Kelak Rakyat keturunanmu & Angin Kemerdekaan akan berbisik-bisik dengan bunga-bungaan di atas kuburanmu: Disini bersemayam Semangat Revolusioner (Tan Malaka)
MAKLUMAT KIM JONG UN
Kim Jong Un Kuwait berkata begini
"Jika Donald Trump melawan Iran hari ini, itu karena dia yakin negara itu tidak bisa melawannya. Itu sebabnya dia tidak berani memprovokasi negara saya, Korea Utara, Tiongkok, atau Rusia, karena dia tahu betul kekuatan dan rudal kami.
Kita mampu membuat seluruh Amerika Serikat lenyap hanya dengan satu rudal. Dia mencari konflik dengan negara-negara yang dia yakini tidak mampu merespons.
Namun jika Iran benar-benar menginginkannya, mereka bisa membombardir sebagian besar wilayah Amerika. Sederhananya, mereka takut menyebabkan kematian sejumlah besar warga sipil Amerika.β ππββοΈπ
Ancaman tidak membuktikan kekuatan. Kehebatan suatu negara sebenarnya terlihat pada perdamaian, keadilan, dan penghormatan terhadap kehidupan manusia.
Radio Angkatan Darat Israel mengutip Netanyahu yang mengatakan:
"Setelah kekalahan rezim Iran, Israel akan menetapkan 'kode etik' untuk negara-negara Arab dan Islam terkait persenjataan, keamanan, dan kurikulum pendidikan."
Pernyataan paling berbahaya yang ditujukan kepada rakyat sejak Perang Dunia II.
Konstitusi negara-negara Arab dan Islam ditulis di Tel Aviv, dan sama sekali tidak menyebutkan intervensi di Iran.
Proyek ini menargetkan negara-negara Arab dan agama Islam, dan ini lebih besar daripada jatuhnya rezim Iran, yang berjuang atas nama Islam!!
Saat ini, berdiri bersama Iran artinya berdiri membela Islam itu sendiri, dari usaha Zionis yang ingin melenyapkannya.
MEGAWATI SOEKARNOPUTRI
Padahal kita tahu, dunia politik itu sangat dinamis, keras, dan kadang kejam. Namun tampaknya Bu Mega tidak merasakan kekejaman itu di PDI Perjuangan. Partainya ini relatif tenang dalam setiap kali pemilihan ketua umumnya. Suara pilihan selalu bulat: Bu Mega.
Suatu hal yang sangat amat tidak mudah. Amat sangat tidak mudah mengelola jutaan kader parpol yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Namun Bu Mega mampu melakukannya.
Bu Mega pula yang memecahkan telor Ibu Kita Kartini, perihal emansipasi wanita. Dia menjadi presiden pertama perempuan Indonesia, negara muslim terbesar di dunia, yang katanya sensitif terhadap pemimpin perempuan. Walaupun di Pakistan (mayoritas muslim) bisa juga punya perdana menteri perempuan Benazir Bhutto pada 1988. Bahkan dua periode pula.
Bu Mega tidak kalah hebat dari Kartini di bidangnya; politik. Dia berani melawan Soeharto, risiko besar menganga saat itu. Siapa berani melawan nyawa taruhannya.
2014-2019 sukses membawa Pak Jokowi sebagai presiden dua periode, meskipun saat itu Bu Mega sangat layak maju sendiri sebagai capres. Namun beliau tidak egois dan Bu Mega menerima takdir itu. Pun 2024 Bu Mega berdamai dengan keadaan, sehingga tanpa ada keraguan mencapreskan Ganjar Pranowo.
Bu Mega memang politisi, dengan segala kontroversi kekurangan dan kelebihannya! Tapi ingat beliau juga seorang ibu.
THE BRAVE LADY