu diberi harapan bahwa ada pemimpin yang berjuang untuk mereka.
Lalu setelah menang giliran rakyat yang membayar tagihan dari 20 tahun penantian itu.
MBG bukan untuk rakyat.
Itu mesin yang memastikan uang negara mengalir ke sistem yang bisa dikontrol.
Kopdes Merah Putih bukan untuk petani.
Itu jaringan distribusi yang menggantikan swasta dengan entitas yang lebih mudah diarahkan.
Danantara bukan untuk kemakmuran rakyat.
Itu konsolidasi aset yang memudahkan pengelolaan sumber daya negara di bawah satu kendali.
Gue tidak bilang teori ini pasti benar.
Gue tidak punya bukti langsung.
Tapi gue bilang ini:
polanya terlalu konsisten untuk disebut kebetulan.
Dan kalau kita gabungkan semua yang sudah kita bahas rupiah yang terus melemah, investor yang terus kabur, guru yang digaji di bawah UMP sementara MBG menghabiskan Rp335 triliun, Nadiem yang dituntut 27 tahun sementara koruptor besar dituntut 6 tahun, video kritik yang di-takedown, anak orang yang mengkritik dibawa paksa ke markas ormas
Semua itu tidak bisa dijelaskan hanya dengan kata "kebijakan yang kurang tepat."
Ada sesuatu yang jauh lebih sistematis yang sedang terjadi.
Dan rakyat yang membayar pajaknya, yang membeli tempe dengan kedelai impor dalam dolar yang terus naik, yang anaknya belajar dengan guru bergaji Rp1,5 juta mereka yang menanggung semua tagihannya.
Dua puluh tahun Prabowo menunggu.
Dan rakyat yang tidak pernah diminta menunggu apapun sekarang yang menanggung biayanya.
ketika guru-guru dinaikkan gajinya hingga 300% tapi cuma beberapa detik🥹
“karena itu pemerintah saya telah menaikkan gaji-gaji guru. ada yang sampai hampir 300% naiknya penghasilan guru-guru. EEEEE HAKIM-HAKIM KITA.”
Perhatikan angka IHSG disamping kanan layar saat Presiden Prabowo pidato, MEROSOT.
Bahkan dalam 2 menit beliau pidato, IHSG Anjlok 5 poin 😭, pasar bahkan ga dengar pidato beliau.
Intinya deh:
- Dulu Prabowo pas Menhan beli Jet Mirage 2000 dari AU Qatar
- Aneh, karena dulu Qatar sempet mau kasih gratis
- Skemanya, Indonesia beli dengan harga $66 juta per pesawat, $55 juta jadi kickback ke Kemhan
Buset 😱😱
memang pantes nilainya 11/100, untung ga jadi
This week’s letter explores one of the market’s most misunderstood policy mechanisms: DHE.
The discussion is no longer just about reserves, Rupiah, or export proceeds. The more important question is whether the policy meaningfully changes domestic liquidity dynamics and market regime behavior.
We also mapped 8 curated names through an Elliott Wave framework to identify where positioning may become asymmetric from here, among which are $BBCA, $BBRI, $BUMI, and $BRPT.
Read more via link below.
https://t.co/5DxewUbuTg
#MeridianResearch
GDP Indonesia naik 5.61% padahal Negara nya terpuruk dalam Inflasi
pas diliat breakdown nya paling banyak kontribusi dari Goverment Spending yang membuat GDP naik tinggi, manfaat nya tidak ada.
Sudah 1 tahun 6 bulan sejak Prabowo menjabat dan tidak ada Kemajuan apa apa selain membuat ekonomi negara Hancur.
Selama 1 tahun 6 bulan Jokowi sudah mulai Proyek jalan nasional, pelabuhan, bandara, irigasi, dan tol. Konsep “Tol Laut” dan pembangunan konektivitas antarwilayah.
Perluasan Kartu Indonesia Sehat (BPJS), Kartu Indonesia Pintar, dan bantuan langsung tunai. Fokus pengurangan kemiskinan.
Jokowi 1 - 0 Prabowo
Melihat 'bantingan' $IHSG di Jumat kemarin,
saya jadi 'penasaran' dengan POV dari Pak Gema Goeyardi tentunya dari sisi "Financial Astrology" yang sangat beliau kuasai.
Ternyata ada Video Youtube terbaru dari beliau yang membahas tentang hal ini...
berikut beberapa Point Penting yang menurut saya menarik dan bisa memberi 'sedikit' pencerahan.
a thread 🧵