Yang jelas, publik sepak bola Indonesia akan sulit sekali melupakan nama dan wajah wasit ini: Francois Letexier dari Prancis. Tadi, wasit ini juga yg memimpin Mesir vs Argentina dgn kontroversial.
Letexier tampil dgn buruk, tidak kompeten, dan melakukan kesalahan2 fatal dlm playoff Olimpiade 2024 antara Indonesia vs Guinea di Clairefontaine, Prancis, 9 Mei 2024.
✅Letexier menganggap Witan Sulaeman melanggar pemain Guinea Algassime Bah. Padahal dlm tayangan ulang, Bah dilanggar di luar kotak penalti. Guinea mengonversi hadiah penalti itu menjadi gol.
✅Letexier menganggap bek Indonesia Alfreanda Dewangga melakukan pelanggaran di kotak penalti kpd Bah. Padahal Dewangga terlihat lebih dulu menyentuh bola. Teklingnya bersih. Guinea dapat penalti kedua, tapi gagal mencetak gol.
✅Letexier mengusir pelatih Indonesia Shin Tae-yong yg protes keras karena penalti aneh itu. Pasca pertandingan, Shin Tae-yong menuding wasit melakukan kecurangan.
Dapet update kalo Timnas uda mulai TC dari medsos pemainnya!
Bingung jg sampe jam 20.30 WIB malam ini belum ada rilis daftar pemain yg dipanggil TC dari akun Timnas!
Ga tau jg pertimbangannya apa.
Kita sebenernya butuh update info aja sih. Seneng kalo ada pemain2 baru yg dapet kesempatan, seneng kalo ada pemain-pemain lama yg comeback lagi ke Timnas..
He he he soal ini teh bukan hanya soal aturan naturalisasi, bukan juga soal ekosistem liga, tapi ekosistem tata kelola sepakbola Indonesia, jangan dipersempit hanya urusan naturalisasi, itu tuh hanya satu bagian kecil dari ekosistem besar yg harus dibuat baik dan sehat
Nah PSSI tuh abai selesaikan soal ini, padahal setiap pergantian pengurus janjinya adalah perbaikan tata kelola
🙏🙏
Program Naturalisasi Jalur Istimewa sudah seharusnya dibuat lebih ketat apakah benar benar Istimewa sesuai penamaanya
Career Path Setiap Pemain sudah menjadi ranah confidensial. Namun dengan tujuan yang di sampaikan di awal untuk apa mereka di proses itu yang di tekankan.
Cc @ojikneyasyah1
SEJARAH TERCIPTA di Ahmedabad!
Untuk pertama kali dalam sejarah, tim Indonesia berhasil menjadi juara AVC Men's Cup!
Pada final edisi 2026 malam ini, Indonesia menyapu bersih Korea Selatan🇰🇷 dgn skor 3-0 (34-32, 25-16, 25-23).
Kemenangan ini adalah pembalasan manis Indonesia atas Korea. Pada fase grup B, tujuh hari lalu, Indonesia sempat kalah 0-3 dari Korea.
Selamat!
📸: AVC Volley
⚠️⚠️MENOLAK LUPA⚠️⚠️
Kontroversi Lolosnya Qatar dan Saudi di Piala Dunia 2026:
✅Pembatalan status tempat netral secara sepihak. Pada awal proses kualifikasi, AFC memberi tahu negara2 peserta bahwa putaran 4 akan dimainkan di tempat netral
✅Secara tiba-tiba, AFC mengumumkan Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah untuk seluruh pertandingan di grup mereka masing2 tanpa adanya transparansi atau kriteria pemilihan tuan rumah yg benar2 jelas.
✅Hal ini membuat Qatar dan Arab Saudi diuntungkan karena bisa bermain di kandang sendiri. Sementara negara lain (Irak, UEA, Indonesia, dan Oman) harus main tandang.
