Kasus keji dan Biadab di Sampang!
Gadis di bawah umur jadi korban kekerasan seksual bergiliran oleh 27 orang. Polisi bergerak cepat, 12 pelaku diringkus, 15 lainnya masih dikejar. Pelaku terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.
BERANI SAMA YANG LEBIH TUA, PAS DITANTANG BALIK MALAH LANGSUNG DIAM.
Sebuah video yang diduga terjadi di kawasan Medan menjadi sorotan warganet. Dalam rekaman tersebut, seorang pengendara mobil terlihat terlibat cekcok dengan seorang pria yang lebih tua hingga memicu kemarahan warga yang menyaksikannya.
Namun, suasana berubah di akhir video ketika pengendara tersebut mendapat respons dari warga sekitar. Momen itu pun ramai diperbincangkan dan memunculkan beragam komentar dari warganet.
Meski demikian, kronologi lengkap kejadian serta penyebab perselisihan tersebut belum diketahui secara pasti. Kekesalan di jalan memang bisa terjadi, tetapi menyelesaikannya dengan emosi atau intimidasi bukanlah jalan keluar yang baik.
#sevenfeeds #Medan #Viral #LaluLintas #MediaSosial
Teraerah lu percaya apa kaga ya,
Seorang perempuan yang baru saja keluar dari toilet bioskop dia tidak sengaja merekam sosok seperti kurcaci di belakangnya, dan dia baru menyadari 👹😱
-Cahaya Carissa-
Lo gatau seberapa jahat org yg nyembelih, as you can see dia cuma kebingungan..
Fyi aja tapir bukan hewan yg agresif SAMA SEKALI, bayangin lo lagi bingung tersesat gatau jalan pulang kerumah lo all alone and the next thing you know lo udh mati ditangan orang jahat.
💚 ini adalah keempat pelaku dari total enam orang yang terlibat dalam pembunuhan seekor tapir, satwa yang dilindungi negara. Setelah dibunuh, tapir tersebut bahkan diolah menjadi masakan rica-rica.
Saat ini, dua pelaku lainnya masih berstatus buron.
Tidak terima ditegur karena menyerobot antrian SPBU, seorang pria menantang semua orang yang antri dengan acungkan golok.
Kapookk!! akhirnya dimassa. 🤣
TRAGEDI BINTANG: "Sini Jemput Bintang, Mak..."😱
Pesan WhatsApp memilukan itu menjadi kalimat terakhir dari Bintang (14), seorang santri yang nyawanya dihabisi secara sadis oleh 4 seniornya sendiri di sebuah pesantren pada Februari 2024 lalu. Tragisnya, salah satu pelaku adalah sepupunya sendiri yang dititipkan untuk menjaganya.
🔥 Kronologi Singkat:
Motif Sepele: Korban dihajar hingga tewas hanya karena absen salat berjamaah akibat sakit (efek penganiayaan sebelumnya) dan karena mengadu ke ibunya.
Ditutupi Selimut Semalaman: Setelah dipastikan meninggal, jasad Bintang diletakkan di kasur pojok kamar pesantren dan dibiarkan semalaman bersama santri lain yang sedang tidur.
Kebohongan Terbongkar: Pihak pesantren awalnya berdalih korban "terpeleset di kamar mandi". Namun, keluarga histeris saat membuka kain kafan dan menemukan luka lebam, bekas sundutan api, hingga jeratan di leher.
⚖️ Akhir Kasus:
Polres Kediri Kota berhasil mengusut tuntas kasus ini. Dua pelaku dewasa divonis 15 tahun penjara, sementara dua pelaku di bawah umur divonis 6,5 tahun penjara.
Apakah hukuman ini sudah setimpal bagi para pelaku yang tega menghabisi nyawa adik kelasnya?
Bibir digunting, mata buta, hingga cacat permanen setelah disekap 3 tahun,
Komnas Perempuan: “Kasus penyekapan Yuvita belum masuk kategori penyiksaan..”