Maksudku, memang tujuanmu apa?
Supaya aku benci? Lantas dari situ, aku akan terbantu untuk melupamu?
Maaf, kasih, tapi percuma
Caramu melarikan diri, tidak akan berhasil membuat rasa yang masih tertata, mati begitu saja
Memang pilihanmu mau tinggal atau pergi
Dan semisal sudah teramat tidak betah, ya sudah, berpindahlah
Bukan hak-ku untuk mencegah
Tapi, apa tidak bisa, beranjak dengan tahu diri?
Pamit baik-baik, selayaknya dulu waktu pertama mengetuk hatiku
Jangan hilang begini...
Kadang cuma ingin kamu tahu
Kalau aku mencintaimu
Benar sebatas itu
Nggak berharap muluk kamu sebenarnya juga mencintaiku
Terlalu halu
Tapi kadang pula
Aku senang karena tidak pernah jadi memberitahumu apa-apa
Toh, pasti nggak akan ada bedanya
Hati kita, tetap berlainan arah
Kamu bakal merasa kurang sana-sini, dengan selalu mengaca pada sudut pandang orang yang kamu cintai
Tapi akan beda lagi
Andai kamu berhenti terpaku
Lalu mencari satu yang sungguh mencintaimu
Percaya nggak percaya, nanti
Ia pasti akan membuatmu lebih mensyukuri diri
"Dia kemana saja?"
"Memang Dia sesibuk apa?"
Tolong. Bukan itu yang penting untuk berulang kali ditanya.
Sesekali, realistislah.
Bukankah sangat kentara bila kemungkinan terbesarnya...
'Kamu saja yang sudah tidak lagi penting lagi buatnya.'
Aku baca doa ini dan baca surah Ta-Ha ayat 25-28.
Alhamdulillah. Bener bener Allah bantu. Aku lancar banget 2x interview, padahal ini interview pertama aku. Dan Alhamdulillah lulus.
Mudah mudahan lancar sampe selesai. Kalian cobain deh 💞
Cerita percintaan orang-orang yang:
Ketemu》Kenal》Deket》PDKT》Jadian
Kok bisa ya sesederhana itu?
Lah, cerita gua kok:
Ketemu》Gue kepincut Doi kaga》Gua mau maju malah Doi udah punya pacar》Nungguin mereka putus》Mereka putus》Doi ada yang baru sebelum kusempat beraksi》💔
Kalo pagi-pagi aku bete, males ngomong, tahu sebabnya apa?
Itu aku lagi marah aja sama diri sendiri. Yang rela semaleman terjaga, cuma buat dengerin ceritamu soal 'Dia' yang kamu suka. Sambil sok ketawa dan kasih saran pula
Padahal, sumpah. Pura-pura begitu bikin hati lelah