✅Jadwal pertandingan yang tak adil dan adanya diskriminasi waktu istirahat. Arab Saudi dan Qatar ditempatkan sebagai unggulan teratas. Jadwal diatur sedemikian rupa sehingga kedua negara ini mendapatkan waktu istirahat selama 6 hari di antara pertandingan mereka.
✅Sebaliknya, tim lawan yakni Irak, UEA, Indonesia, dan Oman dipaksa bermain dgn jeda hanya 3 hari (72 jam). Para pelatih memprotes keras karena durasi ini sangat tidak cukup untuk pemulihan fisik pemain.
✅Polemik status top seeds. Terdapat ketidakselarasan alasan antara AFC dan FIFA mengenai mengapa Qatar dan Arab Saudi jadi unggulan teratas. AFC berdalih karena peringkat FIFA mereka yang tinggi. Sementara FIFA menyebut di situsnya karena mereka adalah negara host untuk menjaga agar tidak berada di satu grup.
✅Terjadi pemangkasan kuota tiket untuk suporter UEA saat melawan Qatar di Doha hanya menjadi 8%. Padahal di pertandingan sebelumnya di stadion yang sama mereka dpt jatah 33%. Hal ini memicu kerusuhan di tribun penonton setelah pertandingan.
✅Ada dominasi gurita politik negara teluk di AFC dan monopoli jabatan. Struktur kepemimpinan AFC didominasi oleh figur dari negara teluk (Presiden dari Bahrain, Wakil Presiden dan Ketua Komite Keuangan dari Arab Saudi, dan Ketua Komite Kompetisi dari Qatar).
✅Sebagian besar sokongan dana terbesar AFC disuplai oleh perusahaan raksasa asal Teluk (Aramco, NEOM, beIN, Qatar Airways, QatarEnergy).
Qatar dan Saudi, dua negara yang merusak fairplay dalam kualifikasi memang lolos. Tapi mereka akhirnya dibantai dgn skor2 telak di Piala Dunia 2026.
Hanya satu kata: mampus!
"Kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke TNI, tentara punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke DPR RI, anggota DPR banyak yang punya dapur SPPG," kata Iman Zanatul Haeri, seorang guru, di hadapan Mahkamah Konstitusi.
Tanpa pergantian kepelatihan, Sepakbola Indonesia gak bakal dapat:
+Dirtek Fulltime pertamanya sejak Danurwindo (IS hanya Plt) dari sosok Alexander Zwiers
•Dirtek Timnas pertama PSSI (Jordi Cruyff)
+Kepala Pencari Bakat Sepakbola Indonesia di PSSI (Simon Tahamata)
+Kepala Departemen Pendidikan and Pengembangan PSSI (Allstair Smith)
•Pelatih Tim Garuda United (Pelatih Asing pertama Timnas U-17) - David Nascimento
Terlepas hasil yang didapat Tim Kepelatihan yang dipimpin PK (justice for Gerald Vannenburg & Frank van Kempen), keberadaan para tokoh yang difokuskan aktif di Ekosistem Sepakbola Indonesia secara keseluruhan terutama Ekosistem Sepakbola Usia Muda di Indonesia.
Sesuatu yang tidak pernah diberikan kontribusi langsung oleh pelatih sebelumnya ketika melatih Timnas Indonesia dan justru membuat potensi pesepakbola muda dari ekosistem sepakbola usia muda Indonesia
Meskipun sekarang John Herdman membawa pakem yang serupa dengan pelatih sebelum PK, namun keberadaan Dirtek & Pelatih Garuda United membuat peluang untuk pemaksimalan potensi dari pemain muda Indonesia ke Timnas K.U terutama Timnas U-16/17 kembali terbuka karena Timnas U-16/17 arahnya kembali memainkan pakem 4 bek.
Kan lucu kalau pemain potensial yang selama di SSB/Akademi dididik main dengan pakem 4 bek karena kondisinya mendukung dengan jam belajar pendidikan formal nya di daerah nya, lalu moncer di Kejuaraan Sepakbola Usia Muda kelompok umur seperti Piala Soeratin atau dari Akademi Sepakbola non SuperLeague tidak terlirik main di Timnas K.U hanya karena gak bisa mainkan pakem 3 bek?
