@jek___ Kisah ini menjadi pelajaran abadi bagi kita semua tentang pentingnya menjaga tauhid: kita wajib berikhtiar mencari obat (sebab), namun hati kita harus tetap bergantung sepenuhnya kepada Allah (Musaibbil Asbab/Maha Pemberi Sebab) yang menyembuhkan.
@jek___ Setelah kaumnya menyadari kesalahan mereka, bertobat, dan kembali menyandarkan kesembuhan hanya kepada Allah, Nabi Musa kembali berdoa. Allah pun mengizinkan daun tersebut (atau perintah lain) untuk menyembuhkan mereka kembali, dan wabah itu pun akhirnya sirna.
@jek___ "Wahai Musa, pada waktu pertama kali wabah itu datang, mereka datang kepadamu dan engkau berdoa kepada-Ku. Akulah yang menyembuhkan mereka, dan Aku jadikan daun itu sebagai sebab (perantara) kesembuhan karena perintah-Ku."
@jek___ Beberapa bulan kemudian, ketika wabah serupa datang menyerang untuk kedua kalinya, kaum Nabi Musa kembali panik. Namun, kali ini mereka merasa sudah tahu solusinya. Begitu pula dengan beberapa org di antara mereka yang langsung teringat pada daun yg dulu prnah mnyembuhkan mereka.
@jek___ Namun, apa yang terjadi? Bukannya smbuh, penyakit mereka justru semakin parah. Korban sakit dan mninggal malah semakin bertambah banyak.
Melihat kondisi yang semakin genting dan obatnya tdk lgi manjur, mereka kembali mendatangi Nabi Musa dgn penuh kbingungan dan rasa frustrasi.
@jek___ Tanpa berkonsultasi atau meminta Nabi Musa untuk berdoa terlebih dahulu, mereka langsung berlari ke hutan, memetik daun yang sama, dan meminumkannya kepada orang-orang yang sakit. Mereka sangat yakin bahwa daun itu akan manjur seperti sebelumnya.