Sebuah langkah balik yg tepat, juga contoh nyata sikap tidak membiarkan setiap usaha penyimpangan demokrasi berlalu begitu saja tanpa ditangkal. Semoga bisa jadi kesadaran bagi semua. Hormat utk bu dosen!
@psi_id Mau titip salam. Dunia sementara. Akhirat kekal. Jangan kebiasaan ngibul Pak buat penuhi syahwat kekusaan. Anda kemungkinan akan dikenang sebagai bekas pejabat publik yang tidak punya legacy
Gila, ketimpangan kita separah ini!
Direktur Kebijakan Fiskal CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Dr. Media Wahyudi Askar, menjelaskan hasil studi terbaru mereka:
1. Studi CELIOS mengungkap ketimpangan ekstrim: di saat pejabat/orang super kaya merayakan ultah mewah di Paris, anak-anak miskin berjuang keras hanya untuk bisa makan hari itu jg.
2. Indonesia kini punya 2 wajah ekstrem. Wajah pertama diisi oleh 1.700 orang super kaya, dimana kekayaan 50 orang terkaya di antaranya sudah setara dg total kekayaan 55 juta penduduk.
3. Oligarki ini menyetir harga pasar (ojol, LPG, properti) dan "membeli" demokrasi lewat pendanaan parpol. Sebaliknya, rakyat biasa harus berdesakan di transportasi publik yang buruk meski taat bayar pajak.
4. CELIOS mendorong Pajak Kekayaan (Wealth Tax) sebesar 2% untuk aset di atas Rp84 M. Didukung 89% rakyat, pajak ini bisa menghasilkan Rp142 T/tahun untuk menggratiskan layanan kesehatan, KRL, hingga beasiswa sampai bangun rumah layak warga rentan.
Nonton full di youtube nya Watchdoc Dokumentary nya disini 👇
https://t.co/cSzAPhXCd8
@DriverOjelkilat - Nilai rumah (tanah) terus naik karena tidak terdpresisasi
- sewa/kost harusnya naik secara average tahunan
KPR masuk dalam utang produktif (bunga yg dibayar terkompensasi oleh kenaikan nilai aset)
Life is your choice!
Dua perempuan petarung ulung demi perbaikan negerinya :
1) PM Italia @GiorgiaMeloni melawan pelaku Genocide (AS dan Israel)
2) Ibu @DokterTifa melawan “kepalsuan Jokowidodo
Saya sendiri korban peradilan sesat, seminggu Jokowi berkuasa (2014) sy ditangkap, disidang dan (tidak) diadili atas 8 dakwaan berlapis gara2 mengungkap kepalsuan & korupsi Jokowi
Dituntut 8,5 thn, divonis 5 th, dibuang ke Nusakambangan, 2 th bebas
Jgn terulang pada Roy&Tifa
DONASI BUKU PERJUANGAN
Buku-buku ini karya dr Tifa.
Silakan beli untuk koleksi keluarga atau sumbangkan kepada perpustakaan, sekolah, universitas, pesantren, ma'had.
Dana buku menjadi dana perjuangan dr Tifa di pengadilan, sambil menebar amal jariyah.
Amal jariyah dengan pahala tak putus sampai akhir zaman adalah:
1. Anak-anak yang sholeh dan sholehah
2..Ilmu yang bermanfaat
3. Shadaqah jariyah
Dengan membeli buku dr Tifa insyaAllah memenuhi yang kedua.
Mari berlomba-lomba bantu perjuangan dr Tifa!
Buku-buku yang tersedia:
1. Kontroversi Vaksin - KV
2..Pandemi Pembelah Peradaban - PPP
3. Jalan Samurai Akademik - JSA
4. Otak Politik Jokowi -OPJ
Silakan hubungi admin kami:
0812 2207 9097 Asti
0877 2598 0909 Inda
0852 1186 3336 Dina
SAYA BUKAN MANTAN TERMUL TAPI AKADEMISI YANG PERNAH JADI APARAT NEGARA.
Faktanya saya bukan ternak siapapun, apalagi “Termul”, tapi saya ini orang kampus yang pernah ditarik untuk bekerja di pemerintah. Mulainya di era Presiden SBY tahun 2007 hingga di era Presiden RI ke 7, Joko Widodo.
