Mampir ke kantor @C40Cities London. Senang sekali, ikhtiar udara bersih Jakarta yang kita mulai bersama sejak 2019 kini jadi contoh bagi kota-kota besar dunia di jaringan C40.
Menerima penghargaan The Freedom of the City of London.
Di Guildhall, London, balai kota yang berdiri sejak abad ke-15, ada sebuah ruangan tempat satu tradisi dijalankan selama ratusan tahun. Di ruangan itu, siang kemarin, penghargaan Freedom of the City of London kami terima. Alhamdulillah.
Prosesinya khidmat. Tidak ada kamera yg boleh menyala sampai seluruh rangkaian selesai. Hanya ada deklarasi yg dibacakan dengan kata2 yg sama seperti ratusan tahun lalu, sebuah buku besar untuk ditandatangani, jabat tangan, diakhiri satu kalimat sambutan: “a Citizen of London.”
Penganugerahaan Freedom of the City of London adalah salah satu tradisi sipil tertua di dunia. Tercatat sejak 1237, awalnya ia menandai status warga merdeka yg berhak berdagang di kota London. Kini ia diberikan kepada mereka yg dinilai berkontribusi bagi kehidupan publik. Dalam daftar panjang penerimanya ada Winston Churchill, Nelson Mandela, Desmond Tutu, Lee Kuan Yew, Stephen Hawking, J.K. Rowling, Tim Berners-Lee, Harry Kane, Andrew Lloyd Webber, dan banyak lainnya.
Nominasi bagi kami datang dari Lord Mayor of London Alastair King dan Alderman Gregory Jones. Upacara dimpimpin The City Remembrancer selaku kepala protokol. Alderman Vincent Keaveny, Lord Mayor 2021-2022, berdiri di samping mendampingi sepanjang upacara. Fery ikut hadir menyaksikan prosesi yg amat khidmat itu.
Kami sadar, yg dibawa masuk ke ruangan itu bukan nama satu orang, melainkan kerja2 kami sebelumnya, terutama saat diberi amanah di Jakarta. London memberi pengakuan terhadap kerja bersama itu, maka penghargaan ini pun kami dedikasikan menjadi milik bersama.
Dalam sambutan singkat, satu pesan disampaikan, kami ini ingin penghargaan ini diperlakukan sebagai pintu, bukan piala. Semoga lewat pintu ini makin banyak walikota, insinyur, guru, dan anak muda Indonesia yg belajar ke London, dan London juga datang belajar ke kota2 kita.
Kami menutup sambutan singkat di Guildhall kemarin dgn satu kata bahasa Indonesia. Kata yg diteriakkan bangsa ini pada 1945, dan masih diteriakkan setiap kali kita berbahagia. Kata yg dalam bahasa Inggris berarti freedom.
Merdeka!
Terima kasih, London. Sampai jumpa di Jakarta.
🚨 MASSIVE CRASH: 🇮🇩 Rp 848,000,000,000,000 ($47 BILLION) wiped off Indonesia’s stock market as stocks plunge around 11.5%.
The biggest daily drop since 1998.
This is insane...
Raditya Dika pernah cerita kalau kucingnya, Ciro, kabur dari rumah sampai 2–3 hari. Setelah dicek lewat CCTV, ternyata Ciro keluar dari garasi lalu pergi ke arah kiri.
Akhirnya, Radit mencoba minta bantuan kucing-kucing yang sering berkumpul di kompleksnya.
Radit: “Kucing kan suka meeting.”
Sheila Dara: “Iya, benar lagi. Gue pernah melakukan cara itu.”
Sheila juga pernah melihat kucing-kucing berkumpul dengan formasi melingkar kayak lagi rapat. Bahkan, Radit pernah melihat ada kucing yang datang terlambat saat meeting mereka udah berlangsung. 😂
Karena itu, Radit mencoba menyampaikan pesan ke kucing-kucing tersebut.
Radit: “Entar kalau ketemu Ciro, kucing saya yang tinggal di rumah itu, bilangnya pulang, kita nungguin.”
Radit sendiri nggak tahu kucing-kucing itu lagi sibuk atau nggak. Dia cuma berharap kalau mereka ketemu Ciro, mereka bisa menyampaikan pesan tersebut.