*Mereka yang benci dengan realitas dari ekosistem sepakbola usia muda di Indonesia pada benci kenyataan ini
🤬 El Juez de Instrucción Preliminar (GIP) del Tribunal de Roma ha dispuesto el archivo del procedimiento originado por las investigaciones relativas al balance de la #Juventus al 30 de junio de 2022
Se cierra así una línea de investigación nacida en el ámbito del procedimiento penal vinculado a la investigación "Prisma", iniciada inicialmente por la Fiscalía de Turín y luego transferida a la Fiscalía de la República de Roma
El asunto había trascendido públicamente el 6 de diciembre de 2023, cuando la #Juve había dado a conocer que había recibido una solicitud de adquisición documental relativa, en particular, a los balances al 30 de junio de 2022
Según lo comunicado en su momento por la sociedad, las investigaciones afectaban a las mismas materias que ya habían sido objeto de la investigación turinesa y de los procedimientos de la Consob: las llamadas plusvalías por "operaciones cruzadas" y las "maniobras salariales"
El traslado del procedimiento a Roma había abierto, por tanto, un paso judicial adicional sobre el balance de 2022, distinto de la posición de la sociedad, que no estaba involucrada como investigada
[ @CalcioFinanza ]
En resumen, la justicia ordinaria, UNA VEZ MÁS, comprueba que la "justicia" deportiva llevó a cabo un proceso premeditado y parcial solo para perjudicar a la Juventus y sus gerentes
Cabe recordar que, aunque nunca será probado, esto fue instruido por el mismo Ceferin en contra de Agnelli por la promoción de la Superliga que intentó quitarle el monopolio del fútbol a la UEFA (Quien a su vez terminó creando un torneo prácticamente igual del que proponía la Superliga); el cual tuvo tanto éxito que le ganó el puesto de Vice Presidente de la UEFA a Gabrielle Gravina (el entonces presidente de la FIGC), puesto que aún tiene, y la asignación de la Eurocopa del 2032 a Italia (por encima de que las instalaciones italianas no cumplen los minimos requisitos para ser anfitrión de la copa)
Además, el sicario encargado de llevar esta cacería de brujas, Giuseppe Chine (el fiscal de la FIGC), el cual ha ignorado cualquier otra violación de la "deslealtad deportiva" por otros equipos y solo ha utilizado todo el poder de su cargo en contra de la Juve, sigue en su cargo como principal fiscal de la Federación Italiana Gioco Calcio
Despues tienen el descaro de decirnos que el declive del calcio es culpa de la pirateria....
Lamentablemente la Juventus no podrá apelar las decisiones de la "justicia" deportiva y solicitar reparaciones económicas por los ingresos perdidos por haber sido obligada a no participar en la Champions League, ya que fue forzada a llegar a un acuerdo (patteggiamento) con la FIGC para que retiraran los perros de guerra tanto de la FIGC como la UEFA
[Joshua]
#FinoAllaFine #ForzaJuve
ET emang bajingan. Timnas kemarin sisa perlu ditajamkan shape-nya tapi malah dikacauin dengan nunjuk pelatih sembarangan.
Terbukti Herdman bisa nunjukin, Oman yang ranking 80 besar bisa dibantai di GBK dengan permainan meyakinkan. Ini pun masih dalam kondisi belum full skuad dan Herdman yang masih meraba-raba tim terbaiknya.
Timnas punya potensi sebesar ini, dihancurkan jalan dan mimpinya oleh ketua federasinya sendiri.
A Giugno Elkann poteva prendere un DG competente, esperto, che avrebbe convinto Conte o Gasp
Ha dato la Juve a Comolli, fatto scappare Conte e Gasp, 2° e 3°
70M della Champions persi
70M tra JM, David, Openda, Zhegrova buttati
I soldi sono i suoi
La Juve, purtroppo, anche.