Kenapa Qatar gacor di dua edisi Piala Asia, sementara Jepang tidak? Sementara di Piala Dunia dua edisi terakhir, selalu yang terjadi sebaliknya.
Jawaban paling dekatnya adalah kualitas pengadil atau wasit. JFA pernah mengeluhkan kualitas wasit AFC dan betapa melelahkannya Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia dengan kualitas wasit yang sering condong ke negara-negara Timur Tengah.
Jepang sendiri mengatakan satu-satunya cara untuk bisa mengalahkan mereka adalah menjadi sangat kuat. Karena mereka menguasai hal nonteknis di lapangan. Namun jika materi dan permainan yang unggul, pertandingan akan selalu bisa dimenangkan.
Indonesia pun pernah merasakan betapa menyebalkannya melawan negara Timur Tengah di Kualifikasi Piala Dunia. Tantangannya bukan lagi soal permainan, tapi mental yang juga harus kuat menghadapi wasit yang berat sebelah.
#FeelEveryGoal @toshibatv_id
#NewGameOpeningBattle Limited-Time Event 💥
"Phantasmoon New Game" is officially online.
The faction that gets to the Oriental Pearl Radio & TV Tower first takes all the Wishpower!
⏰ Time's ticking! In the next 2 hours
Deadline: 04/25 21:00 (UTC+8)
#PhantasmoonNewGame
@moowinterus Mental maling? kalau hutang, wajib di bayar… mungkin kalian akan lolos di pengadilan dunia.. tapi tidak akn lolos di pengadilan akhirat…
Bagi yang muslim, ingat ya, dosa yang tidak bisa dihapuskan lewat taubatan nasuha adalah hutang….. Jadi BAYAR !
Netanyahu meninggal pada tanggal 8 Maret.
Inilah mengapa Yair mengambil cuti selama 7 hari yang tidak biasa pada tanggal X, untuk masa berkabung Shiva dalam agama Yahudi.
Dia terakhir kali berkicau pada tanggal 8 Maret, lalu menunggu tepat 7 hari untuk me-retweet sebuah unggahan pada tanggal 15 Maret.
Guys ini salah satu plot twist geopolitik paling memalukan yang terjadi minggu ini dan korbannya adalah India.
Jadi begini kronologinya.
Rusia jual minyak ke India dengan harga 50 dolar per barel jauh di bawah harga pasar. India senang. Dapat minyak murah. Ekonominya jalan. Semua oke.
Lalu Amerika menekan India untuk berhenti beli minyak Rusia. India nurut. Berhenti beli.
Sekarang Amerika kasih waiver izin khusus untuk India boleh beli energi Rusia lagi.
India balik lagi ke Rusia dengan senang hati.
Dan Rusia dengan sangat tenang bilang harga lamanya sudah tidak berlaku. Sekarang 90 dolar per barel. Hampir dua kali lipat dari sebelumnya.
Alasannya sederhana dan brutal. Sanksi sudah dilonggarkan. India butuh Rusia. Dan Rusia tidak butuh kasihan siapapun sekarang.
Ini yang paling gw salut dari cara Rusia bermain. Mereka tidak pernah panik. Tidak pernah bereaksi berlebihan. Waktu disanksi mereka cari pembeli lain India dan China. Waktu sanksinya dilonggarkan mereka tidak langsung murah hati. Mereka naikkan harga karena mereka tahu posisi tawarnya sekarang lebih kuat dari sebelumnya.
India di sisi lain sudah kehilangan dua kali. Pertama kehilangan harga murah karena nurut tekanan Amerika. Kedua sekarang harus bayar lebih mahal karena sudah terlanjur kelihatan tidak punya pendirian.
Kalau lo mau belajar satu hal dari geopolitik hari ini pelajari cara Rusia jaga posisi tawar. Mereka tidak punya banyak sekutu. Tapi mereka tidak pernah murah hati pada orang yang tidak konsisten.
LPDP di Prancis dapet 1500€, itu di atas UMK.
Beasiswa pemerintah Prancis gak sampe segini (gue dapet separonya), dan cukup kok.
Pls stop cosplay hidup susah🙏 duit lu lebih banyak drpd mahasiswa lokal jg.
@umparum3@iamjoelee 네 얼굴은 플라스틱 쓰레기로 만들어졌고, 네 부모님도 플라스틱 쓰레기로 만들어졌어.
