Di sini aku dilahirkan,
Dan dari sini aku berkelana.
Aku kembali ke sini pada akhir dari pertarungan;
Yang tidak pernah sia-sia.
#restinpeace#mamakpendaki#buelsa
Hujan di tepi matamu —
Di tengah malam yang damai ini,
ingin sebentar saja kau berkeluh-resah.
Sebentar saja—
Biar boleh kau teriakkan badai di pikiranmu.
Tetes air mata berangkara dengan bumi
Sisa cinta yang pernah bara,
memulai kesia-siaan
Diantara ini, seutas tali bersandiwara:
“Bukankah sedu yang selesai adalah moksa bagi sajakmu”
Menjadi tua adalah takdir dan bersamamu adalah jalan.
Se-tubuh pertandingan,
se-airmata pengorbanan,
se-tuju pada angan-angan.
Tulangku ingin dengan tulangmu sampai jadi debu.
Ketika pertanyaan “kapan” menjadi doa setiap malam sebelum kau istirahatkan lelah; kusisipkan sabar dan setia di sebelah kanan sepatumu.
Agar kita, bersama,
saling percaya
melewati koma,
koma,
dan koma
pada perjalanan kita.