btw, ini sejalan sama kata para ulama🤗
kata Abu Darda’ rahimahullah “ucapan ‘saya tidak tahu’ adalah setengah dari ilmu”
(Mukhtashar Jami’ Bayan al-Ilmi wa Fadhlihi, Ibnu Abdil Bar, hal. 225)
jadi justru mengakui ketidaktahuan apalagi dlm ilmu agama justru bagus banget daripada sok tau dan malah menyesatkan banyak org loh
jangan takut duit berkurang dengan sedekah atau qurban guys! klo ada kelebihan duit atau tabungan, qurban aja! pasti Allah ganti kok 🫶
jgn takut rezeki. Allah yg menjamin.
toh qurban atau engga, duit kita pasti berkurang juga dgn kebutuhan lainnya.
jd mending qurban sekalian. jelas ketauan duit kita berkurang utk ibadah dan tabungan akhirat👍🏼
Cape amat anjir, gaji perbulan cman 8jt bisa lebih itupun kadang2, pengen bgt gw pnya rumah sendiri, klo perbulan gaji cman 8jt gimana bsa kebeli rumahdah, gini amat ancrit idup cuman dapet warisan kemiskinan
Mana umur gw 24 itupun blm pnya apa2 lgi, pencapaian cman nyampe glory doang, saran gw ni klo msh kismin jgn dah pnya anak, kasian anaknye
Btw adakah lek yg umur 24 kek gw blm punya apa2 dan blm nikah?
kalo aku menikah gaji mentok mentok 10 juta
ckup gk yaa?
untuk daerah jawa timur gitu
cewe pasti gk mau ya???
cc:fbavlet
@nyet_nyetz tapi lambe saham framing banget dah, padahal Radit juga ga nyuruh semua orang kayak begitu. dia ditanya ya dia jawab. wong Radit aja pernah bilang gini
kalo negara mahamin pendidikan tinggi cuma sebagai pencetak pekerja industri, kampus-kampus kyk UGM, UI, dan ITB mending jadi bootcamp atau LPK aja sekalian.
kuliah itu bukan cuma tempat belajar skill teknis buat memenuhi kebutuhan industri, tapi jadi ruang untuk membentuk cara berpikir, cara belajar, cara membaca masalah, cara berargumentasi, cara beradaptasi, dan cara belajar bertahan hidup.
skill teknis bisa dikejar lewat bootcamp. tapi membangun nalar, kedewasaan, jejaring, kepekaan sosial, dan proses menemukan diri sendiri ga bisa disimplifikasi dalam logika cepat kerja.
kalo negara pengen punya masyarakat yang mampu berpikir luas, memahami dunia secara lebih kritis, membangun pondasi intelektual, dan bukan sekadar menjadi skrup-skrup industri, kuliah ga boleh direduksi cuma untuk menuhin kebutuhan industri.
Bangsa yang koruptif hanya akan dipimpin oleh koruptor, sebab masyarakat yang terbiasa menoleransi kebusukan kecil akan selalu menyediakan jalan bagi kebusukan yang lebih besar.
-Dospemz.
Hidup seseorang bisa berubah ketika isi pikirannya berubah. Apa yang ada di pikiran menentukan:
- Cara melihat dunia
- Cara menanggapi masalah
- Cara mengambil keputusan
Salah satu hal yang mempengaruhi pikiran adalah asupan informasi sepanjang hidup: omongan orang tua, obrolan dengan teman, bacaan buku, tontonan film sampai dengan apa yang pernah dialami..
Untuk soal ini saya selalu teringat salah satu kutipan dalam novel Les Miserables:
“Tidak ada tanaman buruk, yang ada hanyalah pembudidaya yang buruk."
Siapa disini yang merasa middle class padahal gak di middle? Middle class itu ilusi, 99% orang pengeluaran rumah tangganya perbulan itu rata2 indonesia dibawah 27.5 juta
Dibawah ini, lu lebih dekat sama orang miskin dan yang doyan demo bikin macet itu daripada si kaya
Ya gimana ya.... Banyak orang yg dari kecil mindsetnya udah dibiasain terus²an dalam Survival Mode 🥹
Tiap mau explore:
"Dek, jangan nakal..."