Nggak disangka, beberapa saat kemudian Ciro benar-benar pulang! Yang bikin makin heran, berdasarkan rekaman CCTV, Ciro ternyata diantar kucing lain sampai ke depan rumah. Setelah Ciro masuk, kucing yang mengantarnya langsung pergi. 🐈
Sheila Dara juga pernah meminta bantuan kucing-kucing yang lagi meeting supaya Tayo pulang. Tayo memang akhirnya pulang, meskipun Sheila nggak pernah melihatnya diantar kucing lain.
Kalian pernah coba minta bantuan kucing lain buat nyariin kucing kalian yang hilang juga nggak? 😂
$BAT isn't privacy tech itself, but @brave (the browser it's tied to) has been anti-tracking since before "privacy" was even a category
ZEC/ZEN pumping on the narrative while BAT's cap barely moved
worth watching if rotation spreads past L1 privacy coins into privacy-adjacent plays
A teaser for new NARUTO manga by Masashi Kishimoto is here!
Stay tuned for more updates at the NARUTO Super Stage at Jump Festa 2027!
#PROJECT_RASENGAN#NARUTO#JumpFesta
$BAT isn't privacy tech itself, but @brave (the browser it's tied to) has been anti-tracking since before "privacy" was even a category
ZEC/ZEN pumping on the narrative while BAT's cap barely moved
worth watching if rotation spreads past L1 privacy coins into privacy-adjacent plays
$BAT isn't privacy tech itself, but @brave (the browser it's tied to) has been anti-tracking since before "privacy" was even a category
ZEC/ZEN pumping on the narrative while BAT's cap barely moved
worth watching if rotation spreads past L1 privacy coins into privacy-adjacent plays
jujur aku rak mudeng bagian cryptography-nya 🙈 tapi ada satu bagian yang aku sangat setuju sama Vitalik:
“Remember that blockchains are only a small portion of the cryptography story.”
login email, akun bank, sistem sekolah, Wi-Fi rumah, sampai sistem militer, semuanya itu bergantung pada cryptography.
jadi kalau AI dan quantum computing benar-benar bisa mempercepat penemuan kelemahan matematika yang selama ini belum ketemu, dan kita belum fully ready, impact-nya bakal jauh lebih besar daripada sekadar “crypto wallet bisa dibobol”, its gonna be an apocalypse.
the whole internet basically has a cryptography problem.
Dulu ngomongnya tegas banget.
"Gue nggak bakal buka kelas." "Gue bukan tipe yang jualan ilmu." "Gue fokus kerja, bukan ngumpulin murid."
Diulang-ulang terus sampai orang beneran percaya.
Terus suatu hari, muncul link pendaftaran 😹
Lengkap sama early bird, kuota terbatas, dan kalimat andalan: "Akhirnya gue bukain, soalnya banyak yang nanya."
Banyak yang nanya itu biasanya ya tiga orang yang sama.
Ditambah satu story "lagi banyak yang DM minta dibukain kelas." DMnya ada atau nggak, wallahualam.
Yang pasti engagement storynya naik, dan itu langsung dijadiin validasi.
Remember who you are?
Lu itu orang yang kemarin masih nyinyirin mentor-mentor jualan kelas.
Sekarang lu pakai template yang persis sama: problem, agitasi, solusi, bonus rekaman, grup VIP, plus kalimat wajib "ini bukan kelas biasa."
Bedanya cuma di harga sama foto profil. 😋
Remember you never open class early?
Bukan cuma nggak buka duluan, dulu lu nggak buka sama sekali. Sekarang kelas aja belum mulai, testimoni udah dipin.
Dari orang yang belum lulus, baru bayar doang.
eh isinya "akhirnya ada yang ngerti struggle gue."
Strugglenya apa,? belum dijelasin. Tapi captionnya udah keburu jadi bahan promo.
Bagian paling lucu itu transisinya. Dari "gue anti jualan" jadi "gue terpaksa buka karena tanggung jawab." 🗿
Tanggung jawab ke siapa, nggak jelas, yang jelas cuma satu: kuotanya selalu "tinggal dikit lagi", padahal grupnya sepi kalau nggak ada yang ngetag.
Terus pas ada yang ngingetin omongan lama, jawabannya template juga.
"Konteksnya beda."
"Waktu itu gue belum siap." "Sekarang gue udah punya sistem."
Sistemnya? Materi yang minggu lalu masih lu tanyain di kelas orang, minggu ini lu jual dengan harga VIP.
Dulu mulutnya gembok. Sekarang mulutnya funnel. 😝