@ServerKalinda@ServerMatthias "Amiin ya semoga kita gak ketahuan. Yuk pulang Kal gue udah mulai takut lama-lama di sini..." ucap Matthias sambil membereskan sisa-sisa barang bukti, kemudian bergegas mengambil tas yang dia simpan pada salah satu kursi.
"Gue balik dulu ya Kal, makasih Kal, buruan pulang Kal."
@ServerKalinda@ServerMatthias "Maaf, Kal, gue baru pertama kali hidup jadi wajar nggak sih ngelakuin kesalahan?" candanya sambil membereskan lilin yang sudah meleleh terbakar habis dan mengelap busa di atas meja.
"Iya Kal, buang aja, gue takut Chef Rome ngamuk kalau lihat taplaknya kebakar."
@ServerKalinda Komponen isi APAR keluar, dan api yang berkobar sudah mulai padam tertutup busa.
"Sumpah Kal gue nyerah, kita gausah ngide lagi ya," ujarnya sambil menurunkan APAR, setelah sukses memadamkan api hasil kerja sama mereka berdua.
@ServerKalinda "SUMPAH SERIUS KAL HARUS SEARCHING DULU? Gue yakin gue bisa Kal," Kemudian APAR pada pelukannya diarahkan ke arah api yang berkobar.
Selang pada APAR-nya dia genggam dengan erat, lalu pengunci pada bagian APAR dia lepas, dan dia tekan tuasnya.
⠀
“I remember dreaming about me being laid out on a dinner plate,” he said quietly. “Chef Rome is standing over me. Smiling. And he's holding a knife and a fork.”
⠀
⠀
He folded his arms, visibly unsettled by the admission. “In mine, I'm vacuum-sealed inside one of those plastic meat packages. I can't move nor breathe. I'm just... sitting there on display.”
⠀