ada yg lagi nyari transino white c clear 240 tablets gaa 😭🙏
masih baru & segel yaa, dijual krn ga jd dipakai dan butuh uang 😿
ori jepang 🇯🇵
harga Rp550.000 (nego tipis)
batam bisa cod, luar batam bisa kirim. rt sangat membantu yaa 😭🤍
#wts#zonauang#zonajajan#zonabu
ada yg lagi nyari transino white c clear 240 tablets gaa 😭🙏
masih baru & segel yaa, dijual krn ga jd dipakai dan butuh uang 😿
ori jepang 🇯🇵
harga Rp550.000 (nego tipis)
batam bisa cod, luar batam bisa kirim. rt sangat membantu yaa 😭🤍
#wts#zonauang#zonajajan#zonabu
@syntaesize But don’t let it bring you down, especially to the point of hurting yourself. Try to see the good in it; maybe this is just life’s way of showing you who stands by you without judgment.
@fortweet4159@sephialone Orang ini bahkan tidak bisa membedakan tangkapan layar orang Turki dan Indonesia, apakah orang Korea ini selalu playing victim seperti ini pantas warga Korea Sekarang di benci satu dunia seperti Israel.
@sephialone Orang ini bahkan tidak bisa membedakan tangkapan layar orang Turki dan Indonesia, apakah orang Korea ini selalu playing victim seperti ini pantas warga Korea Sekarang di benci satu dunia seperti Israel.
FAKTA: Orang Indonesia Ketergantungan dengan Budaya Korea Selatan
Tanpa kita sadari orang Indonesia udah dari lama terkena fenomena "Hallyu" (Gelombang Korea), yang dimulai dari awal tahun 2000-an sampai saat ini, selain itu Indonesia selalu jadi Top Pasar industri K-Pop dan ini menunjukkan seberapa ketergantungannya dan fanatiknya orang Indonesia terhadap budaya korea selatan.
Ini dia poin-poin yang nunjukin bahwa Indonesia seketergantungan itu dengan hal yang berbau Korea Selatan:
• Indonesia dikenal sebagai "Ibukota K-Pop Dunia" di ranah digital karena volume percakapan dan
streaming yang masif.
• di Platform Twitter/X Indonesia menempati peringkat #1 di dunia sebagai negara dengan jumlah tweet terbanyak tentang K-Pop
• Berdasarkan data dari YouTube Music Charts, kota Jakarta sering kali menempati urutan teratas secara global sebagai kota dengan pendengar streaming terbanyak untuk grup besar seperti BTS dan Blackpink.
• Pada Spotify Indonesia secara konsisten masuk dalam 3 besar pasar pendengar K-Pop terbesar di Spotify secara global.
• Pada laporan Twitter "K-Pop Global Data", Indonesia mengalahkan Korea Selatan sendiri dan Amerika Serikat dalam volume percakapan.
• Pangsa Pasar: Menurut laporan Media Partners Asia (MPA), konten Korea menyumbang sekitar 40% - 50% dari total konsumsi video premium (berbayar) di Indonesia.
• Di platform Viu, drama Korea konsisten menjadi konten yang paling banyak ditonton, mengalahkan konten Barat atau lokal di segmen premium tertentu. Serial seperti The Glory atau Queen of Tears selalu mendominasi "Top 10 Indonesia" selama berminggu-minggu saat penayangan.
• Pada tahun 2023 jumlah wisatawan Indonesia ke Korea Selatan tercatat sekitar 250.000+ orang.
• Tiket konser grup besar (seperti NCT, Seventeen, BTS, Blackpink) sering kali habis terjual (sold out) dalam waktu hitungan menit hingga 1 jam saja, meskipun harganya berkisar antara Rp1.500.000 hingga Rp4.000.000 (belum termasuk pajak).
• Konser Born Pink di GBK Jakarta dihadiri oleh sekitar 70.000 penonton per hari (selama 2 hari). Estimasi perputaran uang (termasuk tiket, merchandise, akomodasi, dan transportasi) mencapai ratusan miliar rupiah dalam satu
event.
• Meskipun UMR rata-rata Indonesia tergolong moderat, Willingness to Pay (kemauan membayar) fans K-Pop Indonesia sangat inelastis (harga naik, permintaan tetap tinggi).
Jadi menurut saya orang Indonesia udah hampir gabisa lepas dari budaya Korea Selatan, karena fenomena ini udah terjadi selama puluhan tahun, lagipula bukannya kita bisa bedain mana orang dan mana karyanya? 🤔 Menurut kalian gimana guys?
Yoi. Fans k-pop di Indonesia ini sering melakukan apa yg disebut dlm ekonomi digital sbg unpaid labor alias buruh gratisan.
Mereka berpromosi gratis, menerjemahkan konten, sampai2 mau2nya melakukan pembelaan masif kpd idolanya di media sosial.
Tp dr POV ekonomi industri Korea, fans k-pop Indonesia ini cuma angka2 yg bisa dieksploitasi. Mereka dipandang sbg sekelompok manusia2 yg cuma berguna dlm efisiensi biaya pemasaran.
Nah, ketika suatu massa fans K-Pop Indonesia cuma dianggap sbg angka untuk mendongkrak popularitas, industri kreatif Korea memanfaatkan hasil eksposur fans Indonesia tsb agar bisa menjual artis2nya dgn harga lebih mahal ke pasar Amerika dan Eropa.
Dlm konteks sosiologi-ekonomi, ketika seseorang memberikan tenaga secara cuma2 demi keuntungan pihak lain yang sudah kaya, posisi orang tersebut dalam hierarki ekonomi dianggap golongan yg sangat rendah, mudah dimanfaatkan, mudah diekploitasi, mudah dikibuli.
Tak heran kalau sebagian masyararat Korea dgn enteng menyebut fans k-pop Indonesia-yg sebetulnya telah berkontribusi luar biasa dlm pasar volume negaranya- nggak lebih dari monyet belaka.
Ironis.
Lihat orang2 Korea Selatan itu kasihan sebenarnya.
Mereka ditekan begitu hebat utk selalu tampil sempurna. Baik secara fisik maupun standar moral tertantu. Jadi beban psikologisnya intens dan konstan sekali.
Kesalahan sekecil apa pun bisa memicu bullying yg sangat2 destruktif.
Belum lagi, biaya hidup yang melonjak. Harga2 properti di Seoul yg mengerikan bikin banyak orang merasa nggak akan pernah bisa sukses scr finansial.
Ujung2nya ya pilih jalan paling gampang: bunuh diri.
Monyet2 yg bahagia ini bersimpati kepadamu wahai warga Korea Selatan.