Setiap 21 April lo dandan kebaya, foto-foto, caption "Selamat Hari Kartini."
Tapi lo pernah nggak nanya: kenapa bukan 4 Desember?
Kenapa bukan Hari Dewi Sartika?
Jawabannya bukan soal siapa yang lebih berjasa. Jawabannya soal siapa yang lebih berguna buat penjajah
Bacalah sampai habis.
@SeekHustle Di kampung sy jg gt. Tiap ranting pasti puluhan ekor yg disembelih. Kalo ada musholla sekitar yg ga ada qurban, maka akan diberi bbrp ekor (agar sama2 kebagian) 😊
Timtom, seekor orang utan di Camp Buluh Kalimantan Tengah, terekam saat mandi memakai gayung.
Kepala Biro Humas Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan prilaku Timtom menunjukkan tingginya kecerdasan orang utan.
Kenapa Allah Tidak Selalu Menghilangkan Masalah Kita?
Ada saat-saat dalam hidup ketika kita merasa dikelilingi api. Bukan api yang terlihat, tapi yang terasa: tekanan, kehilangan, kegagalan, pengkhianatan, atau kecemasan yang tak kunjung reda. Kita sering berdoa agar api itu dipadamkan. Kita ingin masalahnya hilang. Kita ingin semuanya selesai.
Namun kisah Nabi Ibrahim mengajarkan sesuatu yang lebih dalam.
“Kami berfirman: Wahai api, jadilah engkau dingin dan penyelamat bagi Ibrahim.”
(QS. Al-Anbiyā’ [21]: 69)
Allah tidak memadamkan api itu. Api tetap menyala. Bara tetap ada. Kayu-kayu tetap terbakar. Tapi yang berubah adalah “rasa” terhadap api itu.
Dalam penjelasan Tafsir at-Tabari disebutkan bahwa Allah menjadikan api itu dingin, dan tidak sekadar dingin, tapi juga “selamat” (salāman), agar dinginnya tidak membahayakan. Ini menegaskan bahwa api itu tetap menyala tapi tidak lagi menyakiti Ibrahim sama sekali. Kalau dari suhu panas lantas mendadak berubah menjadi suhu dingin, itu justru bisa bikin tubuh semakin hancur.
Justru di situlah letak rahasianya.
Allah tidak selalu menghilangkan masalah kita. Tapi Dia bisa mengubah cara kita “merasakan” masalah itu. Api tetap ada, tapi tidak lagi membakar jiwa. Tekanan tetap ada, tapi tidak lagi menghancurkan hati. Kita masih berada di tengah situasi yang sama, tapi batin kita tidak lagi hangus di dalamnya.
Lalu Allah tidak berhenti di situ.
Dia tidak hanya membuat kita “tidak sakit”, tapi juga “selamat”. Bukan sekadar bertahan, tapi dilindungi. Bukan hanya dingin, tapi juga aman. Kita ngarep kayak gini juga kan? 🙏🏻
Bukan sekadar: “Ya Allah, hilangkan masalah ini.”
Tapi lebih dalam dari itu:
“Ya Allah, jika masalah ini harus tetap ada, maka jadikan aku kuat di dalamnya. Jadikan hatiku sejuk. Dan jangan biarkan ia menghancurkanku.”
Karena mungkin, keselamatan terbesar bukan ketika api itu padam. Tapi ketika kita berdiri di kobaran api masalah, dan tetap tenang serta selamat.
Dan di titik itu, kita mulai mengerti apa artinya benar-benar dilindungi.
Mohon Engkau jangan tinggalkan kami barang sekejap matapun, Ya Rabb 🙏🏻😰
Met Jumatan guys…
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Ingat kasus Leony Vitria Hartanti (eks Trio Kwek Kwek)? Ayahnya meninggal 2021. Rumah sudah lunas dari dulu. PBB dibayar rajin tiap tahun. Pas Leony mau balik nama sertifikat, dia kena tagihan PULUHAN JUTA.
Reaksi Leony sama seperti semua org: "Kan bukan jual beli? Ini kan WARISAN?"
Ternyata ada prosedur yang bisa bikin biaya balik namanya jadi 0 rupiah. Tapi banyak yang gak tau. Simak screenshot cara2nya dari akun thread @nafkahnation.dx
@myliluniverse__@jawafess Guru paud 150 ewu sak ulan. Isih ngopeni murid ngising, ngelap umbel, ngeresik i muntahan, ngedemi bocah tantrum, ngono sik ora oleh muring2 lek ngajar 🥲