@leathernim Aku sih percaya kalo preferensi masih menang Dirga tapi kalo stamina kayaknya masih ok duren sih, apalagi kalo tipe yg setia, pasti bombastis bgt sekalinya *tuuuut*
Harusnya ada UU, jika tersangka anak dibawah umur maka yang menggantikan hukumannya ada org tua / wali, bukan diringankan, tapi DIGANTIKAN, biar kapok tuh keluarga
Siswa SMP di Sragen Divonis 2,5 Tahun, Eksekusi Ditunda hingga Lulus Sekolah
SRAGEN β Seorang siswa SMP berinisial DTP (14), asal Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan setelah dinyatakan terbukti melakukan kekerasan terhadap anak yang berujung pada kematian korban.
Putusan tersebut dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sragen, Senin (7/9/2026). Majelis hakim juga menetapkan DTP menjalani pidana di LPKA Kelas I Kutoarjo serta membayar restitusi sebesar Rp76.015.770,40 kepada keluarga korban.
Namun, pelaksanaan hukuman terhadap DTP belum dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, terdakwa yang masih berusia 14 tahun tersebut saat ini duduk di kelas IX SMP dan masih harus menyelesaikan pendidikannya.
Jaksa diperkirakan baru melakukan eksekusi setelah DTP menyelesaikan sekolahnya pada 2027.
Sembari menunggu proses tersebut, DTP dititipkan di IPWL Yayasan Lentera Bangsa Indonesia (YLBI) di Kecamatan Tanon. Selama berada di sana, ia tetap berada dalam pengawasan jaksa.
Kasi Pidum Kejari Sragen, Andhika Nugraha Triputra, menyebut putusan majelis hakim sama dengan tuntutan yang sebelumnya diajukan jaksa.
Menurutnya, perkara tersebut bermula dari tindakan kekerasan berupa pukulan menggunakan tangan terbuka ke bagian kepala korban. Tindakan tersebut kemudian berujung pada meninggalnya korban.
Atas putusan itu, pihak jaksa masih menyatakan pikir-pikir sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
Bocah kayak gini minimal digebukin warga sekampung ya, dan orang tuanya harus lihat, gak mau tau pokoknya org tua bocah setan harus ngerasain sakitnya yg sama. Benci banget sama bocah setan begini dan se orang tuanya juga benciiii, keluarga setan !!!!!
Siswa SMP di Sragen Divonis 2,5 Tahun, Eksekusi Ditunda hingga Lulus Sekolah
SRAGEN β Seorang siswa SMP berinisial DTP (14), asal Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan setelah dinyatakan terbukti melakukan kekerasan terhadap anak yang berujung pada kematian korban.
Putusan tersebut dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sragen, Senin (7/9/2026). Majelis hakim juga menetapkan DTP menjalani pidana di LPKA Kelas I Kutoarjo serta membayar restitusi sebesar Rp76.015.770,40 kepada keluarga korban.
Namun, pelaksanaan hukuman terhadap DTP belum dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, terdakwa yang masih berusia 14 tahun tersebut saat ini duduk di kelas IX SMP dan masih harus menyelesaikan pendidikannya.
Jaksa diperkirakan baru melakukan eksekusi setelah DTP menyelesaikan sekolahnya pada 2027.
Sembari menunggu proses tersebut, DTP dititipkan di IPWL Yayasan Lentera Bangsa Indonesia (YLBI) di Kecamatan Tanon. Selama berada di sana, ia tetap berada dalam pengawasan jaksa.
Kasi Pidum Kejari Sragen, Andhika Nugraha Triputra, menyebut putusan majelis hakim sama dengan tuntutan yang sebelumnya diajukan jaksa.
Menurutnya, perkara tersebut bermula dari tindakan kekerasan berupa pukulan menggunakan tangan terbuka ke bagian kepala korban. Tindakan tersebut kemudian berujung pada meninggalnya korban.
Atas putusan itu, pihak jaksa masih menyatakan pikir-pikir sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
@hcleeciy Dulu pas masih SMA, ada temen nangis2 curhat tentang cowoknya, gw cuma ngasih saran yaudah putus aja kalo sakit, dan dia jawab, soalnya lu ga punya cowok sih jadi enteng banget ngomong nya. Kalo diinget sekarang, ngakak bgt jir, kek hina bgt gw karna di masa itu jomblo π€£
@HeinzHanz169027@laurenleo99@amourphelia Apalagi laki2 hakikatnya punya sifat pemimpin, punya ego dan secure lebih besar, dan mengedepankan logika, kecuali pihak perempuan lebih punya kuasa ya mungkin lakinya mau mau aja. Jadi mayoritas toleransi laki2 terhadap pasangan toxic itu lebih kecil dibanding perempuan
@HeinzHanz169027@laurenleo99@amourphelia Menurutku, ini menurutku aja karena lihat di sekelilingku, istri/ibu bertahan dg suami toxic alasannya cuma 1 yaitu anak, tapi suami/ayah ikatan/naluriah dg anak itu beda dg seorang ibu, jadi masih gak masuk akal aja kalo ada laki2 yg bertahan puluhan tahun dg wanita toxic
@TanyarlBase Kalo ijab qobulnya itu gak ngaruh karena pernikahan itu hal baik, tapi kalo pesta/resepsi iya biasanya diundur untuk menghormati keluarga yg berkabung, biasanya minimal setahun
@HeinzHanz169027@laurenleo99@amourphelia Masuk akal kalo nikahnya setahun dua tahun, lagipula laki laki gak semalaikat itu sampe bertahan sama wanita toxic puluhan tahun
@Sipitungscbd Ibu ibu jangan pada insecure please, kalian itu wanita pilihan wanita hebat, bahkan jika terburuknya ditinggalkan suami karena bekas melahirkan, seorang ibu tetap memiliki anak yg tidak akan meninggalkan kalian yang akan mencintai kalian tanpa syarat
@shuamik Tapi itu salah satu jalan (gak langsung) mencari jodoh, atau minimnya being atractive, yaitu dengan muncul di publik, termasuk nyempil di sosmed temen π€ makanya jalan menuju jodoh itu luaaas banget, dari jalan raya sampe ke jalan tikus pun bisa, yg susah itu kalo menutup hati
@wavehush Itu hanya berlaku jika waktu keduanya sama/berdekatan, bukan untuk yg beda fase/beda jaman, makanya cinta itu butuh dibangun dipupuk dan dipanasin/dihangatkan agar selalu relevan, bukan soal dengan siapa orangnya siapa yg lebih fresh tapi tentang bagaimana caranya
@flnive_ Kalo aku sih iya, org baik yg ketemu aku kayaknya aku doain, ya minimal banget kalo ketemu di jalan ya aku doain selamat sampe rumah, kalo diundang nikahan, meski bukan besti banget aku usahain dateng pas ijab kabul karena mau ikut amin pas penghulunya doa
@leathernim Mau mau mau, kalo bisa jangan short, kangen banget AU chanbaek yg campus life, apalagi kalo fokus ke anak bem/band/pa wiiih mantap jadi mengenang masa2 muda π€ dan kalo bisa lanjut bener2 sampe lulus, dramanya a sampe z pun aku jabanin, ahh mantap, berasa baca wp era covid
@IkaaPark Kalo aku percaya idealnya pernikahan itu sekufu, ceweknya suka sbm ya cowoknya juga sbm, begitupun sebaliknya, karena sekufu lebih aman dan nyaman. Meskipun yg namanya jodoh ya gak se-teoritis itu, tapi menurutku zona aman itu penting banget untuk mengurangi Boomerang rumtang