"Jangan nangis.."
"Jangan suka coret-coret!"
"Jangan dimainin!"
Tiap mau eksplorasi, dilarang.
Mau ekspresi, disuruh diam.
Sambil diberi ketakutan/ancaman yg intens... dipelototin, diteriakin, atau bahkan disentil, dicubit, yg bikin kita dulu kehilangan rasa aman tiap mau eksplorasi...
Akhirnya ya.. pas gede, energi kita habis cuma buat "menjaga diri" supaya nggak salah langkah, supaya Papa - Mama ngga marah, supaya perasaan orang lain terjaga,
energinya habis untuk memastikan kita tidak melakukan kesalahan atau tidak mengecewakan orang lain
sampai dewasa masih kebawa: lupa gimana caranya lari ngejar mimpi, demi menjaga agar diri kecil kita ini tetap merasa aman 🥹🥹🥹
Secara psikologis, orang Indonesia mencintai orang-orang kaya.
Apalagi orang-orang kaya yang mendadak kaya lahir dari bawah.
Kenapa bisa?
Ya simple. Orang kita mayoritas susah. Desperate dan melihat bahwa tidak mungkin mereka bisa menjadi makmur dengan kondisi seperti sekarang.
Sayangnya, mereka tiap hari dicecokin dengan kemewahan-kemewahan artis, pejabat, influencer, dan crazy rich,
Walhasil, alam bawah sadar rakyat terus terlatih untuk mengasosiasikan kekayaan dengan keberhasilan hidup.
Yang akhirnya membuat publik menjadikan kekayaan bukan lagi impian, tapi juga fantasi dan bahkan BATAS MORAL.
Ketika kekayaan menjadi moral: orang kaya dianggap pasti pintar, pekerja keras, berani, dan layak ditiru...
Bahkan ketika proses memperoleh kekayaannya bermasalah, seperti influencer-influencer bullshit yang bahkan sudah masuk penjara.
Mereka tidak peduli. Pokoknya kaya. Titik. Saking desperatenya hidup mereka.
At the end... pemujaan terhadap orang kaya itu bukan hanya pertanda runtuhnya moralitas rakyat.
Tetapi juga indikasi dari sudah desperatenya rakyat terhadap kondisi ekonomi mereka.
@Strategi_Bisnis Another proof bahwa gak semua hal harus di-disrupsi
Strategi dan model bisnis yg awet bertahun2 sejak dulu itu ada dan bertahan karena memang proven dan resilient
Kalo mau nyoba yg baru ya bertahap, jangan langsung nyemplung sebadan badan
Jujur ya di alam kapitalisme kroni kaya indonesia ini, ga salah sebenernya kita semua memperjuangkan kesejahteraan pribadi dan orang sekitar dan kalo memang caranya eksploitatif doang yg lu bisa, ya mau gimana lagi?
Tapi ya lu gaboleh marah ketika dibilang penjahat kelas yang eksploitatif, ya engels juga kan eksploitatif, dia punya pabrik kok
Kesadaran bahwa lu eksploitasi sda dan sdm serta penggunaan kekayaan lu itu lah yang membedakan lu dengan borjuis pada umumnya
@inganggita Setiap hari keinget "OSHA/K3L rules are written in blood". Masalahnya ni negara tolol ga mau liat darah dri kesalahan punya orang, nunggu kejadian dlu bru berubah tolol emg
kalo Allah udh berkehendak, gaakan ada yg bisa menghalangi.
sebaliknya, kalo Allah bilang engga, even itu udah di depan mata, ya gaakan terjadi.
sama halnya dengan rezeki dan musibah guys. mau kita menghindar gimanapun, kalo udh rezeki atau musibah, pasti kita bakal tetep dapetin itu.
jd jgn khawatir soal rezeki. rezeki kita udh diatur dan disiapkan. kita cuma disuruh doa dan ikhtiar. sisanya serahin ke Allah. jalan rezeki Allah tuh banyak. bumi Allah luas. kita dapet rezeki bukan karena usaha kita semata, tapi memang itulah porsi rezeki kita.
semangat y✨