Saya pernah diminta menyampaikan materi pembekalan lomba menulis untuk anak SD s.d. SMA. Rentang umurnya lebar, jenis tulisannya pun beragam, mulai dari cerpen, artikel, hingga esai. Panitia lomba sangat ambisius.
Dari kebutuhan itu, saya mencoba membuat model sederhana ini.
Tulisan yang hidup, apa pun bentuknya, berangkat dari empat modal: pengamatan, perasaan, pemikiran, dan imajinasi.
Sepertinya, konsep ini cukup menarik untuk dikembangkan menjadi sebuah buku. 🤔
Semakin bertambahnya usia, semakin merasa harus ramah ke setiap orng yg ditemui.
Karena kita ga tau beban apa yg mreka pendam.
Ada orng yg mengubur mimpinya dalam2, karena dia tau mimpinya sulit diwujudkan.
lagi duduk manis di depan warung.
ada buibu berhenti, turun dan bertanya, "tlogoadi, mlati itu di mana?" sambil nyodorkan lokasi di gmaps-nya.
"saya nggak bisa baca gugelmep," lanjutnya.
padahal tinggal klik rute, sdh ketemu lokasinya.
ternyata hari gini masih ada yg gitu.
Designernya kurang teliti.
Mestinya dia tahu di mana baliho itu akan dipasang dan target yg melihat baliho dari arah mana.
Mestinya barcode ada di atas.
Ini dari paling depan bangjo aja kepotong lampu, apalagi yg dibelakangnya.
Walau segede gaban, tetap aja gak bisa di-scan.