Sepertinya, kita terlalu mematok standar harus punya pasangan seperti yg ada di medsos. Harus deep talk, harus love language, harus jadi support system, harus tiger sprong keliling kota, harus bisa nyemburin api dari hidung. Padahal, bisa gabut dan ketawa bareng juga menyenangkan
Diskusi unik smlm
Doi : kalo nnti abis nikah gaji aku xx sekiranya cukup kamu gausah kerja ya
Emak w : emg knp kalau masih sehat mah gpp atuh mumpung masih muda, takut capek ya jd gak keurus
Doi : iya nanti kecapekan malah
Gua : nnt pelan2 cari kerja yg gak ngabisin waktu doain
Alhamdulillah yang tiada henti, bisa sampe di titik ini sangat luar biasa lika likunya perjalanan. Nangis, sedih, terharu, bahagia tercampur aduk menjadi satu.
Terimakasih juga atas segala support dukungan dan doa dari kalian (mamah, bapak, aang, mas wahyu) ๐๐๐๐
Nyari pasangan itu yang enak diajak ngobrol, nanti tua kalo udah gabisa sex kan kita cuma bisa ngobrol.
Tapi kalo menuju tua itu tida sex, tida explore, tida selera, tida setia, yang terburuk, tida pernah disentuh, lalu tua mau ngobrol apa?
Menikah adalah ibadah terpanjang dan terlama, karena perjalanannya cukup panjang artinya kita butuh bekal: ilmu, mental, finansial, dan persiapan diri. Jangan menikah karena terburu-buru, apalagi kebelet karena temen pada nikah duluan. Karena menikah bukan hal yang diperlombakan