dari kemarin diem mulu liat ni orang seliweran di tl, cuman sekarang gemes banget..
ali sorry to say, padahal kamu s2 loh tapi argumentasi kamu dalam defense diri sendiri aja kaya orang “tidak berpendidikan” dengan ngatain orang lain : sdm rendah, tolol, iq 78. emang ada ya seorang yg berpendidikan bertutur kata seperti ini bukan dalam bahasa “bercandaan” sesama teman..
terlebih kamu disini sebagai owner bisnis jasa “jastip tiket”
1. Soal scam, yg kamu contohin ini.. itu bukan suatu compare kasus yg sepadan, kenapa aku bisa bilang seperti ini.. aku sendiri pernah duduk di bangku sekolah hukum, dan bekerja di instansi hukum. tentu perbandingan kasus nya gk logis dengan tuduhan “scammer” buat diri kamu sendiri.
2. Istilah scam, istilah scam aja banyak artian nya gak harus tentang “mencuri” atau “membawa” kabur uang orang/customer kamu, unsur penipuan yg kamu jadikan contoh dengan scam yg korban kamu ungkapin aja jelas beda..
perbedaan nya :
1. contoh kasus yg kamu ambil : penipuan dan penggelapan atas jamaah umrah, kerugian nya selain uang hilang mereka juga gagal dalam menjalankan ibadah umrah. kasus ini di jerat dengan pasal 378 KUHP beserta pasal 372 KUHP, serta pasal 115 jo pasal 121 UU No. 8 th 2019, ini juga termasuk pelanggaran menelantarkan jamaah..
2. contoh scam yg kebanyakan korban kamu speak up di X, scam yg di lakukan dengan bentuk penipuan mengandalkan psikologi untuk membuat korban secara sukarela menyerahkan uang, uang yg di maksud disini bisa penambahan fee, penambahan uang tiket dan ini termasuk scam dan bisa masuk dalam pasal 492 UU no.1 th 2023. tujuan nya ya bikin korban bingung antara nambah fee untuk dapat tiket, atau tidak menambahkan fee nya dengan artian tidak mendapatkan tiket..
menciderai kesepakatan(akad) fee terkait pembayaran fee juga bisa di kategorikan sebagai wanprestasi atau ingkar janji, ini juga melanggar hukum loh. karena dari awal akad fee sekian tapi setelah mendapatkan tiket di naikan menjadi harga sekian, bukankah ini juga suatu tindakan scam = menipu mengelabuhi psikologis customer??
btw scam bukan hanya tentang, membawa kabur atau mencuri uang customer ya..
boleh koreksi atau tambahin kalau pendapat aku ini salah atau kurang tepat..
Tadi pagi ke halte bus, ga ada busnya. Baru kepikiran ternyata hari ini masih cuti bersama. Buru2 mabur ke LRT. Sekarang pulang pake LRT lagi masi sepiiiiiiii..