[Breaking News] 20:13 terjadi kebakaran warung pecel lele depan Nugrha Stasionari , timur pojok beteng kulon, saat ini masih di lakukan pemadaman
(fagungw)
Malam ini terasa dingin banget di Yogyakarta kemungkinan besar disebabkan oleh beberapa faktor alamiah yang umum terjadi pada musim kemarau, terutama sekitar bulan Juli seperti sekarang. Berikut beberapa penyebab utamanya:
1. Puncak Musim Kemarau (Juli–Agustus)
Indonesia sedang berada di puncak musim kemarau. Di musim ini, langit biasanya lebih cerah tanpa awan. Tanpa awan, panas dari permukaan bumi di malam hari lebih cepat hilang ke atmosfer, sehingga suhu permukaan (termasuk tubuh manusia) ikut turun.
2. Angin Monsun Timur dari Australia
Angin dingin dan kering bertiup dari Australia ke Indonesia, terutama di musim kemarau. Angin ini menurunkan kelembapan udara dan membawa hawa dingin ke wilayah selatan Jawa, termasuk Yogyakarta.
3. Langit Cerah, Awan Sedikit
Awan sebenarnya bisa berfungsi sebagai "selimut" alami yang menahan panas bumi agar tidak cepat lepas ke luar angkasa. Saat langit bersih tanpa awan, panas lebih cepat hilang, dan itu bikin malam lebih dingin.
4. Elevasi Wilayah
Beberapa wilayah di Yogyakarta, terutama daerah utara dekat Gunung Merapi, seperti Pakem atau Kaliurang, memiliki elevasi lebih tinggi, sehingga suhu bisa jauh lebih dingin daripada kota.
Kalau kamu penasaran suhu malam ini berapa derajat di daerahmu, kamu bisa cek langsung di aplikasi cuaca. Rata-rata suhu malam hari di Yogyakarta bulan Juli bisa mencapai 17–21°C, dan di daerah pegunungan bisa lebih dingin lagi, bisa turun sampai 14°C.
Petugas Kereta Api Minta Balita Tak Punya Tiket Ditinggal di Stasiun
Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan (BPKASS) menyesalkan ulah petugas yang terlibat cekcok dengan emak-emak usai anaknya dilarang naik di Stasiun Mandai, Kabupaten Maros.
>> https://t.co/PwkMwpuEck
Petugas Kereta Api Minta Balita Tak Punya Tiket Ditinggal di Stasiun
Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan (BPKASS) menyesalkan ulah petugas yang terlibat cekcok dengan emak-emak usai anaknya dilarang naik di Stasiun Mandai, Kabupaten Maros.
>> https://t.co/PwkMwpuEck
Selama ini baru sadar kalo aku sering dibodohi sama film, drama dan sinetron yg ngutamain cinta dibanding pria berduit. Dan dibikin kalo orang berduit itu jahat. Padahal kenyataannya, orang susah dan miskin itu menyedihkan
Batu banget woii kepseknya, jadi kasian sama bupati yang udah susah payah buat jelasin😭😭
"saya punya kewenangan untuk mengganti ibu sebagai kepala sekolah"😬🤏
Sebagai cat lovers sih seharusnya setuju sama pendapat ibunya, ibunya ga salah karena pengen tinggal di tempat yang bersih dan nyaman aja🥺
yang salah siapa yang minta maaf siapa��💨
2 Tawarikh 7:14 TB
[14] dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.
Mau cerita sedikit barangkali bisa mengurangi rasa kesal saya 😅
Kmrn Kamis, 10 April 2025 saya naik kereta Sri Tanjung dari st. Kertosono tujuan st. Lempuyangan. Pada saat saya baru masuk kereta, sudah pasti hectic - belakang pun ada org jalan ngantri baru masuk jg.
Pada saat saya menuju kursi saya 13A (kursi yg isi 3 org), saya melihat kursi saya sudah ditempati anak laki2 kira2 usia 7th an. Saat itu ada ibu (hijab ungu tua) & neneknya yg duduk di depannya (14A & 14B). Saya yg baru datang lantas minta izin:
"Permisi, saya di kursi 13A". Saya berbicara ke si ibunya, tp tdk direspon alias tdk digubris. Saya pun mengulangi blg permisi takutnya mungkin tdk dengar krn suara kereta mmg bising. Pas saya ulangi blg permisi, ibunya dg gestur 'mencep' dg pandangan sinisnya mengarah ke saya. Seketika itu jg anak laki2 tsb blg "Oalaaah hhhhh" nada khas kesal anak kecil & akhirnya berpindah duduk ke samping ibunya. Lalu..
I: Alah mbak podo ae kok lungguh ndi ae
S: Oh ya gpp bu klo mau tukar. Saya disuruh duduk mana?
*kemudian gk dijawab, tp tiba2
I: Wong gk kudu pinggir ae kok
S: Ya mmg bu, tp saya kebetulan booking tiketnya dekat jendela krn saya baru DIBIOPSI & jahitan saya blm kering. Takutnya nnt tdk sengaja tersenggol
I: YO NEK GK GELEM KESENGGOL NUMPAK MOBIL AE SEEEH
*respon sewot dg nada medok J*tim nya
S: He-he-he ya bu
*saya cuma ketawa kurir saja krn malas berdebat sama org nir-empati
Gk sampai di situ, pas saya nengok ke atas utk naruh koper ke bagasi ternyata bagasi sudah penuh. Saya pun bingung mau ditaruh dmn koper saya. Saya tengak tengok nyari space bagasi di kursi lain jg semua full terpakai. Biasanya sih saya ngakalin dg taruh di dekat pintu bordes, tp di sana pun jg sudah penuh. Dlm keadaan blm proper & takut stuck menghambat laju antrian org lewat, saya pun minta izin ke si ibu utk menggeser tasnya agar saya mendapat space utk koper saya
Kebetulan yg saya geser tepat di atas deretan kursi saya nomor 13 td. Saya sudah izin & ibunya diam saja tanpa respon. Pikir saya mungkin td sudah diiyakan tp saya gk dengar. Makanya lantas saya atur ulang koper2 & tas2 yg ditaruh sejajar dg garis besi bagasi ke arah menyilang (paham kan ya bentukannya?). Toh koper si ibu kecil size 18inch jd gk mungkin jatuh jg. Pas sudah selesai atur koper, tiba2 datanglah bpk2 (baju hijau) yg tiba2 mendatangi kursi saya yg ternyata anggota klrg tsb. Tiba2 baru datang lalu melihat ke arah bagasi & mbentak "SOPO IKI MINDAH2 KOPERKU GW*BLOOOOKKKK!!"
