Iraqi footballer Aymen Hussein issued a statement after being detained and questioned for seven hours upon entering the United States:
“If America is so hostile towards foreign nationals, why is it hosting the #2026WorldCup?”
𝗦𝗘𝗕𝗨𝗔𝗛 𝗨𝗧𝗔𝗦👇🏿
Saya ingin mengajak kawan-kawan semua untuk buka dan baca bersama kolom 𝗿𝗲𝗽𝗹𝘆 𝘀𝗲𝗿𝘁𝗮 𝗿𝗲𝘁𝘄𝗲𝗲𝘁 di postingan ini. Isinya adalah laboratorium sosiologi gratis yang memperlihatkan bagaimana isi kepala sebagian kaum "terdidik" kita hari ini.
Ini juga euy. Gatau gitu ya bobotoh teh dtg dari semua kalangan & latar belakang. Mau tua-muda, miskin-kaya. Pakyu buat klean yg pada ngatain. Cuih (meludah spt barba)
Kalo dengan kuliah lu malah makin kumat ngerendahin orang lain, mending putus sekolah aja d. Sistem pendidikan gagal membuat moral lu jd baik. Makin berpendidikan harusnya bikin lu makin bijak, kan jadi contoh yg lain. Kuliah bukan soal nugas doang! Mau pinter2an ya hayu. Sepinter apa sih bahasa inggris lu sampe ngerendahin lu? Berapa IPK lu sampe ngerasa layak ngomong gt?
Teruntuk yang tersayang tapi lebih dulu meninggalkan kita semua :
alm Mang Ayi, alm a Kamsuy, alm Yacob, alm Asep Solihin, alm Sofiana Yusuf, alm Ricko Andrean, alm Rangga Cipta Nugaraha, alm Pak Ajun (kit) dan alm Dr. Raffi Ghani.
Pak, mang, Persib Juara lagi 🥺
alfatihah🤲
For all Bobotoh, You’re strictly banned from bringin’ and lettin’ off fireworks in the stands, and you ain’t to be chuckin’ anyfink at all, in any shape or form. No leggin’ it onto the pitch or wanderin’ down onto the grass, alright?
Bisa terjadi di Bandung "gagal juara" kalau semua dilakukan secara berlebihan, padahal besok belum tentu juara sebelum 90 menit kelar.
Mari amankan, rapih, repeh dari oknum di match 23 Mei nanti 👌
Dengan berakhirnya pembuktian ini, gue berharap tidak ada lg korban nyawa, tidak ada lagi pertikaian yang berarti, semoga seluruh elemen suporter bisa lebih bijak..karena sejatinya tidak ada satu kemenanganpun yg lebih berharga daripada nyawa
This is the end of an era
#WARISOVER