Adapun saya di Pemerintahan (sebagai eselon 1 tahun 2007 itu diajak Prof Muh Nuh, mantan Rektor ITS yg menjadi menteri Kominfo di era Presiden SBY). Kemudian saat Menkominfo berganti pak Tifatul Sembiring saya tetap menjabat di Pemerintahan.
Di era Pemerintah berikutnya yaitu Presiden Jokowi, saya masih dipertahankan jadi Staf Ahli Menteri yang baru, pak Rudiantara. Maka otomatis sebagai aparat birokrasi pusat tentu harus membantu menteri dan presiden saat itu. Ini berlanjut hingga menteri Kominfo kembali berganti jadi pak Jhonny G Plate. Berarti saya Staf Ahli untuk 4 Menteri dari 2 Presiden.
Di tahun 2022 saya berhenti dari jabatan Pemerintahan karena memasuki batas usia pensiun untuk jabatan struktural. Walau saat itu ditawari jabatan politis sebagai Staf Khusus, saya memilih balik ke Kampus. Saya sudah merasa cukup dan kembali ke profesi semula yg independen. Jadi saya tidak pernah dipecat di Pemerintah, tapi berhenti karena batas usia dan memilih tak lagi tertarik di pemerintahan.
Tahun 2023 saya melihat ada persoalan subtansial terkait rusaknya demokrasi dan hilangnya etika politik pemimpin RI saat menjelang Pemilu. Ucapannya flip flop, mencla mencle, sering tidak jujur. Di depan nampak lugu, tapi di belakang mengendalikan kekuatan politik dengan memainkan hukum dan menyandera para politisi negeri ini.
Cawe cawe mempengaruhi proses Pilpres hingga hasilnya seperti sekarang ini. Banyak hal buruk yg awalnya tertutup rapi, belakangan terbongkar sendiri di hadapan bangsa ini.
Maka saya yang dulunya mengagumi semangatnya membangun infrastruktur negeri, berubah menjadi kecewa dan tak percaya lagi. Terutama setelah melihat dinastinya yang nampak berambisi mendorong keluarga untuk lanjut bisa menguasai Indonesia dengan berbagai cara.
Mulailah saya berubah mengkritisi. Hilang harapan kebaikan dan respek saya pada sosok besar yang dibangun lewat pencitraan. Setelah saya berubah, teman, sahabat, saudara, tetangga yg dulu berseberangan, kembali menyatu dalam aspirasi yang sama.
Sebaliknya orang orang yg dulu mengikuti saya, pada bingung karena jadi berbeda pandangan, bahkan berseberangan jalan.
Saya bersyukur dalam hal ini tidak menjadi bagian dari kelompok orang yang tersandera. Bukan bagian pendukung kekuasaan yg jauh dari kejujuran. Bukan bagian dari penabrak moral dan etika kebangsaan. Bukan kelompok yg menganggap melanggar moral etika adalah kewajaran dalam politik.
Sejak itu saya lebih bebas menyuarakan kebenaran yg sering beda dengan orang orang yg tersandera atau penikmat kekuasaan. Saya bisa menyuarakan nilai sesuai hati nurani, dan pandangan rasional orang orang cerdas yg berada di luar kekuasaan.
Sekarang saya menjadi lebih dekat dengan kebenaran yg kuyakini. Lebih dekat dengan masyarakat kritis yang terpinggirkan dan jadi objek pembungkaman. Lebih dekat dengan komunitas komunitas yg bebas yg menyuarakan keprihatinan dengan kondisi negara.
Dalam satu hari, ada dua AIB BESAR terbongkar.
Pertama pengakuan peserta demo dukungan MBG yg menerima uang Rp. 100.000 dan juga beberapa hadiah.
Kedua terbongkarnya para mahasiswa yang menerima sejumlah uang ketika bertemu wapres gibran.
Dan ga ada yang bisa kita lakukan..
Closing statement dari Fatimah Azzahra: orang2nya pak Prabowo saja gak enak sama pak Prabowo hingga menjadi yes man karena dipilih oleh pak Prabowo, Sharusnya Pak Prabowo ngga enak sama rakyat yg sdh memilih bapak.