- kedua bahu mengendik juga kedua tangan dilayangkan pelan di udara, binar jenaka kembali menghiasi riak wajahnya.
ㅤ ㅤ "Satu Iced coffee dan lasagna 'dong, Sei-chan yang manis~! Sekalian pesan sesuatu untukmu deh, traktiran untuk teman lama~."
ㅤ ㅤ [ @scarletczar ]
- sempat mengundurkan diri setelah aku, yang aku dengar ada beberapa pegawai juga pengurus baru," seperti wajah asing yang menyambut pada garis meja resepsionis.
ㅤ ㅤ "Tapi aku belum menyempatkan waktu untuk berkunjung karena satu dan lain hal, padahal aku kangen!" Ah -
- yang sudah aku lewatkan setelah mengundurkan diri dong?" Pertanyaan tercantum yang berantai tanpa diundur dilemparkan ringan dengan maksud memulai percakapan lainnya.
ㅤ ㅤ Sembari menunggu menu, 'kan. Tujuan awal memang untuk bertukar sapa.
ㅤ ㅤ [ @scarletczar ]
- lainnya: deriji bertaut, garis dagu menempati ruang kosong pada buku tangan.
ㅤ ㅤ "Jangan begitu dong~ Aku 'kan teman lama - dipanggil Tuan rasanya kikuk sekali," kikiknya jenaka berdawai, "apa kabarmu Sei-chan? Bagaimana dengan yang lain? Ceritakan semuanya -
- drastis selain warna helai yang kini menggelap, masih sama, masih juita dengan perawakan tegas nan menarik.
ㅤ ㅤ "Lantai satu saja bagaimana? Aku bebas duduk dimana saja, tidak perlu dekat jendela juga - aku datang dengan tujuan berbincang~!"
ㅤ ㅤ[ @scarletczar ]
- dengan setelan malam ini, Kaito menilik sekitar.
ㅤ ㅤ "Eh~ Bukankah kejam untuk melupakan teman lamaku?" Celetuk singkat itu berderai ringan, penuh jenaka dan selik tawa tersisip apik, "Sei-chan tidak berubah banyak tuh?"
Memang benar tak banyak yang berubah -
- Raga melenggang mendekat, direngkuhlah sebelah tangan dengan deretan deriji lantik; sang lanang menunduk untuk mendaratkan satu bubuh kecupan pada buku tangan yang disusul dengan sebelah kejapan netra.
ㅤ ㅤ "Sei-chan~! Apa kabarmu? Semakin cantik saja?" Siapa -
Melenggang masuk dengan binar nostalgi; sikut menumpu pada meja resepsionis @HostMaidClub, tak pupus pula sudut ranum yang menukik naik.
ㅤ ㅤ "Hi, hi, selamat malam!"