Lantas saya otomatis blg "Maaf pak itu koper saya". Lanjut...
B: NYAPO MINDAH2 BARANG I AS*!
S: Maaf pak, tp mmg saya duduk di sini jd nya saya taruh di sini jg bawaan saya
B: KAN ISO DIATUR TO BL*K!
S: Loh, itu sudah saya atur pak agar dpt tempat semua. Ini aja sampe roda koper saya yg copot krn buru2. Gaenak jg pak td pas masuk di belakang saya ada banyak yg antri mau lewat
B: ALAAAH OMONG TOK KON IKU!
TIKET KI 6! TUKU ENEEEEM (nada mempertegas) NGGO KELUARGAKU MASYO MIK WONG 4!
S: Oalaah gitu. Termasuk 13A jg ya pak? Tp ini tiket saya sudah benar di sini. Atau mungkin ada kesalahan sistem pak. Apa mau dikonfirmasi ke petugasnya?
B: KON NEK LANANG WES TAK JAK GELUT NING NJOBO! KUDUNE KON IKU SING SALAH! KON KUDU MINTA MAAF! MINTA MAAF SAK IKI BEN NDANG BAR!
*saya jg kaget tiba2 bpknya semakin membabi buta
Saya yg mulai terpancing akhirnya ikut meladeni
S: Pak, klo saya yg salah ya silakan ayo dikonfirmasi dg petugasnya. Masalahnya klo saya disuruh pindah tuh pindah kemana pak? Kursinya kan ada orgnya semua. Coba tolong solusinya
Si bpk ngoceh keluar jalur dg blg saya "G*BLOK, GAPUNYA AKHLAK, AS*, dsb". Sampe blg mau dibawa ke polisi segala krn backingan beliau polisi2 banyak
Saya yg kian merasa terintimidasi krn sudah dibentak, dimaki2, jd tontonan banyak org jg
Akhirnya saya punya ide dg pesan air mineral via apps & ngasih HP saya yg sblmnya saya tulis di note "KAK, MINTA TOLONG TULISKAN NOMOR KONDEKTUR KERETA INI. HELP. URGENT. TERIMA KASIH".
Bulan lalu saya posting profil Titiek Puspa yang saya menulis pada bulan Juli tahun 2008.
Bu Titiek pantas disebut Legenda: pintar, ramah, selera humor bagus (sempat bercanda tentang saya menggunakan bahasa Indonesia), tak angkuh. Sudah kebal terhadap gosip katanya.
Bulan lalu bagian akhir dari tulisan saya enggan posting, soal "how do you want to die?"
Jawaban Ibu saat itu sederhana: "Pasrah." katanya. "Saya serahkan pada Tuhan saja."
Tak akan lupa jasa dan karya Bu Titiek (lagu "Apanya Dong" salah satu lagu favorit saya dari Indonesia).
RIP Bu
Ave Neohistorian!
Dukacita mendalam kami sampaikan atas kepergian Titiek Puspa, sosok legendaris yang telah mengukir sejarah dalam dunia seni Indonesia. Lahir dengan nama Sudarwati pada 1 November 1937 di Tanjung, Kalimantan Selatan, beliau memulai kariernya sejak usia remaja dengan meraih juara dalam kontes menyanyi Bintang Radio di Semarang. Nama panggilan “Titiek Puspa” yang diberikan oleh Presiden Sukarno ini kemudian melekat dan menjadi identitasnya di kancah hiburan nasional. Sepanjang lebih dari enam dekade berkiprah, beliau telah menghasilkan puluhan album dan menciptakan ratusan lagu, termasuk karya-karya abadi seperti "Kupu-Kupu Malam" dan "Bing" yang telah menjadi bagian penting dari jalinan budaya musik Indonesia.
Kontribusi Titiek Puspa terhadap seni dan budaya di Indonesia sangat luar biasa. Selain dikenal sebagai penyanyi dan pencipta lagu, beliau juga pernah menjajal dunia akting serta aktif dalam mendidik dan menginspirasi generasi muda melalui program-program pembinaan seni. Inisiatifnya, seperti membentuk grup vokal Duta Cinta, membuka kesempatan bagi anak-anak dari berbagai latar belakang untuk belajar dan menyalurkan bakat mereka, sekaligus menanamkan nilai-nilai nasionalisme. Jejak karya beliau akan terus hidup dalam Sejarah selama-lamanya.
Selamat jalan, Titiek Puspa!
SIAPA YG BISA BEKUKAN REKENING PLIS BAPAK KU KETIPU 65JUTA TOTALNYA TOLONG 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 TOLONG BANGET SIAPAPUN 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 nomor penipunya ini
085135702109
081288693906
SPAM WA AJA GES TOLONG SIAPAPUN NANGIS ITU UANG SISA-SISANYA DI BANK😭😭