Ngerti nggak kresek sampah? Mukamu dan keluarga mu tuh palsu semua wkwkwkwkwkw. Oh iya kamu itu kalau nggak provinsi Cina Tenggara ya Provinsi Jepang barat wkwkwkw.
Money 💰 is coming.
Money 💰 is coming.
Money 💰 is coming.
Money 💰 is coming.
Money 💰 is coming.
Money 💰 is coming.
Money 💰 is coming.
Money 💰 is coming.
Money 💰 is coming.
Money 💰 is coming .
Affirm "YES"!
This is beyond horrifying.
New data shows Israel has killed over 680,000 Palestinians in Gaza.
Among them:
• 380,000 infants under 5
• 99,000 children over 5
That’s 479,000 children murdered by Israel.
Israel isn’t “defending itself.”
It is wiping out Palestinian life.
Imam Khamenei bergerak cepat, memaksa lawan bertekuk lutut tanpa sempat melawan. Dengan lumpuhnya jaringan Starlink di Iran, mitos satelit 'tak terhentikan' resmi runtuh seketika.
Sebuah peta kekuatan teknologi dunia baru saja berubah. Dalam operasi militer yang mengejutkan Wall Street, komando siber Iran dilaporkan berhasil menonaktifkan 90% akses Starlink menggunakan sistem peperangan elektronik (EW) tingkat tinggi.
Kegagalan perangkat keras ini memicu kepanikan investor dan menandai berakhirnya era konsensus bahwa satelit LEO tidak dapat diganggu.
Selama bertahun-tahun, investor dan pakar teknologi di Wall Street memodelkan Starlink sebagai sistem komunikasi yang "kebal". Logikanya sederhana: dengan ribuan satelit Orbit Bumi Rendah (LEO) yang terus berpindah frekuensi dan bergerak cepat, mustahil bagi sistem darat untuk mengunci dan memblokir sinyalnya secara permanen.
SpaceX sebelumnya berhasil menambal celah perangkat lunak saat menghadapi gangguan Rusia di Ukraina. Namun, apa yang terjadi di Tehran kemarin adalah serangan pada level yang berbeda: Serangan Perangkat Keras.
Seorang pakar pemantau internet yang telah mengamati Iran selama 20 tahun menyatakan keterkejutannya. "Saya belum pernah melihat hal seperti ini seumur hidup saya. Konsensus bahwa satelit LEO tidak dapat diganggu kini resmi mati," ujarnya.
Laporan intelijen menunjukkan bahwa Iran tidak lagi mengandalkan pemblokiran internet tradisional. Mereka mengerahkan sistem peperangan elektronik kelas berat, Murmansk-BN dan Krasukha-4.
Sistem ini memiliki jangkauan gangguan hingga 5.000 kilometer. Dengan koordinasi yang presisi, Iran mampu menutupi frekuensi Ku-band yang digunakan Starlink, melumpuhkan hampir 40.000 terminal yang aktif secara ilegal di negara tersebut.
Analis militer melihat peristiwa ini bukan sekadar upaya menekan protes domestik di Iran. Ini adalah konsep pembuktian (Proof of Concept) bagi poros otoriter global.
Dua bulan lalu, peneliti dari China telah mempublikasikan metode untuk memblokir Starlink secara total di Taiwan menggunakan 935 perangkat pengacau berbasis darat.
Apa yang terjadi di Tehran dianggap sebagai "uji coba lapangan" yang sukses atas teori tersebut. Di Beijing, para petinggi militer dilaporkan mencatat setiap detail keberhasilan ini untuk diterapkan dalam potensi konflik di masa depan.
Industri komunikasi satelit yang bernilai $280 miliar kini berada dalam zona merah. Risiko yang sebelumnya dianggap tidak ada kini menjadi nyata di depan mata para pemegang saham.
Saham Sektor Pertahanan, diprediksi akan memasuki siklus baru seiring negara-negara Barat berlomba mencari solusi atas kerentanan ini.
Starlink, yang selama ini dianggap sebagai "tulang punggung" komunikasi darurat global, kini harus membuktikan kembali keandalannya di bawah tekanan senjata elektronik berat.
Keberhasilan Iran ini tidak hanya mematikan akses internet bagi para demonstran, tetapi juga mengirimkan pesan keras kepada dunia: dalam perang modern, keunggulan teknologi di luar angkasa bisa dengan mudah dijatuhkan dari daratan.